
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađ„°đ...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guysđ„°đ!!!!
*****
âWow, ternyata ada juga psikopat berstatus dudaâ
Ucapan Andre benar-benar membuat Andra naik darah sehingga dirinya berjalan mendekati Andre lalu menekan wajah sang Adik menggunakan bantal yang ada membuat Andre memberontak hingga suara mereka membangunkan Arra dan Zero
Arra menatap mereka dengan heran lalu tatapannya berubah menjadi tatapan kesal karena Zero yang terbangun dan tiba-tiba menangis membuat Andra dan Andre berhenti bertingkah lalu duduk diam dan menunduk di sofa dengan raut wajah seperti seorang anak yang sedang menunggu orang tua memarahinya
âLihat, Arra marah karena muâ
âTidak, Kak Andra yang duluan menutupi wajahku dengan bantal hingga membuat Arra terbangunâ
âTapi kau yang selalu mengejekku duda dan suara mu yang membangunkan Arra dan membuatnya marahâ
âBukannya status Kak Andra memang duda? Jadi terima saja jika aku mengatakan itu karena semuanya benarâ
âKau bi--â
Keduanya mendongak dan benar-benar terkejut bahkan Andra tak sempat menyelesaikan ucapannya karena melihat bantal melayang dan terjatuh tepat di kaki mereka yang saling menendang sejak berdebat tadi
Entah janjian atau bagaimana, keduanya kompak menatap Arra lalu tersenyum canggung seolah-olah sadar bahwa mereka sedang berdebat disaat Arra yang mulai menidurkan Zero yang tidak lagi menangis
Baik Andra maupun Andre tidak berani untuk sekedar mendekati Arra bahkan untuk berbicara pun mereka sangat takut karena melihat Arra yang benar-benar kesal dengan mereka
Kak Andra, minta maaflah atau kita akan dimakan singa betina.-Andre
**
Andre, bisakah kau berbicara dan meminta maaf lalu mengakui kesalahanmu? Kakak belum ingin mati diterkam.-Andra
Arra masih menatap keduanya tentu juga masih dengan tatapan kesal hingga akhirnya Andra bangun dari tempat duduk. Sebelum melangkah mendekat, Andra menghela nafas berat dan berdoa untuk keselamatannya
Aku tidak tau apakah setelah ini aku masih bisa bernafas dengan baik atau tidak. Tuhan, aku belum menikahinya masa harus mati duluan?-Andra
Andra berjalan mendekat hingga membuat Arra langsung membalikkan badan memunggungi nya dan memeluk Zero juga menutup mata seolah-olah sedang tidur
âSayang..â. Hening
âSayang, maafâ. Hening
Hari ini, ah bukan kemarin dan hari ini sepertinya aku benar-benar diacuhkan olehnya.-Andra
âMaaf, maaf karena Mas dan Andre yang ribut tengah malam dan nggak lihat jam membuatmu dan Zero terbangunâ. Hening
âSayang--â
âDiam. Aku sedang tidurâ
__ADS_1
Andra hampir saja tidak bisa menahan tawa mendengar ucapan Arra yang begitu menggemaskan menurutnya. Bagaimana bisa orang tidur harus bilang? Terlebih bagaimana bisa orang tidur bisa berbicara? Benar-benar membuat Andra ingin menerkamnya sekarang
Bahkan Andre yang duduk terdiam di sofa pun sampai harus menutup mulutnya agar tidak kelepasan tertawa karena tidak ingin Arra lebih kesal terhadap mereka. Sekuat tenaga ia menahan tawa hingga membuat wajahnya memerah
âBaiklah, kalau sedang tidur. Jangan lupa untuk bermimpi Mas, yaâ
Arra sontak membuka mata karena sadar bahwa apa yang dikatakannya tadi begitu tidak masuk akal, namun objek pertama yang ia lihat adalah wajah Andra yang tersenyum manis terhadapnya sehingga Arra lagi-lagi dengan cepat menutup mata bahkan menutupnya menggunakan dua tangan membuat Andra seketika terkekeh
