Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Pergi


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađŸ„°đŸ˜...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading GuysđŸ„°đŸ˜˜!!!!


*****


Arra berjalan menuju kamarnya untuk bersiap. Setelah beberapa saat kemudian, ia keluar dengan menggunakan gaun yang sangat indah berwarna cream dengan heels yang tidak terlalu tinggi. Pakaian yang Andra bawa dan yang harus ia kenakan malam ini


“Dia ingin mengajakku kemana?” gumam Arra pelan seraya menatap pantulan dirinya di cermin


Tak berapa lama, Arra keluar rumah mendatangi Andra yang sudah sejak tadi menunggunya


“Mas?”


“Mas Andra?”


“Mas?”


Arra memanggil Andra berkali-kali hingga lelaki tersebut kembali ke alam sadarnya


“Eh?”


“Kenapa, Mas? Arra jelek, ya?”


“Kau sangat cantik, Sayang. Hingga Mas lupa berkedip”


“Jangan menggoda, Arra”


“Hei, itu benar. Tanya saja pada Ibu”


“Iya, nak. Kau sangat cantik bahkan Ibu hampir tidak mengenalmu” ucap Ibu Dian tersenyum tipis


“Apa Mas Andra memberikan uang kepada Ibu?” tanya Arra penuh curiga


“Hei, kau selalu berpikir negatif tentang Mas” ucap Andra dengan raut wajah kesal membuat Arra dan Ibu Dian tertawa


“Ibu, Andra permisi izin membawa putri Ibu yang sangat cantik, ya” ucap Andra meminta izin kepada Ibu Dian


“Silahkan, Nak”


“Baiklah, Tuan Putri. Saatnya menuju mobil” ucap Andra tersenyum tipis seraya mengulurkan tangannya dan disambut oleh Arra


“Kami pergi ya, Bu”


“Berhati-hatilah di jalan” ucap Ibu Dian tersenyum.


*****


Sepanjang perjalanan, Andra enggan untuk melepaskan genggaman tangannya dari Arra membuat gadis itu menatapnya heran


“Mas, aku nggak kabur kok” ucap Arra terkekeh


“Mas hanya takut kau akan tiba-tiba melompat dari mobil” ucap Andra tertawa


Plakkk


“Aw”


“Lagian Mas ngeselin tau” ucap Arra seraya mengerucutkan bibirnya


Cup.


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Andra dengan cepat mengecup pelan bibir sang kekasih membuat Arra melotot kearahnya


“Mas”

__ADS_1


“Apa, Sayang?” ucap Andra terkekeh pelan


“Dasar duda aneh” gerutu Arra kesal membuat Andra seketika tertawa hingga gelak tawanya memenuhi mobil


“Mas, kita mau kemana?” tanya Arra saat Andra sudah berhenti tertawa


“Ada deh, rahasia”


“Mas, jangan pergi ke pesta atau keramaian ya?” pinta Arra tiba-tiba yang membuat Andra menatapnya heran


“Kenapa, Sayang?” tanya Andra yang penasaran dengan alasan sang kekasih


Arra terdiam sejenak seraya menghembuskan nafas berat. “Hanya saja, Arra nggak mau Mas ketahuan sedang bersama Arra”


Andra yang mendengar itu sempat terdiam, lalu tak berapa lama ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi membuat Arra bertanya-tanya kenapa kekasihnya menghentikan mobil di pinggir jalan


Andra menatap Arra dengan lekat, tak lama kemudian ia menangkup wajah yang sedang menunduk itu. “Kenapa tiba-tiba mengatakan itu, Sayang?”


“Mas, apa Arra boleh berbicara sesuatu?” tanya Arra yang menatap Andra


Sangat sopan sekali, bahkan hendak berbicara pun meminta izin dahulu.-Andra


“Silahkan, Sayang”


“Mas, maaf jika Mas merasa tersinggung karena ucapan Arra tapi sungguh Arra hanya ingin mengutarakan perasaan Arra tanpa ingin menyakiti perasaan Mas. Sejujurnya Arra sangat takut jika harus keluar berdua dengan Mas maupun bertiga dengan Zero. Arra mungkin terlihat sangat kekanak-kanakan karena masih memikirkan bagaimana tanggapan orang-orang, namun Arra hanya takut jika tanggapan orang-orang merusak nama baik Mas. Mas sudah terkenal di kota ini hingga semuanya mengenal Mas. Arra hanya takut jika ada orang lain yang akan melihat kita bersama, media pasti heboh lalu membuat berita yang berbeda dari faktanya sehingga Mas Andra harus menanggung semuanya sendiri”


