Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Bertengkar


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Arra berjalan cepat dengan air mata yang membasahi wajahnya melewati tangga darurat agar Andre maupun Andra tidak bisa mengejarnya


"Mengapa sakit sekali?" gumamnya pelan saat ia berhenti sebentar


Lalu Arra pun berjalan ke ujung ruangan dan menangis sesenggukan. Entah kenapa hatinya sangat sakit bahkan ia tidak tau apa yang ia tangisi sekarang


"Apa aku sudah jatuh hati terhadapnya?" lirih Arra pelan disela-sela isak tangisnya


"Ya Tuhan, aku takut sakitnya tidak berkurang" ucap Arra seraya memukul dadanya berkali-kali karena sakit yang ia rasakan hingga tiba-tiba


"Arra!!"


suara itu,


suara Andre.


Andre berlari cepat saat melihat Arra yang berada di ujung tangga darurat dengan tangan yang berkali-kali memukul dadanya membuat lelaki itu harus cepat merengkuh Arra kedalam pelukannya agar Arra berhenti menyakiti dirinya sendiri


"Hei, tenanglah. Aku ada disini" ucap Andre yang berusaha menenangkan Arra


"Andre, sa-sakit" lirih Arra pelan membuat Andre benar-benar tidak tega melihat gadis dihadapannya


Andre pun berusaha menenangkan Arra dengan segala cara seperti mengeratkan pelukannya, mengelus punggung Arra, dan mengelus pucuk kepalanya agar Arra bisa sedikit lebih tenang


"Sekarang, tarik nafas dan keluarkan dengan pelan"


Arra pun mengikuti apa yang diucapkan Andre hingga beberapa saat kemudian ia merasakan bahwa dirinya sudah lebih tenang


"Terima kasih" ucap Arra pelan seraya menatap Andre intens

__ADS_1


"Sekarang kita kembali ya, kita kembali ke ruangan ka Andra"


"Andre, aku--"


"Aku tau kau perlu penjelasan dari kak Andra begitu pun sebaliknya"


"Andre, aku ingin pulang"


"Ra, aku tidak bisa membiarkan kesalahpahaman terjadi pada kalian. Aku tau kau dan kak Andra sebelumnya sudah mengenal atau mungkin sedang menjalin hubungan" ucap Andre yang membuat Arra terkejut bukan main


"Jangan berbicara apapun lagi. Ayo sini kita kembali ke ruangan kak Andra"


Lalu Andre pun mengajak Arra untuk kembali ke ruangan Andra dengan pemilik ruangan yang sedang diam tanpa tau harus melakukan apa karena begitu banyak kemungkinan yang ada di pikirannya.


Ruangan Presdir


Seperti saat pertama masuk tadi, lagi-lagi Andre tidak mengetuk pintu dan langsung masuk kedalam ruangan membuat Andra sedikit terkejut namun tak ada satupun ucapan yang keluar dari mulutnya


Tatapannya hanya tertuju pada Arra yang sedang menunduk


"Kak Andra, jelaskan sekarang" ucap Andre yang membuat Andra menatapnya heran


"Aku tau bahwa kak Andra dan Arra menjalin hubungan"


Deg.


"Andre--"


"Aku tau dari tatapan kalian" ucap Andre santai setelah memotong pembicaraan Andra


"Jangan egois, jelaskan saja apa yang terjadi dan jangan membuat sahabatku menangis, kak"


"Cih, sahabat? Bukannya kalian berselingkuh?" ucap Andra yang membuat Andre maupun Arra sangat terkejut


"Apa--"


"Untuk apa kalian selalu bersama jika kalian tidak berselingkuh? Bahkan Andre mengatakan bahwa dirinya menyukai Arra"

__ADS_1


"Kak Andra!"