âKenapa, Sayang? Apa sudah terbangun dari tidurnya?â
Andra bahkan terkekeh setelah mengatakan hal itu membuat Arra membuka mata dan menatapnya kesal
âIya sudah bangun karena kalian begitu berisikâ
âMaaf, Sayangâ
âMas, bisa nggak malam ini Arra kesal ke Mas?â
âNggak. Nggak bisaâ
âKenapa? Kan biar waktu kesal Arra bisa bertambah. Biasanya kan nggak sampai satu hari Arra nggak kesal lagi ke Mas tapi sekarang Arra mau coba sampai besok biar jadi waktu kesal terpanjangâ
Seketika gelak tawa terdengar karena baik Andra maupun Andre tak bisa lagi menahan tawa karena Arra yang mengatakan demikian terlebih dengan ekspresi wajah yang seperti anak kecil
Apa tadi? Waktu kesal terpanjang? Hahaha.. Astaga, Sayang.-Andra
**
Waktu kesal terpanjang?! Arra, kau mau ikut lomba atau bagaimana?-Andre
âIya-iya baiklah.. Jadi malam ini Mas nggak dimaafkan?â
âNggakâ
âAstagaâ
*****
Keesokan paginya, Andra mendapat telpon dari Galuh yang sejak tadi menelponnya berkali-kali hingga mungkin di panggilan ke-tujuh barulah Andra mengangkatnya itu pun karena paksaan Arra yang mengatakan siapa tau ada hal mendesak
âAda apa, Kak? Kak Galuh menganggu tidurku sajaâ
âKakak akan mampir ke rumah sakitâ
âBukannya Kak Galuh bekerja disini?â
âAh maksudku ingin mampir ke ruangan Arraâ
âTidak, jangan mengganggu waktu ku bersama dengan calon istri ku. Kak Galuh ingin-â
âKakak bersama Ayahâ
âKemari lahâ
__ADS_1
âHahaha--â
Karena kesal, Andra memutuskan panggilan secara sepihak lalu kembali duduk di kursi dekat ranjang rumah sakit dengan wajah kesal membuat Arra menatapnya dengan heran
âAda apa, Mas?â tanya Arra mengelus lengan Andra yang menggenggam tangannya
âKak Galuh menggangguâ gumam Andra pelan karena dirinya meletakkan wajahnya di ranjang rumah sakit namun tangannya enggan melepas genggaman tangan Arra
âKak Galuh mengatakan apa hingga menelpon berkali-kali? Apa ada masalah serius, Mas?â
âTidak ada, Sayang. Hanya saya Paman ingin menjenguk mu bersamaan dengan Kak Galuh yang akan berangkat kerjaâ
âPaman? Ayahnya Kak Galuh?â tanya Arra terkejut
Bagaimana tidak? Sejak ini dirinya tidak mengenal keluarga besar Andra karena yang ia kenal hanya Zero, Leo, Andre, dan Kak Galuh. Bertemu dengan Kak Galuh pun secara tidak sengaja saat dirinya memeriksa Zero yang sedang demam
âKenapa terkejut?â tanya Andra seraya mencium punggung tangan sang kekasih
Saat ini Andra berkuasa untuk menggenggam bahkan mencium punggung tangan Arra karena sejak pagi Zero sudah dibawa Andre kembali ke rumah dengan alasan menemani Uncle nya karena takut sendirian
âMas..Arra takut..Arra tidak pernah bertemu keluarga Mas selain Andre, Leo, dan Kak Galuhâ
âPaman nggak suka makan daging manusia kokâ
âBukan seperti itu, Masâ
âPaman juga bukan vampir yang bisa gigitâ
âMas-â
âPaman nggak akan berani menculik muâ
âMas, astagaâ
âHahaha..Hanya becanda, cantik. Katakan ke Mas, apa yang membuatmu takut bertemu Paman?â
âArra takut Ayahnya Kak Galuh akan membenci Arraâ lirih Arra pelan hingga membuat Andra membenarkan posisinya lalu menangkup wajah yang sedang menunduk itu
âSayang, Paman nggak punya akan untuk membenci muâ
âMas bahkan tau kita jauh berbedaâ
âLalu?â
âKeluarga Mas tidak akan pernah setuju dengan hubungan kitaâ
âLalu?â
âArra takut jika--â
Klekkk
*
__ADS_1
*
*