Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Mau Peluk


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Seperti yang Andra katakan, ia benar-benar mengurung Arra di rumah tersebut. Jangankan untuk berjalan-jalan di pantai, untuk keluar dari pekarangan rumah saja tidak diizinkan olehnya. Memang, duda yang satu ini sungguh aneh.


Arra masih ingat jelas bagaimana ia meminta izin untuk berjalan-jalan di pantai namun langsung di larang oleh Andra sehingga membuatnya sangat kesal.


Flashback on


“Wow, benarkah? Disana ada pantai yang indah?” tanya Arra sekali lagi ketika Andra menjelaskan mereka sedang ada dimana.


Andra terkekeh pelan. “Iya, pantai dengan pemandangan yang sangat indah.”


“Apa Arra boleh kesana?”


“Nggak.”


Tentu saja penolakan itu membuat Arra mengerutkan kening heran.


“Loh?! Kenapa begitu?” tanya Arra dengan heran.


Andra tersenyum penuh arti. “Kau lupa masih dalam masa hukuman?”


“Hah?! Mas nggak melarang Arra keluar rumah, kan?”


Jujur saja, Arra bergidik ngeri seketika apalagi melihat senyum duda itu yang seolah-olah mengatakan ada yang tidak beres.


“Sayangnya begitu. Kau harus dihukum karena nakal” ucap Andra tersenyum yang membuat Arra seketika menatapnya tajam.


“Loh?! Mas?! Kenapa Arra harus dihukum?”


“Terima saja, atau mau Mas tambah lagi hukumannya hm?”


Arra seketika menggeleng, keluar rumah saja tidak bisa lalu hukuman apa lagi yang akan ia hadapi? Kehidupan membosankan sudah menunggu Arra didepan mata membuatnya hanya bisa menghela nafas meratapi nasibnya.


Flashback off


“Huh, pemandangan yang indah, air kelapa yang menyegarkan, bermain pasir dan bermain air di pantai, astaga aku benar-benar menginginkannya. Bagaimana bisa aku harus tetap tinggal disini ketika ada pemandangan yang sangat indah menunggu ku untuk mengunjunginya?”


Arra hanya bisa melihat pemandangan pantai dari balkon kamar.


“Hei, apa yang kau pikirkan?” tanya Andra ketika ia masuk ke kamar Arra tanpa mengetuk.


Arra hanya diam dan tidak ingin berbalik membuat Andra tau bahwa calon istrinya ini sedang dalam mode marah. Seketika, Andra berdiri dibelakang Arra dan meemluknya dari belakang seraya meletakkan dagu nya di bahu calon istrinya.


Andra tersenyum tipis. “Terima saja hukuman mu.”

__ADS_1


Tentu hal itu membuat Arra semakin kesal lalu ia membalikkan badannya menatap Andra dengan tatapan tajam.


“Mas?! Ini benar-benar keterlaluan” ucap Arra seraya mengerucutkan bibirnya.


Cup.


“Mau bagaimana lagi? Yang nakal harus dihukum.”


“Ish berapa lama?” tanya Arra dengan tatapan memelas agar Andra bisa mengasihaninya.


Andra tertawa. “Dua minggu?”


“Apa?! Dua minggu? Terus Arra harus ngapain disini, Mas? Bisa gila juga kalau lama-lama di dalam rumah”


“Itu pun kalau Mas sudah selesai semua pekerjaan, kalau masih belum ya mungkin hingga satu bulan.”


“Astaga, duda ini ada apa dengannya?” gumam Arra pelan yang membuat Andra terkekeh.


“Mas masih mendengarnya.”


“Jadi? Arra harus tinggal di rumah selama dua minggu?”


“Ya, atau mungkin ingin hukuman lain? Seperti menyita ponsel?”


Apa?! Nggak. Setidaknya aku bisa bergosip dengan Novi. Jika ponsel ku disita, bagaimana aku hidup selama dua minggu kedepan.-Arra.


“Di larang keluar rumah sudah lebih dari cukup, Mas.”


*****


Seperti malam ini, Andra sudah menjanjikan bahwa akan pulang makan malam dirumah namun sudah pukul 22.28 WIB jangankan mobilnya, batang hidungnya pun tidak terlihat membuat Arra lagi-lagi hanya menghela nafas berat. Entah pekerjaan apa yang calon suaminya lakukan hingga lembur setiap hari.


“Dia nggak jadi pembunuh bayaran atau semacamnya kan?” gumam Arra seraya menonton drama kesukaannya.


