Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Menjelaskan


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


“Cembulu itu apa, Pi?”


“Eh--Zero tadi ingin Mami ceritakan tentang apa?”


tanya Arra mengalihkan pembicaraan agar Zero tidak bertanya lagi


“Zero ingin tau apa itu cembulu dan kenapa Mami cembulu.” Haha skakmat. Arra seakan ingin menghilang dari bumi.


*****


Rumah Keluarga Dirgantara


“Mengapa kau melamun, Andre?”


“Tumben sekali Mama bertanya hal sepele”


ucap Andre pelan lalu kembali memakan makan malamnya


“Mama bertanya mengapa kau melamun?”


“Setelah Andre hidup selama 18 tahun, Mama baru peduli dengan hal sepele tentang Andre? Dimana Nyonya Besar yang pernah mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah peduli dengan pertumbuhan anaknya? Dimana Nyonya Besar yang saat diajak mengobrol hal kecil selalu mengatakan bahwa dirinya sibuk dan tidak akan sempat meladeni hal yang tidak penting?”


Plakkk


Tamparan keras mendarat mulus di wajah putih Andre sehingga membuat dirinya hanya tersenyum kecut


“Jangan kurang ajar!!”


“29 kali..”


Ada jeda sedikit saat Andre menghela nafas berat


“29 kali Andre ditampar saat makan malam di meja makan. Menghitungnya sungguh hal tidak penting, bukan? Jadi, jangan didengar dan anggap saja hanya angin berlalu. Permisi”


Setelah mengatakan itu Andre pergi, bukan pergi ke kamarnya tetapi pergi ke ruangan gym dimana ia akan melampiaskan emosinya dengan meninju samsak hingga kelelahan karena sungguh ia sudah muak dengan keluarga ini


“Ini yang disebut rumah? Bukannya lebih pantas disebut neraka?!” Kata-kata yang akan selalu ia lontarkan selama hidup di rumah ini


“Hahaha.. Pantas saja Kak Andra meminta ku untuk cepat-cepat keluar dan pergi jauh agar tidak dijadikan boneka” gumamnya saat setelah ia meninju samsak beberapa kali


*****


“Cemburu itu perasaan marah dan kesal karena Mami melihat Papi bersama wanita lain”


“Belcama micis puff?”


tanya Zero yang membuat Andra heran


“Bukan Nyonya Puff, Sayang tapi itu Tante Laudya”


Mrs. Puff? Laudya? Ohh!! Astaga Arra bagaimana dia bahkan mengingat percakapan-percakapan yang sepele seperti itu?-Andra

__ADS_1


“Tapi dia cepelti micis puff, Mi”


“Nyonya Puff berada di laut, kan? Bersama spongebob dan teman-temannya sedangkan Tante Laudya berada di darat dan bekerja di kantor Papi. Jadi itu berbeda, okay? Dan juga jangan katakan itu di depan Tante Laudya, itu namanya tidak?”


“Da copan” teriak Zero bersemangat membuat Arra terkekeh pelan


“Mami.. Mami thenapa da mau mam?”


“Ini, Mami sudah makan” ucap Andra seraya memperlihatkan infus yang ada di tangan Arra


Sebenarnya hanya modus sih karena Andra ingin menggenggam dan mengelus punggung tangan Arra hingga membuat gadis itu hanya pasrah


“Bukan nya mam itu dali mulut, Pi?”


Ya, Andra akan selalu bingung dan tidak harus harus memberikan pengertian seperti apa kepada sang anak


“Sayang, Mami sedang sakit jadi makannya seperti ini”


“Mami cakit apa?”


“Hanya kelelahan. Jadi sekarang ayo temani Mami tidur agar besok pagi Mami sembuh”


“Ayoo legoo”


Setelah dengan hanya mengelus punggung atau sekedar menepuk pantat Zero akhirnya bocah itu sudah terlelap dengan sangat nyenyak meninggalkan Andra yang masih setia dengan posisi duduknya menghadap Arra sedangkan gadis itu enggan untuk berbalik


“Sayang”. Hening


“Hei, Sayang”. Hening


“Sayang, kamu mau Mas cium se--“


“Kenapa, Sayang? Mau pegang urat tangan Mas?”


