
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yaa😘!!!
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_ 😘
Author sayang Readers🥰!!!
Happy Reading!!!
*****
Kamar Andra
"Apa aku akan benar-benar menjadi Mami nya Zero?" gumam Arra pelan seraya mengelus pucuk kepala Zero yang masih tertidur
"Sayang"
Tiba-tiba terdengar suara Andra dari luar kamar
"Astaga, aku lupa pintunya masih terkunci" gumam Arra lalu berlari untuk membuka kunci pintu kamar
"Kenapa lama?"
"Aku lupa kalau pintu tadi masih terkunci, Mas" ucap Arra terkekeh pelan
"Ya sudah, Mas siap-siap dulu cepat kita makan malam"
"Zero dibangunin aja ya, Mas. Biar dia minum obat malam ini"
"Iya, Sayang. Mas mau mandi dulu" ucap Andra lalu berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Arra yang langsung mendatangi Zero untuk membangunkan bocah kecil itu
"Sayang, bangun yuk"
"Zero, bisa bangun?" ucap Arra seraya mengelus pelan pucuk kepala Zero membuat bocah itu terbangun
"Kepalanya masih sakit?"
"Da, Mami. Zelo cudah cembuh, Zelo kan kuat"
"Makan malam dulu ya habis itu Zero minum obat biar Zero nggak sakit lagi"
"Iya Mami tayang" ucap Zero terkikik saat melihat Arra yang cerewet
"Papi mana?"
"Di kamar mandi, Sayang"
Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Andra yang membuat Arra dan Zero menoleh kearahnya
"ASTAGA" pekik Arra terkejut lalu menutup kedua matanya bahkan mata Zero dengan tangan membuat Andra dan Zero yang melihat hal itu sontak tertawa kencang
"Mami, Papi pakai jubah mandi" ucap Zero terkekeh
Lalu Andra pun dengan jahilnya mendekati Arra dan menepis pelan tangan Arra yang menutup matanya
"Sayang, Mas nggak telanjang kok" ucap Andra menahan tawa saat melihat Arra yang kekeh menutup matanya rapat-rapat
"Mas pasang baju gih sana" usir Arra yang membuat Andra seketika tertawa
"Mami lemah ya, Son" ucap Andra terkekeh membuat Zero mengangguk setuju
Andra pun langsung pergi ke
walk-in closet untuk memakai pakaian tidur karena dirinya tidak mau jika Arra kesal lagi terhadapnya
Beberapa menit kemudian, Andra sudah kembali dengan memakai pakaian tidur berwarna senada dengan Arra yang membuat Zero marah
"Papi ikut-ikut Mami" gerutu Zero dengan wajah cemberutnya
__ADS_1
"Zero, kenapa marah sama Papi?" tanya Arra tersenyum lalu mengelus pucuk kepala bocah lelaki itu
"Zelo da cuka Papi ikut-ikut Mami. Zelo uga mau"
"Ya sudah sini Mami ganti bajunya. Zero tau nggak ini warna apa?" tanya Arra seraya menunjuk pakaian tidur yang dia kenakan
"Bilu"
"Zero punya pakaian tidur warna biru?"
"Zelo punya cemua walna, Mi" ucap Zero dengan bangganya
"Duh anak siapa ini kok sombong banget? Siapa yang ajarin sih?"
"Papi" jawab Zero yang membuat Arra tertawa sedangkan Andra hanya mendengus kesal karena dituduh mengajari Zero sombong
"Zero bisa bangun atau makan dikamar saja?"
"Di cini caja, Mami"
"Mami ke dapur dulu ya ambil makanan Zero"
"Nggak perlu, Sayang. Nanti ada Pak Budi kesini yang ngantar" ucap Andra kepada Arra
Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan dari luar kamar oleh Pak Budi yang mengatakan ingin mengantar makan malam
"Sebentar, Pak" teriak Andra dari dalam lalu membuka pintu
"Terima kasih"
Setelah mengantar makan malam, Pak Budi pun langsung pamit untuk kembali ke dapur sedangkan Andra sudah mendorong trolley makanan dan mendekati Arra dan Zero yang ada di tempat tidur
"Zero makan sama siapa?"
"Mami"
"Ya sudah sini Mami suapin, Zero duduk ya"
"Mas" tegur Arra dengan wajah cemberut
"Makasih ya Sayang"
"Makasih untuk apa, Mas?"
"Makasih sudah sayang sama Zero"
"Iya dong kan Zelo anak Mami" celetuk Zero merusak suasana membuat Andra mendengus kesal sedangkan Arra hanya terkekeh
"Mas kenapa nggak makan?" tanya Arra mengalihkan pembicaraan
"Nanti, Sayang. Barengan sama kamu aja"
"Mas makan saja duluan, aku bisa nanti setelah kasih obat ke Zero"
"Makan sendiri itu nggak enak makanya Mas temenin makan" ucap Andra lembut
"Emangnya Mas nggak lapar?"