Sudah berjam-jam ia disana, hanya menonton televisi namun pikirannya jauh memikirkan Andra yang masih belum pulang hingga pukul 00:12 WIB membuat Arra tanpa sadar tertidur di ruang keluarga dengan televisi yang masih menyala.


Di ruangan Presdir, Andra sudah seharian berperang dengan berkas-berkas yang ada membuatnya berkali-kali menghela nafas berat ketika ada pekerjaan tak terduga yang datang membuatnya harus kembali lembur dengan lupa mengabari kepada calon istrinya yang sejak tadi menunggunya.


“Pak Andra akan menikah, kan?”


Tiba-tiba Leo masuk ke ruangan membuat Andra benar-benar terkejut dibuatnya.


“Apa maksudmu, O?” tanya Andra mengerutkan kening.


Leo duduk di hadapan Andra dengan wajah yang masih dingin dan acuh. “Bapak sudah seminggu lebih selalu lembur dan bekerja seperti orang gila. Apa ada alasan lain selain cuti menikah?”


Andra terdiam, sepertinya tanpa sadar Leo memberikannya ide baru. Padahal ia hanya ingin libur beberapa hari saja tentu dengan calon istri dan anaknya, namun karena pertanyaan Leo tadi membuatnya kembali berpikir mungkin saja ia akan langsung mengadakan pesta pernikahan.


Astaga Leo, kau akan sangat sibuk mulai sekarang. Makanya, pesan author jagalah mulutmu karena pikiran duda ini diluar akal sehat kita yang jomblo..


“Ide bagus” ucap Andra terkekeh pelan.

__ADS_1


****, dia tidak akan menikah? Lalu? Ah, mulutku.-Leo


“Pertanyaan mu itu bisa jadi pertimbangan untukku. Terima kasih, O”


Leo hanya diam menatap Andra yang sudah tersenyum sendiri.


Astaga, dia benar-benar gila.-Leo


*****


Jam sudah menunjukkan pukul 03:02 WIB dan Andra baru saja pulang dengan memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Dengan segera, ia masuk ke rumah lalu melihat calon istrinya yang tertidur dengan televisi yang masih menyala. Tentu saja hal itu membuat Andra tak tega karena ia tau Arra pasti sedang menunggunya.


“Maaf, Sayang” ucap Andra mengelus pelan pucuk kepala Arra.


Arra yang sensitive dengan sentuhan dan suara pun terbangun ketika Andra mengelus kepalanya. “Mas?! Sudah pulang?”


Tatapan Arra tertuju pada jam dinding yang membuatnya benar-benar terkejut. “Astaga, sudah jam 3 pagi dan Mas pasti belum makan. Ayo ke dapur, Arra mau menghangatkan makanan dulu” ucap Arra yang hendak berdiri namun Andra menahannya hingga ia jatuh di pelukan calon suami.


Tanpa melewatkan kesempatan, Andra segera memeluknya erat menyalurkan semua rasa lelahnya selama ini membuat Arra tersenyum lalu membalas pelukan hangat tersebut.


“Mas capek, ya? Ada yang mau diceritain?” tanya Arra seraya mengelus punggung Andra berkali-kali.


Andra tersenyum, sungguh entah berapa kali sudah ia bersyukur diberikan calon istri yang benar-benar mengerti tentangnya.


“Mau cerita sambil makan?” tawar Arra yang membuat Andra terkekeh.


“Mau peluk” ucap Andra lalu mengeratkan pelukannya membuat Arra tertawa.


“Ah, bayi besar sedang manja?”


Arra mengelus punggung Andra berkali-kali seraya tersenyum tipis. “Mas?”


“Seperti ini dulu”


Pelukan itu terjadi beberapa saat hingga Andra perlahan melepas pelukannya dan menatap calon istri dengan tatapan hangatnya. “Maaf karena Mas membuatmu lama menunggu”


“Hei, Arra mengajak Mas bercerita, bukan untuk mendengar permintaan maaf.”


“Ada pekerjaan yang mendadak hingga Mas lupa mengabarimu dan membuatmu menunggu sampai tertidur.”


“Mau bercerita? Arra panaskan makanan dulu dan Mas tolong duduk diam di meja makan.”


Arra segera mengajak Andra menuju meja makan dan mendudukkan suami nya di kursi lalu ia dengan cepat menghangatkan beberapa makanan yang sengaja ia masak untuk Andra tadi.


Andra yang hanya bisa melihat punggung calon istrinya tersenyum tipis. Lagi, ia bersyukur atas semuanya.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2