"Maaf, Pak Andra yang terhormat. Apa saya terlihat begitu murahan dimata anda? Setelah mendapatkan anda, saya akan mendekati adik anda, seperti itu? Jika karena kebersamaan saya dan Andre bisa anda simpulkan sebagai perselingkuhan lalu bagaimana dengan dua orang yang berada di sebuah ruangan yang sepi dan wanita nya bahkan mengelus dada hendak membuka kemeja si pria? Apakah saya juga bisa simpulkan sebagai perselingkuhan? Maaf sepertinya saya yang kurang ajar dan tidak tau diri karena sudah menaruh hati pada seorang pria yang bahkan berbeda jauh dari saya. Permisi"


Dengan perasaan campur aduk, Arra pergi dari ruangan Andra membuat sang pemilik ruangan mematung mendengar ucapan yang keluar dari mulut gadis kecilnya hingga suara Andre membuat kesadarannya kembali


"Puas? Kak Andra bisa tidak jangan menyimpulkan sesuatu yang bahkan kak Andra sendiri tidak bisa memastikan itu?"


"Apa--"


"Perlu ku jelaskan mengapa aku mengatakan bahwa aku menyukai Arra didepan wanita murahan itu? Itu karena aku tau bahwa kak Andra tidak pernah berani mengatakan bahwa Arra itu milik kak Andra kan?!


Apa kak Andra tau mengapa aku membawa Arra kemari? Aku hanya ingin menenangkannya kak karena aku tau tenangnya Arra ada pada kak Andra!!


Apa kak Andra tau bagaimana menyedihkannya tatapan gadis mu saat ia di bully di sekolahnya? Aku kemari untuk meminta kak Andra menyelesaikan itu karena Arra sering di bully oleh Viona, kak!! Viona anak rekan kerja kak Andra, bukan?! Aku kemari agar kak Andra bertindak terhadap apa yang membuat orang tersayang mu dalam bahaya!!


Atau, apa kak Andra sadar bahwa kekasih mu memiliki anxiety disorder dan panic attack?" ucap Andre yang membuat Andra terkejut bukan main


"Respon kak Andra ku anggap bahwa kak Andra tidak menyadarinya. Aku tau itu bukan karena Arra memberi tahu kepadaku. Bukan.. Aku tau itu karena aku bisa melihat tatapan ketakutan itu, tatapan yang mengatakan bahwa dirinya tidak tenang, tatapan yang mengatakan bahwa dirinya butuh pelukan"


"Andre--"


"Aku belum selesai berbicara"


"Jika ditanya mengapa aku terlalu memperhatikan Arra, jawabannya jauh dari kata aku menyukainya. Tidak. Perasaan ku hanya sebatas perasaan aku menganggapnya seperti adik perempuanku, gadis kecil yang membutuhkan tangan untuk digenggam, gadis kecil yang terlalu takut dengan dunia luar dan gadis kecil yang menyimpan rapat semua kesakitan nya."


"Aku tidak pernah memikirkan bahwa aku menyukai Arra sebagai seorang perempuan. Karena aku menyukai nya sebagai seorang adik, perasaan ku sangat tulus terhadap satu-satunya perempuan yang tidak mendekati ku karena harta dan kekayaan. Tapi perempuan yang melihatku sebagai sosok Andre manusia biasa yang butuh teman cerita."


"Saran ku, jika kak Andra cemburu terhadapku atau masih kesal karena kedekatan kami, jangan mencari Arra karena percuma jika kak Andra bahkan belum bisa mengontrol emosinya. Aku permisi dan ku pastikan akan mengetuk pintu sebelum masuk agar tidak terjadi hal memalukan seperti tadi"


Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Andre pamit pergi dari ruangan Andra menyisakan sang pemilik ruangan yang terdiam seribu bahasa setelah tau fakta-fakta yang terjadi kepada kekasihnya


Ya Tuhan, aku bahkan tidak pantas untuk disandingkan dengan manusia spesial seperti Arra. Aku benar-benar merasa tidak pantas bersamanya. Sayang, maafkan Mas Andra. Maaf jika Mas menyakitimu.-Andra


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2