Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
S2 : Kelulusan Zero


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Hari ini adalah hari yang sangat berbahagia bagi keluarga Dirgantara dimana mereka akan bersama-sama menghadiri acara kelulusan di universitas yang selama ini menjadi tempat Zero menempuh pendidikan.


Hanya membutuhkan waktu tiga tahun saja untuk Zero menyelesaikan sarjana S1 nya. Ia bahkan sudah merencanakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, entah dimana.


"Hei, siapa ini? Astaga tampan sekali" goda Arra saat ia masuk ke dalam kamar sang anak.


Saat itu Zero sedang merapikan kemejanya ketika tiba-tiba ia mendengar pintu kamarnya diketuk pelan oleh seseorang dari luar.


Zero tersenyum mendengar ucapan Arra. "Anak siapa lagi kalau bukan anak Mami" ucap Zero yang membuat Arra terkekeh pelan.


Arra berjalan mendekati sang anak dan membantu Zero untuk merapikan kemejanya. "Astaga, Mami baru sadar ternyata Zelo kecil sudah tumbuh dewasa."


"Padahal rasanya baru kemarin Zero nangis gara-gara mau tidur dengan Mami" ucap Zero tertawa.


Keduanya kembali mengingat momen-momen kebersamaan yang pernah dilewati bersama. Dengan Zelo kecil yang sangat aktif dan posesif hingga membuat ada begitu banyak cerita lucu yang bisa dibagikan bersama.


Arra tersenyum tipis ketika melihat Zero kembali memastikan bahwa penampilannya sudah bagus. Ia merasa dirinya benar-benar bangga karena bisa ikut campur tangan dalam tumbuh kembali anak lelakinya. Hingga tanpa sadar air mata mengalir membasahi wajah Arra.


"Mami? Kenapa menangis?" tanya Zero dengan raut wajah khawatir ketika berhasil menatap bayangan Arra yang menangis di cermin besarnya.


Dengan segera lelaki itu mendekati Arra dan menggenggam erat kedua tangan Mami nya.


"Ah, Mami hanya terharu ketika melihat anak Mami yang sudah tumbuh dewasa" ucap Arra tersenyum tipis.


Mendengar hal itu, Zero segera merengkuh tubuh Arra dan memeluknya dengan sangat erat seolah mengatakan bahwa ia jauh lebih menyayangi Arra.


"Zero sayang Mami, benar-benar sayang bahkan melebihi dari Zero menyayangi diri sendiri. Zero nggak mau melihat Mami menangis karena hati Zero ikut sakit. Jangan mengeluarkan air mata berharga Mami dengan sia-sia."


Arra terkekeh pelan, anaknya memang selalu sama. "Mami bangga Zero karena sudah tumbuh dengan sangat baik."


"Semuanya karena Mami yang mau merawat Zero sejak kecil. Zero tumbuh menjadi seperti sekarang berkat didikan dari Mami."

__ADS_1


"Mami ju—"


Klek


Pintu kamar Zero terbuka seketika hingga membuat Arra menghentikan ucapannya.


"Curang ya, Zira nggak dipeluk juga" gerutu Zira marah-marah.


Ah, Zero dan Arra sudah menebak bahwa Zira yang masuk karena tidak ada siapapun yang berani masuk ke kamar Zero tanpa mengetuk kecuali sang adik.


"Sini, Sayang" ucap Arra seraya merentangkan tangannya membuat Zira langsung berlari ke pelukan sang Mami.


"Zira bosan di bawah" ucap Zira mengeluh.


"Kenapa?"


"Nggak ngerti dengan jokes bapak-bapak."


*****


"Sayang, jangan menangis" bisik Andra pelan ketika melihat istrinya yang sejak tadi tidak berhenti terisak.


Air mata Arra keluar saat pembawa acara menyebutkan nama Zero agar nama yang disebutkan segera maju mengambil ijazah yang akan menjadi bukti selama ia menempuh pendidikan tiga tahun.


"A—anak kita, Mas.." lirih Arra pelan.


Andra mengangguk. "Iya, Sayang. Anak kita hebat, bukan? Seperti Mami nya yang sangat cantik dan hebat."


