Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Kebenaran


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


“Mereka.. mereka yang membuat kau harus berakhir disini.”


Deg.


Arra terdiam, dirinya benar-benar tidak mengerti bagaimana bisa semuanya terjadi.


“Nak, pelaku yang menabrak keluarga mu adalah Nyonya Besar dari Dirgantara Group..”


“A-apa?!”


Lalu Ibu Rina mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.


“I-ini apa, Bu?” tanya Arra yang semakin bingung.


Ibu Rina menghela nafas berat sebelum menjelaskan semuanya. “Ini pita yang Ibu temukan di tempat kejadian, milik Nyonya Besar. Semua orang tau bahwa pita tersebut sangat langka dan Nyonya Besar selalu menggunakannya saat acara penting” ucap Ibu Rina seraya memberikan sebuah foto kebersamaan Ketua dan Nyonya Besar di sebuah acara dan benar saja, saat itu Nyonya Besar sedang menggunakannya.


Arra hanya diam tanpa tau harus merespon bagaimana. Sungguh, hatinya sudah sangat terlalu sakit dengan fakta yang baru saja terbongkar. Ia selama ini selalu menyalahkan dirinya sendiri karena kecelakaan tersebut tanpa tau bahwa semuanya memang dipalsukan.


Yang Arra ketahui selama ini adalah penyebab kecelakaan keluarganya karena menghindar dari truk yang melaju ke arah mobil sehingga menabrak pembatas jalan dan menewaskan seluruh keluarganya. Namun, fakta yang terbongkar benar-benar membuatnya tidak percaya, ternyata keluarganya adalah korban kecelakaan yang entah disengaja atau tidak.


Apa ia pantas menyalahkan Nyonya Besar atas semuanya? Kecelakaan beberapa tahun yang lalu yang sengaja ditutup agar tidak merusak citra nama baik keluarga dan perusahaan namun membuat korban merasa sungguh tidak adil.


Saat sedang berperang dengan pikirannya, ponsel Arra berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Andra. Arra hanya diam namun air matanya kembali mengalir dengan deras saat ia menatap layar ponselnya.


Ibu Rina yang melihat hal itu pun dengan segera menggenggam tangan Arra. “Ibu hanya tidak ingin kau terluka jika kau berhubungan dengan mereka yang membunuh bahkan menutupi kebenaran dari kecelakaan keluargamu” ucap Ibu Rina pelan.


“Ah..”. Arra menghapus air matanya dengan kasar.


Tatapannya tertuju pada foto Ketua dan Nyonya Besar. “Mengapa dunia sangat kejam..? Arra bahkan belum mempunyai kenangan yang sangat cukup dengan mereka” ucap Arra tersenyum tipis.

__ADS_1


Senyuman yang menandakan bahwa dirinya sudah sangat sakit sekarang. Sungguh, ia bahkan masih bisa tersenyum dan berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja namun hatinya dan air matanya tak bisa berbohong.


Apa kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan?-Arra.


Ibu Rina hanya diam menatap Arra dengan sendu.


Ibu hanya bisa berdoa agar kau selalu bahagia.-Ibu Rina.


*****


Andra sedang berada di kantornya karena masih mengerjakan beberapa hal, namun pikirannya tiba-tiba kosong ketika calon istrinya tidak mengangkat panggilannya beberapa kali membuatnya berpikir keras ada apa dengan calon istrinya dan apa kesalahannya sehingga membuat Arra tak ingin mengangkat ponselnya beberapa kali.


“Ada apa, Pak?” tanya Leo heran ketika mendengar Andra menghela nafas berkali-kali.


Andra menatap Leo yang baru saja masuk ke ruangannya. “O, ada apa dengan Arra?” tanya Andra mengerutkan keningnya seraya tangannya masih menggenggam ponsel yang masih menyala.


Bagaimana aku bisa tau apa yang terjadi dengan Arra?-Leo.


Leo hanya diam namun pikirannya melayang kemana-mana.