"Lapar banget, malah Mas pengen makan kamu"
"Emang aku bisa dimakan ya, Mas?" tanya Arra dengan polosnya membuat Andra tergelak
"Nanti ya malam pertama Mas makan kamu"
Tentu saja hal itu membuat Arra refleks menepuk mulut Andra yang dengan santainya berbicara tentang malam pertama dihadapan Zero yang selalu penasaran dengan sesuatu yang didengarnya
"Aw--sakit, Sayang"
__ADS_1
"Maaf ya, Mas. Mas sih kenapa ngomong nggak disaring dulu?" ketus Arra seraya mengelus-elus bibir Andra yang membuat duda beranak satu itu tersenyum gemas melihat tingkah gadis dihadapannya
Sedangkan Zero sudah tertawa dengan kencang saat melihat mulut Andra yang ditepuk oleh Arra bahkan Zero tidak lagi cerewet dan merasakan sakit kepala
"Wah ini anak Papi udah sembuh? Lancar banget ketawanya ngeliat Papi dipukul Mami" ucap Andra lalu menggelitik Zero yang membuat bocah itu kembali tertawa dengan kencang
"Papi cudah, Zelo capek" ucap Zero disela-sela gelak tawanya
"Udah, Mas. Zero minum obat dulu"
Arra pun kembali dengan telaten memberikan Zero obat dan untunglah Zero tipe anak yang tidak susah saat minum obat jadi dengan mudah bagi Arra untuk mengurusinya
"Cudah" ucap Zero senang
"Kepalanya sudah nggak sakit?" tanya Arra seraya mengelus pucuk kepala Zero
"Da, Mami. Tadi pas iyat Papi dipukul Zelo cudah cembuh" ucap Zero bersemangat
"Jadi gimana? Mau kita pukul Papi lagi?" tanya Arra yang sudah tersenyum seraya keduanya menatap Andra yang seakan ingin menghindar
"Sayang, ayo makan malam dulu nanti nggak enak kalau sudah dingin" ucap Andra mengalihkan pembicaraan membuat Zero dan Arra tertawa.
*****
Saat ini Zero sudah kembali tidur dengan nyenyak, mungkin karena efek obat yang membuatnya kembali mengantuk dan tertidur beberapa saat setelah meminum obat
Sedangkan Arra dan Andra sedang duduk di sofa yang mengarah ke balkon kamar Andra dengan pemilik kamar yang sedang sibuk mengotak-atik laptop dan Arra yang sedang mengotak-atik ponsel barunya
"Mas?"
"Hem"
"Aku nanti tidur di kamar lain aja ya, Mas" ucap Arra pelan yang membuat Andra menoleh seketika
"Kenapa?"
"Bukan muhrim, Mas"
"Hahaha...Astaga, Sayang. Mas tidur di sofa kok tenang aja"
"Tapi kasihan Mas nanti badannya pegal-pegal dan kamar ini kan punya Mas jadi Mas yang berhak tidur bareng Zero"
"Kalo pegal nanti kamu yang pijitin Mas"
"Aku nggak bisa memijit, Mas. Panggil tukang urut aja" ucap Arra terkekeh
"Nggak, Mas nggak mau. Emangnya kamu kira tubuh Mas ini mudah disentuh orang lain?" gerutu Andra kesal
"Mas nggak suka ya disentuh orang?" tanya Arra penasaran
"Nggak pernah ada yang berani nyentuh Mas kecuali kalau udah akrab banget sama Mas. Mas nggak suka disentuh sama orang, Sayang. Apalagi orang asing" ucap Andra menjelaskan membuat Arra mengerutkan kening karena sejak awal Andra yang selalu menyentuh Arra padahal Arra juga orang asing
"Tapi ken--"
"Karena kamu pacar Mas dan Mami nya Zero" ucap Andra memotong pembicaraan karena tau apa yang akan dibahas Arra
"Emangnya kita pacaran ya, Mas? Kan aku nggak pernah bilang mau atau nggak"
"Kamu itu udah jadi milik Mas, jadi awas saja kalau berani bermain-main dibelakang Mas sama cowok lain. Mas bakal bikin cowok itu buta biar nggak bisa liat kecantikan kamu lagi" ucap Andra tegas yang terasa sangat lucu bagi Arra
"Kenapa Mas posesif banget sih? Baru aja pacaran, gimana kalah udah nikah?" tanya Arra disela-sela gelak tawanya
"Oh jadi kamu setuju kan pacaran sama Mas?" goda Andra yang membuat Arra refleks menutup mulut
"YES!! Makasih, Sayang".
*
__ADS_1
*
*