
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Mau bagaimana pun juga kita dulunya adalah pasangan yang saling mencintai."
"Huek."
Leo yang berjalan mendekat pun seolah-olah sedang mual ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut Tania.
"Ah, maaf. Saya akhir-akhir ini selalu merasa mual dan ingin muntah jika mendengar ucapan yang keluar dari mulut sampah seseorang. Silahkan dilanjutkan kembali."
Dengan santainya Leo duduk disebelah Andra lalu memesan minumannya membuat Andra menahan tawa melihat tingkah Leo sedangkan Tania sudah menatapnya dengan tatapan mematikan.
"Aku tidak punya waktu lama" ucap Andra yang membuat Tania segera menoleh kearahnya.
"Kau pasti tau alasan aku melakukannya ketika kau tiba-tiba meminta untuk bertemu seperti ini" ucap Tania tersenyum tipis.
"Memangnya ada alasan lain selain uang?" tanya Andra menatap mantan istri dengan tatapan tajam.
"Aku dengar, kau sudah menikah dan istri mu jauh lebih muda dari mu. Apa istri mu yang melarang ku untuk bertemu Zero?"
Andra terkekeh pelan. "Untuk apa aku mengizinkan mu bertemu Zero? Terakhir kali kau bertemu dengannya saja membuat alergi anakku menjadi kambuh."
"Dia juga anakku, Mas!"
Tania sedikit emosi ketika melihat Andra yang seolah-olah sedang bermain-main dengannya.
"Hei, jangan seperti itu. Siapa yang kau sebut Mas?" tanya Leo tiba-tiba.
"Bisakah kau diam sekretaris sialan?!" gerutu Tania dengan kesalnya karena Leo selalu saja menyela ketika ia berbicara.
"Sekretaris? Siapa yang kau sebut sekretaris? Aku disini sebagai teman Andra bukan sebagai sekretarisnya. Lagi pula untuk apa aku menjadi sekretaris saat bertemu denganmu? Oh, apa kau ingin bekerja di Dirgantara Group karena kurang uang? Kirimkan saja surat lamaran mu besok" ucap Leo santai seraya menikmati pesanannya.
Dan benar saja, kehadiran Leo benar-benar membuat Tania tersulut emosi.
"Kau—"
"Aku kemari bukan untuk mendengar kau dan Leo berdebat" ucap Andra dingin.
__ADS_1
Leo terkekeh pelan. "Mulutku memang tidak bisa diam jika mendengar mulut busuk orang-orang berbicara."
Tania menghela nafas karena ia sungguh emosi mendengar ucapan Leo namun ketika melihat tatapan Andra yang begitu tajam membuatnya tidak berani menanggapi ucapan Leo.
"Aku meminta hak sebagai ibu kandung Zero" ucap Tania santai seraya menyeruput secangkir teh pesanannya.
Andra mengerutkan kening. "Hak apa? Menafkahi mantan istri? Kau tidak lupa kan bahwa kita sudah bercerai? Lalu untuk apa aku harus menafkahi mu? Mengapa aku tidak menafkahi istri dan anakku saja?" tanya Andra heran.
"Aku sudah mempertaruhkan nyawa hanya untuk melahirkannya ke dunia."
"Sebentar."
Andra segera membenarkan posisi duduknya.
"Rumah, mobil, dan uang yang selalu kau minta selama ini. Apa semuanya masih belum cukup?" tanya Andra mengerutkan kening.
"Aku meminta uang bulanan karena mau bagaimana pun aku adalah ibu kandung Zero."
"Hei, kau sudah tidak menemukan atm berjalan lagi?" tanya Leo tertawa.
"Kau diam!"
"Astaga, apa kau harus melakukan hal yang sangat menjijikkan seperti ini karena tidak mendapat ide untuk melakukan apa lagi demi mendapatkan uang?"
"Katakan pada ku, peraturan pemerintah yang mana yang mengatakan bahwa mantan suami harus menafkahi mantan istri. Benar-benar aneh" gumam Andra pelan.
"Mas Andra tidak lupa dengan fakta bahwa aku ibu kandung Zero, kan?"
"Aku rasa kau pun tidak bodoh selama ini. Bagaimana bisa aku menafkahi mantan istri? Makanya katakan padaku bahwa peraturan pemerintah yang mana yang mengatakan hal tersebut."