“Bapak gila? Bagaimana saya bisa tau apa yang terjadi dengan Arra? Bukannya Pak Andra yang selalu mengawasi Arra selama kembali dari rumah tersembunyi itu?” tanya Leo seraya sedikit menyindir tentang kejadian beberapa waktu yang lalu.


Andra hanya diam seraya menggaruk tengkuknya tersenyum canggung menatap Leo yang juga menatapnya tajam.


“Memangnya ada apa dengan Arra?” tanya Leo yang membuat Andra segera memperlihatkan layar ponselnya.


Leo mengerutkan keningnya heran. “Hanya karena tidak mengangkat panggilan beberapa kali?” tanya Leo yang membuat Andra mengangguk.


“Mungkin saja sedang sibuk mengurus anak-anak di panti” ucap Leo santai.


“Bagaimana jika ada sesuatu yang terjadi padanya?” tanya Andra mengerutkan kening.


Leo menghela nafas berat. “Terlalu khawatir juga tidak baik dalam hubungan. Jika penasaran, mengapa Pak Andra tidak pergi menemuinya?”


Andra mengangguk pelan. “Baiklah.”


*****

__ADS_1


Arra masih enggan untuk beranjak dari ruang tamu seraya tangannya masih menggenggam erat foto keluarganya saat mereka masih bersama. Sungguh, tangisan Arra membuat semua orang yang mendengarnya akan menatapnya dengan tatapan penuh sendu. Arra bahkan tidak menyadari bahwa malam semakin larut dan air matanya pun sudah mengering.


“Nak, tidurlah disini. Ibu sudah memberitahukan kepada Ibu Dian” ucap Ibu Rina seraya menatap Arra yang masih dipenuhi rasa penyesalan.


Bertahun-tahun ia harus hidup dengan rasa bersalah karena tak bisa melindungi keluarganya namun sekarang ia kembali harus hidup dengan rasa penuh penyesalan, penuh ketidakadilan dan penuh rasa bersalah karena tak bisa mengungkapkan kebenaran yang terjadi pada seluruh keluarganya.


“Ibu tidurlah dahulu, Arra akan menyusul nanti” ucap Arra tersenyum tipis.


Ibu Rina tak punya pilihan lain selain menuruti apa maunya Arra sehingga ia dengan berat hati pamit tidur meninggalkan Arra yang masih hanya diam.


*****


Andre mengemudikan mobilnya menuju rumah Ketua dengan kecepatan diatas rata-rata bahkan kuku tangannya memutih akibat memegang stir terlalu kuat.


“Shit! Mama benar-benar gila!” teriak Andre keras.


Tak lama kemudian, mobil Andre berhenti tepat di depan pintu utama rumah Ketua sehingga ia dengan cepat berlari memasuki rumah dan menemui Nyonya Besar yang ternyata sedang berada di dalam kamar utama bersama Ketua.


Andre masih mempunyai rasa sopan untuk tidak langsung masuk sehingga ia hanya menunggu di luar namun saat baru saja ia mendekati kamar, tiba-tiba terdengar suara pecahan seperti pecahan gelas yang dilempar dengan sengaja.


“Bagaimana kau bisa merusak citra dan nama baik keluarga dan perusahaan?!” teriak Ketua yang masih terdengar jelas oleh Andre.


Mendengar hal itu, Andre segera bersembunyi untuk menguping pembicaraan Ketua dan Nyonya Besar karena menurutnya hal ini benar-benar jarang terjadi mengingat Ketua yang tak pernah berlaku kasar pada istrinya.


“Sayang, maafkan aku.. Itu benar-benar sebuah kesalahan dan aku sudah menutupi semuanya” ucap Nyonya Besar yang membuat Andre semakin penasaran dengan apa yang terjadi.


Kesalahan apa yang diperbuat oleh Mama sehingga membuat Ketua marah?-Andre.


“Kau kira dengan menutupi semua kesalahan fatal itu bisa membuat korban memaafkan mu?! Kau sudah membunuh satu keluarga!”


Deg.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2