Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Mulut Bocor Leo


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Zero bukan anak kandung mu" ucap Tania tiba-tiba.


Deg.


Andra menatap Tania dengan tatapan penuh arti.


"Aku tau" ucapnya santai.


Bukan Andra yang terkejut, malah Tania yang terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Andra.


"Kau kira aku tidak akan berpikir bahwa kau akan melakukan hal seperti ini untuk membuatku mengikuti ucapan mu? Zero anak kandung ku dan sampai kapan pun akan menjadi anak ku!"


"Aku bilang bahwa Zero bukan anak kandung mu!" ucap Tania penuh emosi.


Andra tertawa pelan. "Kau ingin mempermalukan diri lagi? Itu sama saja dengan mengatakan bahwa kau pernah tidur dengan lelaki lain saat masih menjadi istri orang" ucap Andra disela-sela gelak tawanya.


"Bukan kah kau tidak pernah tidur dengan lelaki lain ketika sebelum dan sesudah melahirkan Zero? Kau mulai menjadi gila saat Zero baru saja keluar dari rahim mu. Kau kira Andra akan percaya jika kau mengatakan bahwa Zero bukan darah dagingnya padahal jelas-jelas bahwa Zero adalah anak kandung Andra?! Kau ingin melakukan apa lagi, Tania?! Apa tidak cukup malu dengan semuanya sekarang?"


Leo pun kembali menanggapi ketika melihat Tania yang berusaha mencari cara agar Andra bisa mengikuti kemauannya.


"Astaga, bagaimana kau bisa menikahinya, Andra?" tanya Leo menatap Andra dengan tatapan tidak percaya.


Andra hanya diam tidak ingin menanggapi ucapan Leo.


"Jadi bagaimana? Apa kau tidak bisa memberikan uang bulanan wajib kepada ibu kandung dari anakmu?" tanya Tania sekali lagi memastikan.


Ini Tania minta di santet atau gimana sih? Author aja emosi..


"Bukankah kau bilang Zero bukan anak kandung Andra? Lalu, untuk apa lagi kau meminta hak sebagai ibu kandung padanya? Mengapa tidak meminta pada yang menanam bibit padamu sehingga menghasilkan Zero saja?!"


Setelah mendengar ucapan Leo, Tania segera pergi tanpa mengucapkan apapun tentu saja dengan tatapan yang sangat tajam karena tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.


Leo yang menatap kepergiannya hanya tertawa pelan. "Berani sekali mulut busuknya mengatakan bahwa keponakanku tidak mempunyai ayah kandung" ucap Leo seraya menatap kepergian Tania.


Andra menatap Leo dengan tatapan penuh arti. "O, bagaimana jika yang dikatakan Tania adalah kebenarannya?" tanya Andra pelan.


Leo yang mendengarnya pun langsung melotot tidak percaya.


Plak


Dengan segera ia memukul kepala Andra dengan cukup keras.


"Kau gila?! Bagaimana bisa kau meragukan anak kandung mu sendiri?! Anak kecil pun tau bahwa Zero adalah kau versi kecil."


Leo benar-benar tersulut emosi ketika mendengar pertanyaan Andra yang seolah meragukan Zero anak kandungnya.

__ADS_1


"Hei, aku hanya bercanda. Kau terlihat sangat emosi jadi aku ingin mencairkan suasana" gerutu Andra kesal.


Leo menatapnya tajam. "Bukan mencairkan suasana, kau membuatku ingin meninju wajah mu" ucap Leo yang membuat Andra tertawa seketika.


Andra hanya tertawa menanggapi ucapan Leo.


"Aku akan mengadu pada Arra bahwa kau terpengaruh dengan ucapan Tania" ucap Leo yang membuat tawa Andra terhenti.


"Jangan membuatku harus tidur di luar."


"Biarkan saja, itu hukuman untuk mu karena kau bermain-main dengan hal seperti itu. Lihat saja, aku akan mengadu. Bye."


Dengan segera, Leo berjalan meninggalkan Andra yang sudah sangat frustasi karena gurauannya bisa saja membuatnya harus menerima hukuman.


Leo berjalan dengan cepat menuju mobilnya tanpa berpamitan dengan Andra karena ia benar-benar kesal dengan majikannya tersebut.


Astaga, mati aku. Bagaimana ini?-Andra.


*****


Di sepanjang perjalanan, Andra berkali-kali memohon dan meminta agar Leo tidak membocorkan kepada Arra.


