
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Masih di Toilet Wanita
Setelah cukup lama bergelut dengan pikirannya, akhirnya Arra keluar dari toilet dengan menggunakan kemeja yang masih sedikit basah karena sudah hampir 15 menit dirinya ketinggalan pelajaran
Arra berjalan cepat menuju kelasnya, namun saat hendak masuk ruangan tiba tiba kaki nya tersandung sesuatu yang membuatnya terjatuh dan ditertawakan oleh anak anak yang lain sehingga Arra lagi lagi harus menahan malu
Saat hendak berdiri, tiba tiba terlihat sepasang kaki berdiri dihadapannya dengan mengulurkan tangan kepadanya hingga membuat Arra mendongak dan menatap jelas lelaki dihadapannya
Andre Dirgantara, teman sekaligus adik kandung Andra
"Arra"
Sesaat Arra melamun hingga suara berat Andre membuyarkan lamunan nya
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Andre yang sudah berjongkok di hadapan Arra
"Andre" panggil Arra dengan suara bergetar
Seakan tau bahwa gadis dihadapannya sedang ketakutan, Andre pun berdiri dan
"Apa yang kalian lihat? Pergi dari sini" suara berat nya menggema di koridor sekolah membuat semua siswa meninggalkan tontonan gratis itu
Andre pun segera berjongkok kembali di hadapan Arra dan memegang pundaknya lalu tersenyum
"Kemari lah, pegang tanganku" ucap Andre tulus memberikan keberanian untuk Arra menggenggam tangannya dan berdiri bersama
Andre pun mengajak Arra untuk berjalan menuju UKS karena melihat kaki Arra memerah.
*****
Ruang Unit Kesehatan Sekolah
Andre dengan tekun mengobati kaki Arra yang memerah akibat tersandung di depan kelas tadi sedangkan Arra hanya diam tanpa banyak berbicara
Dipikirannya sekarang hanya bagaimana cara agar Andra tidak mengetahui bahwa dirinya korban bully dan kekerasan di sekolah karena sekarang dihadapannya adalah adik kandung dari Andra
"Ra". Diam
"Arra". Diam
"Arra, apa kau sedang melamun?" tanya Andre seraya menggoyangkan lengan Arra sehingga membuat gadis itu tersentak dari lamunannya
"Astaga maafkan aku"
"Tidak masalah, apa yang kau pikirkan?"
"Andre"
"Ya?"
"Mengapa kau tiba tiba ada disekolah ku?"
"Aku menghampiri kepala sekolahnya"
"Kau mengenalinya?"
"Kerabat dekat" ucap Andre singkat yang membuat Arra membulatkan matanya
__ADS_1
"Andre, bisakah aku meminta satu hal?" tanya Arra ragu
"Katakanlah"
"Apa kau bisa merahasiakan semua ini? Anggap saja kau tidak pernah tau tentang ini"
"Kau gila? Tentu saja aku akan melaporkan kepada kepala sekolah tentang ini. Kau korban kekerasan, Arra"
"Tidak, tolong hentikan. Aku baik baik saja"
"Sudah berapa lama?" tanya Andre yang menatap Arra lekat sedangkan gadis yang ditatap hanya menunduk diam
"Diam mu maka ku anggap bahwa ini sudah sering terjadi"
"Tidak--"
"Kau tidak pernah melawan?"
Lagi lagi Arra hanya menunduk diam seolah olah sedang di interogasi
"Oke, kau tidak pernah melawan. Lalu jika aku bertanya alasan mereka melakukan itu padamu?"
"Ka-karena aku anak yatim"
"****!! Itu bukan alasan yang masuk akal" ucap Andre sedikit meninggikan suaranya
Hari ini Arra mengetahui fakta bahwa dingin dan emosi Andra menurun kepada sang adik
"Andre, aku mohon jangan lakukan apapun"
"Kau takut mereka akan lebih menyiksa mu?"
Arra mengangguk pelan
"kakakku" yang jelas jelas itu adalah kekasih Arra yaitu,
Andra Dirgantara.