"Ma—"
"Jangan membuat harga diri mu hancur, Tania!"
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Andra menyebutkan nama Tania dengan mulutnya sendiri.
"Sebenarnya aku malas untuk menjelaskan padamu tapi sepertinya memang kau harus diberikan penjelasan agar tidak semakin membuat dirimu malu. Pertama, kita sudah bercerai sangat lama dan hakim pun tidak mewajibkan ku untuk menafkahi mu setelah bercerai. Kedua, hak asuh Zero sudah ada di tangan ku dengan kata lain bahwa Zero sudah menjadi tanggung jawab ku, lalu apa aku harus memberikan uang bulanan kebutuhan Zero pada mu disaat Zero sudah ada bersama ku?. Ketiga, kau pun sudah tau bahwa aku sudah mempunyai istri dan memang kewajiban ku untuk menafkahi istriku. Lalu? Hak bagaimana lagi yang kau inginkan?"
Andra benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran mantan istrinya. Saat ini Tania benar-benar membuat harga dirinya jatuh dengan duduk dihadapan Andra dan meminta uang bulanan seolah Andra memang wajib menafkahinya.
*****
Saat ini Arra sedang menemani Zero untuk belajar bersama Mr.Eldo, karena sejak tadi pagi suhu tubuh Zero sudah kembali normal, hanya badannya yang masih bentol-bentol kecil.
__ADS_1
Sebenarnya, Arra sudah meminta Zero untuk izin hari ini mengingat dirinya yang masih lemas. Namun, bocah itu malah bersemangat untuk belajar dengan alasan bahwa ia sudah menunggu hari ini.
Kalian tau itu pelajaran apa? Bahasa Inggris.
"How are you today?" tanya Mr.Eldo saat ia baru saja tiba di rumah Andra.
Zero segera berlari kearahnya lalu mencium tangan gurunya. "I'm fine. How about Mistel Eldo?" tanya Zero bersemangat.
"I'm fine too" ucap Mr.Eldo tertawa.
Lalu, mereka pun mulai sibuk belajar dan melupakan Arra yang sejak tadi memperhatikan mereka.
Arra benar-benar kagum dengan kemampuan Zero yang melebihi kemampuan anak di usianya karena Zero benar-benar pintar. Apapun yang dijelaskan oleh Mr.Eldo langsung dimengerti olehnya.
Zero pun termasuk anak-anak yang cepat tanggap dan cepat mengerti sehingga Mr.Eldo tidak memiliki kendala saat mengajarinya.
"Mami, Mistel Eldo said that I am alleady good at English" ucap Zero dengan cadelnya membuat Arra tertawa.
"Really? Then, did Zero understand what Mr.Eldo said?" tanya Arra yang membuat Zero mengangguk cepat.
"I understand."
*****
Kembali pada suasana restoran yang begitu mencekam dengan perdebatan antara Leo dan Tania. Terlebih ketika Leo sudah tidak bisa menahan diri untuk mengontrol ucapannya.
Andra hanya bisa menghela nafas berat melihat kelakuan Tania yang benar-benar tidak tau malu seperti ini.
Beberapa kali ia memaksa Andra untuk selalu menafkahinya dengan alasan bahwa ia berstatus ibu kandung Zero, padahal dua tahun yang lalu sudah jelas-jelas hakim memutuskan bahwa Andra tidak diwajibkan untuk menafkahi Tania.
Lalu, bagaimana bisa Andra harus selalu menafkahinya? Bukan masalah uang, tapi ini pun untuk kebaikan rumah tangga baru Andra dan Arra. Apa yang dikatakan orang-orang jika mendengar Andra masih menafkahi mantan istrinya? Lalu, bagaimana dengan perasaan istri sahnya yang sekarang? Tania benar-benar aneh.
"Andra sudah berkali-kali mengatakan bahwa berikan padanya peraturan pemerintah yang mengatakan bahwa dirinya harus menafkahi mu" ucap Leo yang sudah tersulut emosi ketika mendengar hal yang tidak masuk akal dari mulut Tania.
"Zero bukan anak kandung mu" ucap Tania tiba-tiba.
Deg.
*
*
*
__ADS_1