Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Kebencian Andre


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Jangankan Andra, Andre bahkan Ibu Rina benar-benar terkejut ketika mendengar ucapan itu keluar dari mulut Arra. Sungguh, mereka berpikir bahwa Arra adalah gadis berhari malaikat. Bagaimana bisa ia dengan tegar menghadapi semuanya padahal sudah jelas-jelas jika dihadapannya anak dari orang yang membunuh keluarganya sendiri?


Andre yang mendengarnya segera berlutut dihadapan Arra membuat Arra sangat panik lalu membantu Andre untuk berdiri namun tangannya segera digenggam oleh Andre.


"Ra, maafkan aku.."


Arra benar-benar panik ketika Andra bahkan Andre berlutut dihadapannya membuatnya tidak bisa mengontrol kepanikan nya saat ini.


"Andre.. jangan.. jangan seperti ini.. tolong berhenti.."


Andre menggeleng tegas. "Maaf, Ra. Aku belum bisa menjadi teman yang baik untukmu. Maaf atas semua yang dilakukan oleh Ibuku.."


Arra benar-benar tidak bisa mengontrol kepanikan nya sehingga tanpa sadar ia memukul kepalanya sendiri..


"Jangan.. jangan seperti ini.. tolong.. tolong hentikan.."


Arra menyalahkan dirinya sendiri atas kelakuan Andra dan Andre yang selalu meminta maaf padanya sehingga ia berakhir dengan penyakitnya yang kambuh.


Karena melihat calon istrinya tidak bisa mengontrol diri, Andra segera memeluknya dengan erat seraya mengelus pucuk kepala Arra dengan lembut.


"Sayang.." ucap Andra berkali-kali.


Nafas Arra benar-benar sesak sehingga ia susah untuk bernafas. "Jangan.. jangan meminta maaf.. tolong.. Arra nggak mau seperti ini.."


Setelah cukup lama bertahan dengan posisi seperti itu, akhirnya Arra kembali bisa mengontrol diri hanya dengan pelukan hangat yang diberikan Andra tanpa obat.


Arra tau jika akhirnya akan seperti ini ketika kedua kakak beradik ini mengetahui fakta yang ada. Arra tau jika mereka akan menyalahkan diri mereka atas apa yang terjadi. Arra benar-benar tidak ingin hal itu terjadi sehingga membuat hubungan mereka menjadi renggang, padahal kedua kakak beradik tersebut tidak ada hubungannya dengan kebenaran ini.


Andra dan Andre hanya bisa diam walaupun Arra tidak membenci mereka, namun perasaan bersalah akan tetap ada dalam lubuk hati masing-masing.

__ADS_1


"Ra, bawa mereka untuk masuk ke rumah" ucap Ibu Rina yang membuat Arra sadar bahwa keduanya m basah kuyup akibat melewati hujan deras.


"Astaga, Arra baru sadar. Mas, ayo masuk dulu bersama Andre" ucap Arra yang menarik tangan keduanya untuk masuk.


Ibu Rina segera menyajikan minuman hangat untuk mereka sedangkan Arra segera mengambil handuk kering agar mereka bisa menghangatkan diri.


"Minumlah" ucap Ibu Rina pelan.


Sebelum Arra datang, Andra segera berbicara kepada Ibu Rina. "Bu, terima kasih sudah mengizinkan saya untuk bertemu Arra" ucap Andra dengan sangat sopan.


Sebenarnya, tidak pernah terpikirkan oleh Andra ketika Arra bisa memaafkan mereka. Bahkan ada begitu banyak skenario terburuk yang ada dalam benaknya.


"Arra adalah gadis yang begitu baik, tolong jaga dia untuk Ibu."


Andra mengangguk dengan mantap. "Pasti, Bu. Pasti saya akan menjaganya. Terima kasih sudah membantu merawat Arra menjadi gadis yang mempunyai hati seperti malaikat" ucap Andra pelan.


Ibu Rina hanya tersenyum tipis. Tak lama, Arra pun datang membawa dua handuk kering dan selimut.


"Ini keringkan dulu badannya, Mas. Maaf, disini nggak ada pakaian untuk pria" ucap Arra seraya memberikan handuk kepada keduanya.


