
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
“Mas, hati-hati ya”
“Tentu, Sayang”
Andra pun keluar dari ruangan setelah berpamitan dengan Arra lalu berjalan keluar dimana Leo sudah menunggunya dengan mobil dan beberapa berkas di tangan
“Pengacara?”
“Sudah tiba di pengadilan, Pak”
“Berkas?”
“Sudah lengkap semua, Pak”
“Bagus. Jalan sekarang”
Mobil pun berjalan semakin menjauh dari parkiran rumah sakit menuju pengadilan dimana pengacara yang dipilih sudah menunggu kedatangan mereka
“Pak, tolong kontrol emosinya dan jangan sampai hak asuh kembali berada di tangan Ibu kandung Zero”
“Sial, membayangkan hal yang tidak-tidak saja membuatku sangat muak apalagi jika mendengar ocehannya”
“Tidak, saya yakin Ibu kandung Zero akan membuat emosi Bapak meledak hingga pengadilan mungkin akan menunda lagi sidang ini atau mungkin yang lebih parahnya hak asuh anak akan kembali di tangannya”
“Semoga saja”
Tiba-tiba ponsel Andra berdering menandakan ada sebuah pesan masuk di ponselnya
Calon Istri <3
[send a picture]
Tarik nafas, keluarkan, lalu senyum.
Mas, jangan terlalu emosi ya. Ikuti kata Arra “jangan emosi dan harus sabar demi Zero”, jangan lupa elus dada ya sebelum masuk di ruangan. Arra yakin Mas pasti bisa. Semangat, Sayang.-Arra
Andra terkekeh saat membaca semua pesan yang dikirim Arra hingga tanpa sadar ia pun melakukan apa yang diminta oleh sang kekasih membuat Leo yang menatapnya dari kaca tersenyum tipis
Terima kasih, Arra.-Leo
Sebelum berangkat menuju kantor pengadilan, Leo meminta Arra untuk menenangkan Andra yang memang sangat sulit ditenangkan terlebih jika menyangkut Zero, Andra akan bersikap penuh emosional
Leo tau bahwa sekarang hanya kepada Arra lah dirinya bisa meminta tolong dan hanya Arra lah yang dipercaya untuk berada disebelah Andra saat ini, bahkan Leo pun tau bahwa Andra hanya akan menuruti apapun yang diucapkan Arra kepadanya. Mungkin, jika Arra meminta membangun kota pun kemungkinan besar Andra akan menuruti permintaannya. Hahaha faktor bucin.
*****
Mobil pun sampai tepat berada di depan gedung pengadilan dengan Andra yang keluar dari mobil seraya mempraktikkan apa yang Arra katakan padanya melalui pesan singkat tadi
Pengacara yang dipilih pun berjalan mendekat lalu menunduk saat sudah berada dihadapan Andra
__ADS_1
“Sidang akan di mulai sebentar lagi, Tuan”
“Bekerja keras lah, Pak”
“Tentu, Tuan. Mari”
Andra dan sang pengacara pun mulai masuk ke dalam Gedung meninggalkan Leo yang sedang memarkirkan mobil mereka di parkiran khusus
Hal pertama yang ia lihat adalah wajah angkuh mantan istrinya yang duduk di sebelah pengacara miliknya membuat emosi Andra naik seketika bahkan hanya karena melihat mantan istrinya
Sial, wajah angkuhnya begitu menyebalkan. Sabar Andra, Arra dan Zero menunggu mu.-Andra
Setelah beberapa jam bersitegang baik Andra dan Tania yang sudah terbawa emosi, akhirnya hak asuh anak berada ditangan Andra tepat sesuai yang diharapkan
Sebenarnya persidangan sempat kacau dikarenakan Tania yang benar-benar mengamuk karena pengacara Andra mempunyai bukti bahwa dirinya tidak benar-benar menjaga Zero dengan baik bahkan bukti tersebut sudah berada di tangan hakim sehingga mudah bagi Andra mendapatkan hak asuh atas anak kandungnya
“Mas Andra tau mengapa aku berselingkuh dari Mas? Itu karena Mas Andra tidak pernah menghargai kehadiranku. Yang Mas Andra lakukan setiap hari hanya bekerja seperti orang gila. Aku butuh kasih sayang, Mas. Bukan hanya materi” teriak Tania menggebu-gebu membuat Andra, Leo bahkan pengacara Andra terkejut seketika dengan kata-kata yang masih ia lontarkan saat Andra sudah ingin beranjak dari ruangan
“Mas Andra--“
“Berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikkan itu”
Damn. Seketika Tania menegang terlebih mendengar ucapan Andra yang begitu mematikan menurutnya
Namun, emosi Tania sudah meledak sehingga dengan agak takut ia melanjutkan kalimatnya
“Kenapa? Itu fakta, kan? Apa karena Mas Andra dilahirkan ditengah-tengah keluarga kaya hingga membuat Mas Andra mengira semuanya bisa dilakukan dengan uang?!”
