
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yaa😘!!!
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_ 😘
Author sayang Readers🥰!!!
Happy Reading!!!
*****
Kamar Andra
Andra pun bangun dari tidurnya sedangkan Arra mulai membangunkan Zero. Baru saja Arra ingin membangunkan, tiba tiba Andra mendekatkan wajahnya lalu
Cup.
Ciuman singkat yang tepat di bibir Arra membuat gadis itu tiba tiba mematung sedangkan Andra dengan tidak bersalahnya langsung lari masuk ke kamar mandi
Beberapa saat kemudian, Arra tersadar dan ingin berteriak namun dirinya teringat dengan Zero yang masih tertidur
Dengan muka memerah dan menahan malu, akhirnya Arra pun membangunkan Zero dengan pelan
"Hei Ganteng, ayo bangun" ucap Arra seraya mengelus rambut Zero dengan lembut
"Sayang, bangun yuk udah pagi"
lagi lagi Arra membangunkan Zero dengan menggoyangkan lengannya dan mencolek hidungnya membuat bocah kecil itu mulai menggeliat
Zero sudah bangun namun enggan untuk membuka mata, dirinya malah meletakkan kepalanya di pangkuan Arra dan memeluk erat perut gadis yang ia anggap Mami itu
"Hei, kenapa nggak bangun?" tanya Arra terkekeh lalu mengelus pipi Zero
"Ngantuk" jawab Zero singkat
"Sudah jam 7 pagi, ayo bangun atau Mami akan menyiram Zero dengan air dingin"
"Ishh da, nanti Zelo macuk angin" ucap Zero kesal yang membuat Arra tertawa gemas lalu menggelitik bocah itu membuat tawa Zero pecah di pagi hari
Beberapa menit kemudian, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Andra dengan jubah mandi nya membuat Arra langsung menunduk karena teringat dengan ciuman tiba tiba tadi
"Papi da telanjang, Mam" ucap Zero yang membuat Andra terkekeh lalu mendekat kearah mereka
"Kenapa nunduk, Sayang?" tanya Andra menahan tawa
"Mas" tegur Arra yang membuat Andra tertawa seketika
"Hahaha, Cantik sekali"
Arra pun tak menjawab apa yang dikatakan Andra karena dirinya akan fokus untuk membangunkan Zero dan memandikannya
"Sayang, ayo mandi"
"Dingin"
"Hei kok malas mandi? Ayo mandi dengan Mami"
"Kalau udah sama Zero, Papi nya dicuekin" celetuk Andra yang sedang berdiri didepan lemari pakaian
__ADS_1
"Papi nya nakal" jawab Arra singkat
Zero yang mendengarnya pun langsung bangun dan duduk dihadapan Arra
"Papi keljain Mami?"
"Eh-nggak kok nggak di apa-apain, kan Papi emang nakal suka iseng" jawab Arra gelagapan membuat Andra tersenyum tipis disana
"Zelo mau mandi mau mam, ayo" ucap Zero lalu menarik tangan Arra dan berlari menuju kamar mandi
"Jangan lari lari" tegur Andra yang membuat Arra dan Zero refleks berbalik badan menatapnya lalu menjulurkan lidah kearahnya
"Sial, gemas sekali" ucap Andra terkekeh pelan.
*****
Meja Makan
Semuanya sudah siap di meja makan dengan Andra yang memakai pakaian kantor dan Zero yang juga sudah siap dengan pakaian casual yang dipilih oleh Arra dan juga Arra yang sudah siap dengan pakaian rapi nya karena akan kembali ke Panti Asuhan untuk kembali bersekolah
Sebenarnya malam kemaren, Andra sudah mengatakan bahwa dirinya sudah membayar dan tentu saja respon Arra sangat sangat terkejut
Flashback On
"Besok sudah kembali sekolah"
"Ha? Maksud Mas apa?" tanya Arra bingung
"Mas udah banyak uang sekolah mu, Sayang"
"Loh? Mas kenapa bayar uang sekolah Arra?"
"Heh" refleks Arra memukul lengan Andra karena sangat malu mendengar kata "Calon Suami" membuat Andra semakin gemas dengan tingkah nya
"Kenapa malu?"