Entah disadari atau tidak, Andra pun sama halnya dengan Arra yang benar-benar bangga dengan anak lelakinya, buah hati yang selama dua tahun pertama tidak pernah bisa ia genggam dan sekarang anak lelakinya sudah berhasil menyelesaikan pendidikannya.


Ada gejolak dalam hati Andra ketika mendengar nama Zero disebutkan, pun lengkap dengan gelarnya yang sekarang yaitu S.A.B atau Sarjana Administrasi Bisnis karena memang Zero akan mewariskan Dirgantara Group atau DGroup.


*****


"Congratulation my love!" (Selamat, Sayangku!) ucap Arra segera setelah Zero sudah berjalan mendekati keluarga besarnya.


Zero segera memeluk Arra dengan sangat erat. "Terima kasih banyak, Mami."


"Selamat, jagoan Papi" ucap Andra menepuk pelan pundak sang anak.

__ADS_1


Zero pun segera merentangkan tangannya untuk merangkul Andra. Ia sadar dirinya memang jarang sekali memeluk Papi nya namun sekarang Zero tidak merasakan adanya rasa canggung diantara keduanya. Ia benar-benar tulus memeluk Andra seolah berterima kasih dengan sangat karena Andra sudah menjadi orang tuanya.


"Papi, terima kasih banyak untuk semuanya."


Setelah selesai memeluk kedua orang tuanya, Zero segera mencium tangan Kakek dan Neneknya, Uncle Andre dan Aunty Novi, Uncle Galuh dan Aunty Maureen, juga Uncle Leo. Tak lupa ia berterima kasih dengan semuanya karena sudah mendukung dirinya selama ini.


Terakhir, Zero mengalungkan selempang wisuda resmi nya yang bertuliskan cumlaude kepada sang adik perempuan.


"Abang.. congrats ya, walaupun Abang menyebalkan tapi aku sayang banget sama Abang.. sukses selalu ya!!" ucap Zira dengan mata yang sudah berkaca-kaca membuat Zero terkekeh pelan lalu memeluknya dengan sangat erat.


Zero akui, walaupun Zira sangat galak dan selalu membuatnya emosi, ia sangat menyayangi adik kecilnya tersebut. Zero akan menjadi orang pertama yang akan melindungi Zira dari apapun bahaya di luar sana.


"Kelihatan banget ya bohongnya? Pasti setelah ini ada bisikan yang minta ditambahin duit jajan" ucap Zero yang mengundang gelak tawa semuanya.


Plak


Zira memukul pelan lengan Zero lalu menatapnya dengan tatapan tajam.


"Aku tulus, ya! Hari ini tuh aku bahagia banget karena Abang lulus bahkan cumlaude mengalahkan ribuan orang. Tapi, kalau masalah tambahan boleh dibicarakan hehehe."


Lagi-lagi semua orang tertawa melihat tingkat keduanya. Bahkan Gibran pun itu tertawa.


*****


Semuanya sudah berkumpul di rumah Andra karena memang mereka mengadakan pesta kecil-kecilan di halaman rumah sebagai bentuk syukuran atas kelulusan Zero. Yang datang pun hanya keluarga besar Dirgantara saja karena Zero memang bukan tipe anak yang bisa nyaman di tengah kerumunan orang banyak.


"Setelah ini mau lanjut dimana?" tanya Andre kepada keponakannya tersebut.


"Di universitas" jawab Zero singkat.


"Nggak salah dong, kan Uncle bertanya seperti itu" ucap Zero segera membela diri sebelum melihat tanduk merah ada di atas kepala Uncle nya yang mempunyai sabar setipis tissue terkena air.


Andre hanya bisa menghela nafas berat. "Oke ralat, setelah ini mau lanjut di negara mana dan universitas apa? Sekalian dengan nama jalan kampusnya juga" ucap Andre dengan wajah kesalnya membuat semua orang tertawa.


Tidak ada yang bisa menahan tawa ketika melihat Andre dan Zero berdekatan karena keduanya memang tidak pernah bisa akrab sejak Zelo kecil.


"Nggak tau" jawab Zero singkat yang lagi-lagi menguji kesabaran Andre.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2