“Jangan terlalu munafik, Nona Tania. Anda berselingkuh bukan karena Pak Andra gila kerja tapi karena memang anda yang tidak bisa menjaga mata dan hati anda. Sedikit dipuji saja membuat anda terbuai bahkan berkhianat di belakang Pak Andra lalu membuat alasan perceraian karena suami yang tidak memperhatikan istrinya padahal jelas-jelas anda yang mudah bosan lalu mencari kesenangan diluar hingga kecanduan”
Boom. Lagi-lagi Tania menegang karena mendengar apa yang diucapkan oleh Leo benar-benar fakta
“Pak, mari”
Andra pun berjalan gontai bersama dengan Leo menuju ke mobil.
*****
Rumah Sakit
Pintu ruangan terbuka membuat Arra yang sedang memakan sarapan paginya terkejut, ternyata yang masuk adalah Zero yang bersama dengan Andre
“Mami” teriak Zero saat dirinya melihat Arra yang sedang duduk di sofa seraya memakan sarapan paginya
“Hai, Sayang. Mengapa disini?”
“Untel nakal, Mi.”
“Heh”
“Uncle nakal kenapa?”
“Maca Untel bilang dia halus bolos cekolah kalena Untel danteng”
“Andre”
“Zero bertanya mengapa aku tidak sekolah jadi ku jawab saja”
__ADS_1
“Tapi kan yang danteng itu Zelo bukan Untel”
“Uncle lelaki, kalau bukan ganteng terus apa? Cantik gitu?”
“Da, cantik itu buat pelempuan cepelti Mami”
“Lalu Uncle ganteng, kan? Karena Uncle lelaki”
“Untel peculian”
“Pengecualian, Sayang”
“Iya itu, Mi. Zelo da bica”
Seketika ruangan Arra penuh dengan gelak tawa mereka karena merasa gemas dengan ucapan Zero yang masih belum lancer
“Peculian” gumam Zero berkali-kali membuat Arra tersenyum tipis
“Ikuti Mami ya, pe..nge..cu..a..li..an”
“Pe..nge..cu..li..an”
“Cu..a..li”
“Cu..a..li”
“Tambah kata pe..nge di awal dan kata an dibelakang”
“Pe..nge..cu..a..li..an”
“Horee anak Mami pintar sekali”
“Benal ya, Mi? Holeee pengecualian”
Tanpa sadar Andre yang tidak dihiraukan sejak tadi tersenyum melihat keakraban Arra dan Zero yang benar-benar seperti anak dan Ibu kandung membuat Andre mengucap syukur atas kehadiran Arra di hidup Zero
“Untel, dengelin ya Zelo bica bicala itu tadi. Catu dua tiga pengecualian”
“Wah hebat dong, Zero pintar banget”
“Iya dong kan Zelo anaknya Mami jadi Zelo pintal”
“Zero tadi sudah mam?”
“Tudah, tadi mam naci cama ayam dikacih dalah” ucap Zero yang membuat Arra langsung menatap Andre dengan heran
“Apa maksudnya?”
“Ayam goreng, Ra”
“Lalu darah?”
“Saus pedas”
“Astaga”
*
__ADS_1
*
*