Ada rasa lega dalam hati Arra saat ia sudah menjelaskan kepada Andra apa yang ia rasakan selama ini. Melihat Andra yang hanya diam dan tak merespon, Arra kembali berbicara


“Mas, sungguh Arra minta maaf jika ucapan Arra membuat Mas Andra merasa nggak enak dan tersinggung. Arra nggak malu jalan berdua dengan Mas ataupun bertiga dengan Zero, bahkan Arra sangat senang karena merasa seperti keluarga kecil. Namun, Arra hanya takut jika hal itu membuat nama baik Mas Andra rusak”


Terlihat bibir yang terangkat saat Arra sempat menyebut bahwa dirinya senang jalan bersama Andra hingga merasa seperti keluarga kecil yang bahagia


Arra yang menatap Andra yang sedang tersenyum sendiri pun heran hingga dengan berani ia menempelkan punggung tangannya pada dahi Andra. “Nggak panas tapi kenapa Mas aneh sekali?”


“Hah?”. Andra mengerutkan keningnya heran


“Sakit? Mas nggak sakit, Sayang. Boleh Mas merespon apa yang kau katakan tadi?”


Arra mengangguk pelan


“Sayang, dengarkan Mas ya, Mas nggak peduli dengan apa yang dikatakan orang-orang bahkan jika ada berita yang keluar tentang Mas denganmu, Mas benar-benar nggak peduli karena kenyataannya kita sedang menjalin hubungan, kan? Mas yang akan urus semuanya, tugasmu hanya menghabiskan waktu untuk Mas”


“Nggak ah”


“Hei kenapa begitu?”


“Arra mau sama Zero aja”


“Sayang”


“Hahaha”


*****


“Mas heh berhenti hahaha aduh Arra sakit perut”


Arra berkali-kali memohon pada Andra untuk berhenti menggelitiknya namun Andra seakan tuli dan tak mendengar apa yang diucapkan oleh sang kekasih


“Mas tolong hentikan hahaha maaf Arra janji nggak nakal hahaha aduh Mas”


Seketika tangan Andra berhenti menggelitik perut sang kekasih lalu menatapnya lekat. “Nyerah hm?”


“Mas benar-benar seperti om pedo”


“Heh”


Arra seketika tertawa. “Hahaha nggak Mas nggak, Arra bercanda”

__ADS_1


“Makanya jangan nakal”


“Arra nggak nakal, Mas yang nakal” gerutu Arra dengan kesalnya


Cup.


“Mas nakal kenapa, Sayang?”


“Tuh kan baru aja dibilang”


“Apanya?’


“Mas, Mas nggak sadar kalau Mas seakan sedang melecehkan anak dibawah umur?”


“Hei, kau kan sudah 18 tahun”


“Tapi Mas tua”


“Astaga”


“Benar, kan? Arra benar-benar seperti berhubungan dengan om pedo” gumam Arra pelan membuat Andra menatapnya kesal


“Tapi Mas--“


“Tapi apa?”


“Tapi nggak masalah, yang penting sugar daddy”. Arra mengedipkan sebelah matanya membuat Andra tertawa seketika


“Jika kau menyebut Mas sugar daddy, lalu kenapa nggak mau terima kartu dari Mas?”


“Hei, nggak-nggak, Arra nggak mau”


“Kenapa?”


“Mas, kita kan masih berpacaran jadi bukan tanggung jawab Mas untuk menafkahi Arra”


“Tapi kau kan calon istri Mas”


“Masih belum juga, kan? Lebih baik uangnya ditabung, Mas”


“Sudah, sisanya untukmu”


“Arra tabung aja ya?”


“Hei, gunakan untuk membeli keperluan mu”


“Nggak, Mas”


“Astaga, keras kepala.”


*****


Setelah berdebat cukup lama dengan Arra yang tetap kekeh tidak ingin menerima uang atau kartu atm dari Andra, akhirnya mobil kembali melaju ke tempat yang sudah disiapkan. Tak lama kemudian, mobil pun berhenti di sebuah taman yang sepi membuat Arra lagi-lagi bertanya kemana ia akan dibawa oleh sang kekasih


“Mas--“. Belum sempat Arra melanjutkan ucapannya tiba-tiba ia melihat Andra yang dengan cepat keluar lalu memutari mobil untuk membuka pintunya


“Silahkan, Tuan Putri”. Arra terkekeh pelan melihat sang kekasih


“Terima kasih. Astaga, kita ngapain disini Mas?”


“Ayo”. Andra mengajaknya semakin masuk ke dalam taman, Arra benar-benar tak mengerti akan dibawa kemana oleh sang kekasih, hingga tiba-tiba


“Astaga”


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2