Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Mulai Kepo


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yaa😘!!!


Author sayang Readers🥰!!!


Happy Reading!!!


*****


Danau


"Dasar Bapak-Bapak tua, beraninya dia mengatakan bahwa aku nggak sopan padahal aku mengatakan yang sebenarnya" teriak Arra melampiaskan kekesalannya di sebuah danau yang ada di taman


"Aku bersumpah bahwa kau akan mengejar-ngejar cintaku bahkan jika perlu bersujud padaku, dasar duda keren tidak punya akhlak"


"Astaga, apa yang aku katakan? Mulutku benar-benar nggak bisa diajak kerjasama mentang-mentang Bapak itu masih tampan" gumam Arra lalu memukul mulutnya pelan


"Tapi aku benar-benar kesal padanya, dasar Bapak duren aneh"


Lagi-lagi Arra berteriak karena kesal dengan omongan Andra yang mengatakan bahwa dirinya tidak sopan


"Apa yang kau lakukan disini?"


Suara seorang laki-laki membuat Arra terkejut bahkan hampir menjatuhkan dirinya kedalam danau


"Hei bodoh, apa kau ingin mati konyol di danau ini?" ketus seorang laki-laki tersebut seraya menarik lengan Arra agar tidak jatuh ke dalam danau


"Terima kasih" ucap Arra ketus lalu pergi namun laki-laki itu menarik lengannya


"Hei, kita belum berkenalan"


"Untuk apa?"


"Astaga, bisakah kau tidak kesal pada ku? Kau kesal dengan seseorang tapi memarahi semua orang"


"Kau itu perempuan atau laki-laki sih? Banyak berbicara" gerutu Arra yang membuat laki-laki dihadapannya terkekeh


"Kenalkan aku Andre, kau siapa?"


"Arra"


"Kau tidak sekolah?"


"Jika aku sekolah untuk apa aku kemari?"


"Kau bolos ya?"


"Heh, jangan berbicara yang aneh-aneh, aku tidak bolos"


"Lalu?"


"Diskors"


"Pasti karena kau nakal"


"Apa wajahku terlihat seperti perempuan nakal?" gerutu Arra yang membuat Andre tertawa seketika


"Hahaha...Wajah kesal mu sangat menggemaskan" ucap Andre disela-sela gelak tawanya


"Oh iya, apa kau mau berteman denganku?"


"Kita baru saja bertemu, bagaimana bisa kau mengajak ku berteman?"


"Tentu saja bisa, aku ingin berteman denganmu"


"Mengapa kau sangat ingin berteman denganku?"


"Kau berbeda dari perempuan di sekolahku. Mereka mendekatiku karena menyukaiku, mereka mengejar-ngejar ku disekolah dan mengganggu ku, bahkan aku sering bolos sekolah karena mereka selalu mendekatiku" ucap Andre yang membuat Arra melotot kearahnya


"Dan sekarang kau bolos?" tanya Arra terkejut

__ADS_1


"Ya begitulah, wajah tampan bisa menyiksa ku juga"


"Sombong sekali" ketus Arra mendengus kesal


"Arra, ayo ikut bersamaku"


"Kau ingin menculik ku?" tanya Arra dengan wajah polosnya membuat Andre mendengus kesal


"Aku ingin mengajakmu ke kedai ice cream bodoh"


"Kau mengajakku berteman tapi menyebutku bodoh"


"Hahaha...Maafkan aku"


"Tidak"


"Akan ku traktir ice cream sepuas mu"


"Kau serius?" tanya Arra dengan mata berbinar


"Tentu saja serius" ucap Andre terkekeh pelan


"Ayo" ajak Arra yang bersemangat tanpa sadar sudah menarik Andre menuju kedai ice cream yang tak jauh dari danau.


*****


Ruangan Presdir


"Selamat siang Pak, saya ingin mengingatkan jadwal Bapak sore nanti akan berkunjung ke hotel yang sedang dibangun"


"O, apa Arra marah?" tanya Andra pelan yang membuat Leo menatapnya heran


Sejak kapan Andra jadi tidak fokus bekerja karena memikirkan seorang wanita? Bahkan saat masih bersama Tania dulu, Andra tidak pernah tidak fokus bekerja


Apa Pak Andra mulai menyukai Arra?-Leo


"Mungkin saja Pak, ucapan Bapak sungguh keterlaluan" ucap Leo santai yang membuat Andra menatapnya tajam


"Hei Sayang, ada apa? Mengapa jagoan Papi menangis?" tanya Andra yang sudah berjongkok dihadapan Zero


"Mami....Mami" lirih Zero disela-sela isak tangisnya membuat Andra terdiam seketika


Zero, bagaimana bisa dia sudah mulai tergantung dengan Arra?-Andra


"Sayang, sini peluk Papi dulu" ucap Andra merentangkan tangannya lalu Zero pun memeluknya erat


"Gimana tidur Zero nyenyak dikamar Papi?" tanya Andra saat dirinya sudah menggendong Zero yang menyembunyikan wajahnya di bahu Papi nya


"Papi, Papi, dimana Mami?" tanya Zero lalu menatap Andra dengan tatapan sendunya


"Mami sedang sibuk, Sayang"


"Zelo ditinggal Mami?"