Setelah selesai, Arra pun memberikan selimut agar keduanya bisa menghangatkan diri.


"Andre, dia pasti membayangkan sesuatu yang sangat buruk, bukan?" tanya Arra kepada Andre yang membuat teman baiknya mengangguk pelan.


"Aku bahkan nggak menyangka mendengar jawaban yang kau berikan" ucap Andre jujur.


Arra tersenyum tipis. "Sejak dulu, aku diajarkan untuk menghindar dari dendam kepada seseorang. Jika aku harus membenci mu dan Mas, apa akan mengembalikan semuanya? Yang ada hanya semakin memperburuk keadaan dan membuat suasana semakin canggung."


Andre benar-benar dibuat takjub dengan pendirian Arra yang diketahui seumuran dengannya namun Arra bersikap lebih dewasa dari pada dirinya.


"Mas,jangan menyalahkan diri seperti ini" ucap Arra pelan seraya menggenggam tangan calon suaminya.


Andra hanya diam namun tatapannya menatap Arra dengan sendu.


"Arra baik-baik saja, jangan seperti ini. Mas Andra kan pernah mengatakan bahwa jika ada masalah apapun kedepannya ayo kita selesaikan bersama."


"Maaf, Sayang.."

__ADS_1


"No, Arra nggak mau dengar kata maaf dari Mas dan Andre. Tolong, jangan buat diri kalian menderita karena bersalah dengan semuanya. Biarkan semuanya berjalan dengan semestinya."


Ibu Rina yang mendengarnya pun ikut membuka suara. "Yang dikatakan Arra memang benar, kalian tidak berhak untuk menyalahkan diri atas semuanya. Dan maaf, Ibu sempat tidak merestui hubungan kalian" ucap Ibu Rina pelan.


"Ibu hanya tidak ingin jika Arra harus kembali berhubungan dengan Dirgantara Group namun setelah Arra meyakinkan Ibu bahwa semuanya memang sudah seharusnya terjadi dan tidak ada yang salah dengan hubungan kalian, Ibu mulai memberikan kepercayaan pada mu, Nak. Tolong, jaga anak Ibu seperti kau menjaga dirimu sendiri" ucap Ibu Rina yang membuat Andra mengangguk.


"Terima kasih untuk kepercayaan yang Ibu berikan. Saya akan menjaga Arra dengan sepenuh hati" ucap Andra mantap.


*****


Beberapa hari setelah kejadian itu, baik Andra maupun Andre sudah tidak pernah lagi kembali ke rumah Ketua bahkan mereka seolah menghindar dari Nyonya Besar maupun Ketua.


"Andre" panggil Andra saat mereka sedang sarapan bersama.


Andre hanya menoleh sebentar lalu kembali menikmati sarapan paginya.


"Apa yang ingin kau lakukan pada Nyonya Besar?" tanya Andra pelan.


"Mengakui semua perbuatan yang dilakukannya" jawab Andre singkat.


Untung saja Zero sudah sibuk sendiri di kamar karena diberitahukan akan bertemu dengan Arra sehingga ia tidak mendengar pembicaraan serius antara kedua kakak beradik tersebut.


"Jika begitu, dia akan dihukum" ucap Andra pelan.


Andre menghela nafas berat. "Ini berat untukku, Kak. Siapa yang ingin melihat Ibu nya dihukum? Namun, aku lebih tidak ingin melihat Mama bahagia diatas penderitaan Arra. Setidaknya, dia harus mengakui semua perbuatan yang ia lakukan dan memohon ampun pada Arra."


"Kau benar, Arra memang tidak membenci kita namun tidak ada jaminan bahwa ia juga tidak membenci Nyonya Besar."


"Aku akan memintanya untuk memohon pengampunan pada Arra."


"Andre.. dia orang tua kandung mu.." Andra sekedar mengingatkan agar Adik nya tidak melewati batas emosi.


"Aku bahkan rela memutus hubungan dengannya jika ia tidak mengakui semua kesalahannya."


Andre benar-benar sudah tidak bisa dinasehati lagi karena ia benar-benar membenci Nyonya Besar.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2