Blushhh


Benar, kan? Arra ini memang mudah banget ditebak nya.


“Atau mau pegang dada Mas? Perut Mas?” tanya Andra menahan tawa


“Mas, diem. Nanti Zero bangun” ucap Arra yang sudah menutup wajahnya dengan tangan membuat Andra hanya terkekeh pelan lalu menggenggam kedua tangan Arra dan menatapnya lekat


“Astaga, ini wajah Arra pasti merah, kan?” tanya Arra dengan polosnya hingga membuat Andra gemas


Cup.


Andra pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada sehingga dirinya langsung mencium singkat bibir sang kekasih


“Mas, ini namanya pencurian” ketus Arra dengan kesalnya sedangkan Andra menatapnya dengan penuh tanda tanya


“Kenapa? Nggak terima?”


“Bukan, Sayang. Tapi Mas nggak ngerti pencurian apa maksudnya?”


“Ciuman pertama” gumam Arra pelan hingga membuat Andra sebisa mungkin menahan gelak tawa agar jagoan mereka tidak terbangun


“Ya bagus dong”


“Loh? Bagus darimana nya ya Bapak Andra yang terhormat?”

__ADS_1


“Bagus karena hanya Mas yang bisa mencium mu. Mengerti Nyonya Dirgantara?”


“Nyonya Dirgantara?”


“Nggak suka? Atau perlu dipanggil dengan sebutan Nyonya Andra?”


“Mas, diem. Sekarang tidur, Arra sudah mengantuk lagi”


“Mengantuk atau ingin menghindar karena malu dan salah tingkah”


“Jangan percaya diri, Pak Andra”


“Faktanya seperti itu, Nyonya Andra”


*****


“Jangan tidur dulu, Mas belum menjelaskan padamu”


“Tentang Arra yang hampir menyaksikan Mas bermesraan dengan kekasihnya?”


“Heh. Itu bukan kekasih Mas”


“Mau kekasih atau bukan sepertinya terlihat sangat serasi”


“Apa Nyonya Andra sedang cemburu?”


“Tidak. Dan tolong diingat nama saya Arra. A R ARA B EBE EL ELE. ARRABELLE. Bukan Nyonya Andra”


“Jangan lupakan statusmu sekarang, Nyonya”


“Status apa? Kekasih Pak Andra? Memangnya masih bisa dianggap seperti itu disaat kekasih saya menghabiskan waktu untuk bermesraan dengan wanita lain? Maaf, tapi serius Mas, kalian terlihat sangat cocok”


“Tidak”


“Yang melihat mata Arra”


“Berarti mata mu perlu dibawa ke Dokter, Sayang”


“Terserah.”


“Dengarkan Mas, ya. Mas nggak tau bagaimana bisa dia menerobos masuk lagi ke ruangan Mas dan berbicara meminta Mas untuk menemaninya ke pesta temannya tapi Mas menolak lalu saat melihat pintu terbuka, dia bergerak sangat cepat duduk di pangkuan Mas lalu tangannya ada di dada Mas hingga Mas benar-benar baru menyadari itu saat kalian datang. Sayang, serius--“


“Lalu pangeran dan putri menikah dan hidup bahagia selamanya. Tamat. Happy ending ya cerita kalian”


“Sayang--“


“Tapi serius Mas kalian terlihat seper--“


Andra dengan cepat membungkam mulut Arra dengan ciuman yang berbeda dari biasanya.


Saat ciuman sebelumnya hanya mengecup singkat, sekarang Andra benar-benar ******* pelan bibir Arra sehingga membuat gadis itu merasakan getaran yang hebat diperutnya karena untuk pertama kali Arra merasakan ini. Karena terlalu fokus dengan pikirannya sendiri, Arra bahkan tidak mendengar suara pintu ruangan yang terbuka


“Sial, pergilah ke hotel jika ingin bermesraan.”


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2