Sontak Arra menatap Andre dengan wajah terkejut
"Tidak, jangan lakukan itu" ucap Arra sedikit meninggikan suaranya
"Kau mengenali kak Andra?" tanya Andre curiga
Dengan cepat Arra menggeleng kepalanya namun tidak membuat kecurigaan Andre menghilang
"Baiklah. Sekarang aku akan mengantarmu pulang. Apa kau bisa berjalan?"
"Pulang? Jam pulang ku masih lama, Andre"
"Kau tidak mungkin masih berada di sekolah dengan kaki yang terluka, Arra"
"Tidak, aku masih bisa berjalan dan akan kembali ke kelas" ucap Arra yang berusaha untuk turun namun Andre dengan sigap menahannya
"Jangan bodoh" ketus Andre kesal lalu menggendong tubuh Arra dan membawanya menuju parkiran membuat gadis itu sempat melamun beberapa saat
"Andre, lepaskan" teriak Arra saat dirinya sadar bahwa tubuhnya sekarang berada di pelukan Andre
"Diam atau aku akan mencium mu didepan banyak orang" ancam Andre yang sukses membuat Arra langsung menutup mulutnya rapat-rapat
Hahaha polos sekali.-Andre
"Teman tidak bisa berlaku seenaknya" geram Arra menatap Andre dengan kesal sedangkan yang ditatap hanya terkekeh pelan
Saat sedang berjalan menuju parkiran, tiba-tiba Arra melihat begitu banyak siswa yang masih berkumpul sehingga dirinya meminta Andre untuk menurunkannya agar tidak terjadi berita yang tidak-tidak lagi
__ADS_1
"Kau ingin aku mencium mu?" tanya Andre tersenyum tipis
Senyum yang membuat Arra bergidik ngeri lalu menatap Andre dengan kesal
"Dasar pengancam. Kau tidak berpikir bagaimana tanggapan orang orang melihatmu menggendongku seperti ini?" tanya Arra dengan kesal
"Aku tidak perduli"
"Ter--"
"Oh jadi sekarang setelah mendapat om-om incarannya pewaris kedua DGroup?"
tiba-tiba terdengar suara seseorang yang berjalan mendekati mereka
"Gadis licik dengan siasat polosnya mendekati orang kaya"
Siapa lagi kalau bukan Viona yang sejak tadi menatap mereka jadi kejauhan
Arra hanya diam tanpa berani mengatakan apapun
"Apa yang kau lihat darinya? Dia hanya sampah" ucap Viona kepada Andre yang tetap fokus berjalan menuju mobil
"Mending kau denganku daripada dengannya. Dia itu simpanan om-om"
"Berhentilah berbicara, mulutmu bau" ucap Andre dingin membuat langkah Viona terhenti lalu menatapnya kesal
"Kau akan menyesal menolak ku" teriak Viona dengan emosi.
*****
Di dalam Mobil
"Terima kasih"
"Dia tidak pernah sikat gigi atau bagaimana? Mengatakan bahwa kau sampah sedangkan mulutnya saja melebihi bau sampah" ucap Andre kesal membuat Arra menatapnya lekat
"Jangan menatapku jika kau tidak ingin jatuh cinta"
"Andre, jangan libatkan dirimu dengan masalahku. Viona bermasalah hanya denganku jadi aku tidak ingin kau melibatkan diri"
"Oh jadi namanya Viona? Nama saja cantik tapi wajahnya seperti nenek lampir"
"Andre.."
"Diam, aku sedang emosi"
"Tidak, Andre dengarlah. Tolong jangan libatkan dirimu"
"Kau bodoh atau bagaimana? Aku melihat temanku korban kekerasan lalu bagaimana bisa aku menutup mata seolah tidak terjadi apa-apa?"
"Aku tidak ingin kau terlibat"
"Kau temanku jadi apapun yang terjadi denganmu itu akan menjadi tanggung jawabku"
"Kau bukan wali ku, Andre"
"Jika kau mau, aku bisa menjadi wali mu"
"Jangan gila."
*
*
*
__ADS_1