Ia benar-benar takut jika hal tersebut sampai ke telinga sang istri karena jika Arra marah atau kesal, Andra tidak bisa melakukan apapun selain hanya berdiam mengoreksi diri.


Arra bahkan tahan tidak berbicara padanya selama satu minggu lebih jika ia benar-benar marah dengan Andra. Sedangkan Andra, untuk satu hari saja ia tidak bisa jika melihat istrinya mendiaminya. Memang, Andra semakin bucin.


"O, ayolah jangan katakan pada Arra. Aku tidak ingin merasakan rumah menjadi sangat angker."


"Aku akan memberikan bonus."


Telinga Leo segera berdiri ketika mendengar ucapan Andra.


"100?"


Leo menggeleng pelan.


"200?". Lagi, Leo hanya diam seraya menggeleng pelan.


"300?"


"Oke, 500. Akan ku transfer sekarang" ucap Andra seraya mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.


Ting.


Terdengar notifikasi dari ponsel Leo yang berbunyi menandakan bahwa uang yang di transfer sudah masuk.


Dalam diam Leo benar-benar senang mendapatkan bonus yang sangat banyak. Hitung-hitung untuk tambahan tabungan masa tuanya.


*****


Mobil baru saja tiba di halaman rumah utama membuat Andra segera keluar dari mobil. Saat baru saja ia hendak masuk, tiba-tiba ia melihat bahwa asisten sekaligus sekretarisnya pun ikut keluar hingga membuatnya mengerutkan kening heran.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Andra.

__ADS_1


Leo menatapnya dengan tatapan aneh. "Aku ingin makan malam" jawabnya santai lalu berjalan mendahului Andra untuk masuk ke dalam rumah.


Andra yang melihat Leo pun segera mengikutinya. "Hei, aku tidak menawarkan mu makan malam" gerutu Andra kesal.


Sebenarnya, Andra takut jika mulut bocor Leo akan berbicara.


"Aroma masakan Arra tercium sampai ke luar dan aku lapar jadi aku mau makan. Aku tidak peduli jika kau tidak menawarkannya" ucap Leo santai.


Arra yang mendengar keduanya berdebat pun hanya terkekeh pelan.


Saat semua makanan sudah siap, Arra segera meletakkannya di atas meja bersama dengan Ibu Leli dan salah satu pelayan yang ikut membantu.


Memang, untuk masalah memasak dan mengurus anak, Arra tidak pernah meminta bantuan siapapun karena ia merasa masih bisa melakukan semuanya sendiri.


Arra juga belum berniat untuk melanjutkan pendidikannya karena ia masih ingin mengurus Zero 24 jam dengan tangannya sendiri.


Sebenarnya, para pelayan sedikit merasa tidak enak karena Arra harus turun tangan untuk memasak padahal Andra sudah mengerjakan begitu banyak pelayan. Namun, Arra tetap tidak ingin ada yang memasak kecuali jika ia benar-benar tidak bisa atau berhalangan.


"Mas sudah cuci tangan?" tanya Arra ketika ia melihat suaminya dan Leo sudah siap di meja makan.


Andra segera mengangkat tangannya menandakan bahwa tangannya sudah bersih, membuat Arra terkekeh pelan.


"Zero dimana?"


"Sepertinya ada di kamarnya. Aku akan memanggilnya dulu" ucap Arra pamit.


Tak butuh waktu lama untuk Zero bergabung dengan semuanya.


"Wow, macakan Mami celalu enak" ucap Zero ketika melihat begitu banyak masakan yang sudah tersusun rapi.


Arra terkekeh pelan. "Ayo makan dulu. Zero bisa pimpin doa, kan?"


Zero mengangguk mantap lalu melipat tangannya. "Tuhan Yecus, maacih buat hali ini kalena Zelo, Mami, Papi, dan Untel macih bica belcama-cama. Belkati mam ini agal bica menjadi kekuatan untuk kami. Maacih Tuhan. Amin."


Doa yang keluar dari mulut bocah kecil itu membuat Arra tersenyum bangga.


"Oh iya, Ra."


Leo tiba-tiba membuka suara membuat Arra menoleh kearahnya.


"Andra melakukan kesalahan."


*


*


*


Maaf ya readers, akhir-akhir ini udah mulai sibuk karena masuk kuliah tapi author sempetin waktu buat update.🤗


*


*

__ADS_1


__ADS_2