Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Tingkah Andra


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yaa😘!!!


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_ 😘


Author sayang Readers🥰!!!


Happy Reading!!!


*****


"Sayang, Mas juga minta maaf ya. Maafin Mas yang nggak percaya sama kamu tapi Mas mau nanya gimana kamu maki-maki Mas?" tanya Andra yang membuat Arra terdiam tanpa berani menjawab


"Pasti ucapannya jahat banget ya" ucap Andra terkekeh saat melihat wajah terkejut Arra


"Mas tau darimana?"


Refleks gadis itu bertanya lalu sedetik kemudian menutup mulutnya bahkan mengutuki dirinya yang keceplosan


"Hahaha...Ya ampun, Sayang. Kenapa polos banget sih?" tanya Andra disela-sela gelak tawanya


"Maaf ya, Mas" ucap Arra pelan


"Ngapain minta maaf sih, Sayang? Kan emang Mas yang salah, ucapan Mas juga pedas banget waktu itu dan yang seharusnya minta maaf itu Mas. Udah ya jangan dibahas lagi"


"Eum, iya Mas"


"Ini sahabat kamu, Sayang?" tanya Andra yang kembali menyerahkan ponsel Arra


"Iya, Mas. Ini namanya Novi teman sekelas aku dan kalau yang ini namanya Kelly sahabat masa kecil aku tapi sekarang dia di luar kota" ucap Arra menjelaskan


Tak lama kemudian, ponsel Arra kembali berdering menandakan sebuah notifikasi Instagram. Arra pun membukanya dan terlihatlah itu pesan dari teman sekelas Arra yang bernama Viona yang suka mem-bully-nya di kelas


@Viona.02 "Hah? Nggak salah? Seorang Arra main IG? Dapat ponsel darimana lo? Oh iya lupa, lo kan suka main Om-Om🤭"


Untung saja Arra hanya membacanya dalam hati sehingga Andra tidak bisa mendengar dan mengetahui pesan tersebut. Arra hanya bisa menghela nafas berat setelah membaca pesan itu namun Arra tidak menduga bahwa Andra melihat perubahan raut wajah Arra lalu dengan cepat Andra mengambil alih ponsel Arra


"Mas ja--"

__ADS_1


Ucapan Arra terpotong saat Andra menempelkan jari telunjuknya dibibir Arra


"Dia siapa?" tanya Andra dengan wajah dingin saat sudah membaca pesan dari Viona


"Te-teman sekelas ku, Mas" ucap Arra pelan seraya menunduk karena merasa takut melihat wajah Andra yang ketus dan datar


"Dia sering mem-bully kamu?" tanya Andra datar dan Arra hanya menggeleng pelan membuat Andra menghela nafas berat


"Sayang, jangan menutupi kesalahannya dan ceritakan semua pada Mas. Kita sepasang kekasih, kan? Jadi apapun yang membuatmu senang atau sedih, kamu bisa berbagi dengan Mas, begitu juga dengan Mas sama kamu" ucap Andra lembut seraya mengelus pucuk kepala Arra membuat gadis itu mengangkat kepala


"I-iya Mas, Vio sering mem-bully ku di kelas dan mengatakan bahwa aku anak haram, anak yang tidak diinginkan sehingga orang tuaku membuang ku ke panti asuhan padahal Ayah dan Ibu tidak meninggalkanku Mas, mereka meninggal karena kecelakaan dan dokter yang menangani mereka mengantar ku ke panti asuhan karena tidak ada keluarga yang ingin merawat ku" lirih Arra pelan dan membuat Andra benar-benar terkejut


Andra dengan hati-hati memeluk tubuh mungil itu karena takut ada penolakan dari Arra namun ternyata Arra tidak melakukan pergerakan penolakan apapun sehingga Andra berhasil membawanya ke pelukan Andra


Arra merasakan kehangatan dan kenyamanan saat merasakan tubuhnya dipeluk oleh seorang pria dihadapannya ini. Bahkan tanpa sadar Arra sudah meneteskan air mata dan air mata itu terlihat jelas oleh Andra


"Vi-Vio juga selalu mengatakan bahwa aku simpanan Om-Om hanya karena aku bekerja di minimarket Pak Beto yang sudah cukup tua dan memang menganggap ku sebagai cucu kandungnya sendiri namun Vio salah pengertian dengan itu" ucap Arra disela-sela isak tangisnya membuat pelukan Andra semakin mengerat


"Aku salah banget ya Mas hidup di dunia ini? Kenapa sepertinya semua teman-temanku membenci ku? Dan hanya Novi yang mau berteman denganku" lirih Arra pelan


"Sayang, jangan ngomong gitu"


"Tapi kenapa ya semua orang membenci ku, Mas? Apa hidup sebagai anak yatim piatu salah?"


"Ssstttt, jangan ngomong apa-apa lagi, nggak ada yang bilang kalau jadi anak yatim piatu itu salah dan kita semua nggak pernah minta hal itu, bukan? Berhenti memikirkannya itu, Sayang. Jangan sampai stress karena terus memikirkannya" ucap Andra lembut seraya mencium pucuk kepala Arra


"Terima kasih ya Mas sudah masih mau sama aku yang sangat berbeda jauh dari kehidupannya, Mas"


"Sayang, Mas nggak pernah membandingkan tentang status kita. Mas malah bersyukur kamu bisa nerima Mas yang umurnya berbeda jauh dari kamu terus Mas juga udah punya anak tapi kamu masih mau sama Mas. Mas juga berterima kasih karena kamu bisa sayang ke Zero seperti anak kamu sendiri"


"Sudah ya jangan nangis lagi. Sekarang kamu tidur di sebelah Zero, Mas tidur di sini" ucap Andra tersenyum tipis


"Ya sudah, aku tidur duluan ya Mas jangan begadang. Selamat tidur" ucap Arra lalu berjalan mendekati tempat tidur dimana ada bocah yang sudah tertidur nyenyak


"Selamat tidur, Sayang" jawab Andra tersenyum


Tak lama kemudian, Andra menatap Arra yang sudah terlelap dengan nyenyak lalu Andra pun mengambil ponsel Arra dan mengirim foto Viona kepada Leo membuat asisten itu mengerti apa yang harus dilakukannya

__ADS_1


Andra selalu seperti itu kepada Leo sehingga Leo sudah paham jika Andra menginginkan informasi tentang foto gadis yang dikirimkannya dan jika setelah mengirimkan foto Andra menelpon Leo, itu berarti Andra menginginkan informasi itu secepatnya


"Saya sudah kirimkan pada mereka, Pak" ucap Leo saat panggilan tersambung


"Cari tau secepatnya"


"Kalau tidak salah saya pernah melihatnya di salah satu pesta, Pak. Bukankah dia anak tunggal dari perusahaan C yang bekerja sama dengan kita?"


"Mana ku tau" ketus Andra kesal


"Sepertinya begitu, Pak. Tapi tunggu informasi dari mereka"


"Jika memang benar, putuskan kerja sama dengan perusahaan mereka"


"APA??!!"


"Telingaku sakit, Leo"


"Kenapa Bapak memutuskan kerja sama?"


"Anak tunggalnya mem-bully Arra"


What? Hanya karena Arra, Pak Andra rela memutuskan kerja sama dengan perusahaan itu? Apa Arra sudah benar-benar masuk dan menempati hati Pak Andra?-Leo


*


*


*


Maaf banget ya author sedang sibuk-sibuknya dengan tugas yang menumpuk😢.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2