Seketika tangis bocah itu terdengar nyaring hingga membuat hati Andra perih


"Sayang, dengarkan Papi ya"


"Da, Zelo mau Mami. Zelo da mau dengal Papi"


"Sayang, Mami kan sedang sibuk bekerja dan sekolah"


"Papi?"


"Ya, Sayang kenapa?"


"Mami da bica ya tinggal cama kita?"


"Sayang, Mami kan masih sekolah jadi belum bisa tinggal bersama kita"

__ADS_1


"Jadi kalau Mami cudah da cekolah, boleh ya tinggal cama kita, Pi?"


"Ehm boleh Sayang" ucap Andra pelan yang membuat Zero senang bukan main


"Papi celius?"


"Iya Sayang, Papi serius. Nanti kita ajak Mami tinggal sama kita ya, sama Zero dan juga sama Papi" ucap Andra tersenyum


Sedangkan Leo yang mendengarnya sangat terkejut hingga berpikir keras apa ini hanya akal-akalan Andra untuk menenangkan Zero saja atau memang dia ingin menikahi Arra? Jika memang benar Andra hanya berbohong untuk membuat Zero senang, apa dia tidak ingat bahwa Zero anak yang pintar yang akan selalu menagih janji orang yang pernah berjanji kepadanya


"Papi, Zelo mau nonton tobot" ucap Zero lalu mengangkat kedua tangannya meminta ponsel Andra


"Ini, Sayang"


Andra pun memberikan ponselnya dengan layar yang sudah menunjukkan room YouTube dimana Zero bisa memilih ingin menonton yang mana yang menurutnya seru


Zero pun berlari menuju sofa dan mulai mendudukkan dirinya seraya fokus menatap layar ponsel membuat Andra tersenyum melihat putranya


"Pak?" panggil Leo sopan


"Kenapa? Oh ya Leo tolong carikan semua tentang Arra dan berikan kepada saya dalam waktu dekat" ucap Andra yang membuat Leo menghela nafas berat


"Bapak sadar tidak dengan ucapan Bapak tadi?"


"Ucapan saya yang mana? Mencari tau tentang Arra?"


"Sebelumnya Pak"


"To the point saja Leo"


"Bapak berjanji pada Zero akan mengajak Arra tinggal bersama"


"Ya, terus?"


"Apa Bapak serius?"


"Entahlah, saya masih ragu. Ucapan itu spontan keluar dari mulut saya"


Katanya ragu tapi kok malah minta semua data tentang Arra?-Leo


"Bapak lupa Zero bisa menagih janji siapapun yang sudah berani berjanji padanya?"


"Hei jangan katakan itu, berdoa saja semoga Zero melupakan ucapan ku tadi" gerutu Andra menatap Leo tajam


"Memangnya kenapa Pak? Apa ada yang salah jika Bapak menikah dengan Arra?"


"O, kau sudah bosan bekerja?"


"Saya hanya bertanya, Pak"


"Status dan umur kami berbeda, O. Dia tidak akan mungkin bisa menerima saya yang seorang duda dengan perbedaan umur 12 tahun. Dia lebih pantas menjadi Kakak Zero daripada Mami nya"


"Kita tidak pernah tau takdir kan, Pak? Mencintai tidak diukur dengan status dan umur. Menurut saya, Arra gadis yang baik dan berhati malaikat, saya juga bisa melihat tatapan penuh kasih sayang saat dia bersama Zero. Jadi tidak salah jika Bapak ingin menikahinya. Zero juga memerlukan sosok seorang Ibu, Pak"


"Tumben kau pintar, O?"


"Saya makan nasi, Pak" jawab Leo datar yang membuat Andra tertawa seketika


"Apa ada yang aneh, Pak?"


"Bagaimana bisa kamu hidup tanpa ekspresi seperti itu?"


"Bapak tidak mengaca? Bukankah Bapak juga sama seperti saya yang tanpa ekspresi?"


"Sialan" ketus Andra yang membuat Leo terkekeh.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2