"Karena masih punya urat malu lah, emangnya Mas" gumam Arra pelan
"Mas masih denger, Sayang" celetuk Andra tiba tiba yang membuat Arra cengengesan
"Mas, Arra boleh nanya?" tanya Arra ragu ragu
"Tentu" jawab Andra tersenyum tipis seraya mengelus pucuk kepala Arra
"Eum, Mas kenapa harus membuang uang untuk Arra? Membeli pakaian yang sangat banyak bahkan membayar uang sekolah Arra. Maaf Arra bertanya seperti ini tapi menurut Arra ini berlebihan Mas, kita bahkan belum lama kenal" ucap Arra lalu menunduk membuat Andra menghela nafas dan tersenyum tipis
"Sayang, ternyata memang kita begitu asing ya, untuk bisa memahami sifat satu sama lain aja masih belum. Kemari lah, Mas akan menjelaskan kepada mu" ucap Andra lembut membuat Arra mendekatkan diri
Saat sang gadis nya sudah duduk di sebelah Andra, diri nya pun mulai mengelus pucuk kepala Arra dan tersenyum tipis
"Mas nggak buang buang uang, Sayang. Bukan kah itu keperluan yang penting?" tanya Andra yang membuat Arra mengangguk pelan
"Tapi, Mas--"
"Mas belum selesai"
"Maaf"
__ADS_1
"Mas kalau sudah serius, dari A sampai Z tentang kamu pun harus Mas ketahui. Mas emang bukan pria yang romantis atau pria yang manis karena Mas cuma bisa memperlakukan kamu dengan cara Mas sendiri. Jadi kedepannya, apapun sifat dan kelakuan Mas yang bikin kamu jadi ngerasa aneh, nggak perlu bingung lagi, okay?"
"Eum, tapi Mas kita baru saja kenal, kenapa Mas sudah yakin?"
"Sifat kamu, karena sifat kamu dan perlakuan kamu ke Zero yang bikin Mas jadi yakin. Mau tau? Selama ini ada banyak wanita yang dijodohkan dengan Mas atau yang dengan sengaja mendekati Mas tapi mereka tidak bisa menerima Zero karena mereka cuma mau kekayaan Mas. Mas sudah janji tidak akan mencari wanita sebelum wanita itu bisa mengambil hati Zero dan bisa menerima Zero sebagai anak kandungnya juga.
Ingat nggak waktu Mas ngajak kamu nikah karena mau jadi Ibu sambung Zero? Maksud Mas bukan seperti yang kamu bayangkan, Sayang. Mas mungkin awalnya cuma mengajak kamu menikah karena Zero tapi disitu perasaan Mas ke kamu sudah tumbuh tapi Mas tetap nggak mau egois karena dari awalnya Mas mencari yang bisa menerima anak Mas karena kita nantinya akan bersama sama mengurus anak Mas, kan?"
"Maaf, Mas. Arra sempat salah paham bahkan menampar Mas" ucap Arra merasa bersalah membuat Andra terkekeh pelan
"Tamparan itu akan menjadi sejarah dan penolakan 3 kali harus diingat sampai kapan pun" ucap Andra terkekeh
"Arra" ucap Andra lalu menggenggam tangan Arra
"Kenapa, Mas?" tanya Arra heran
"Mas ingin serius sama kamu, ingin menghabiskan waktu bersama kamu dan Zero bahkan dengan anak anak kita nantinya, Mas ingin baru bangun tidur dan mau tidur menatap wajah cantik kamu" ucapan Andra terhenti saat mengelus pelan pipi Arra sedangkan gadis itu hanya terdiam seraya menunggu lanjutan dari omongan Andra
Terdengar helaan nafas lalu senyum tipis terukir di bibir Andra
"Jadi, apakah kamu mau menerima segala kekurangan Mas dan menerima Zero?"
"Mas, apa Mas Andra serius? Arra sangat jauh berbeda dari Mas dari segi apapun itu. Kita bahkan terlihat seperti langit dan bumi" ucap Arra pelan
"Apa kamu nggak lihat Mas? Mas aja lebih tua 12 tahun dari kamu bahkan Mas aja duda beranak satu. Mas nggak pernah mempermasalahkan perbedaan kita, Sayang"
"Bagaimana dengan keluarga Mas?" tanya Arra
"Mereka tidak bisa ikut campur dengan keputusan Mas. Yang terpenting apakah kamu mau menerima Mas dan Zero?" tanya Andra sekali lagi yang membuat Arra mengangguk pelan
"Terima kasih, Sayang" refleks Andra memeluk badan mungil itu
"Dengan begitu banyak nya perbedaan ini, ayo saling melengkapi Mas" ucap Arra tersenyum tipis
"Setelah kelulusan mu, Mas akan urus pernikahan kita"
Plak
"MAS!!"
"Semakin cepat semakin baik, Sayang. Untuk urusan kuliah, Mas nggak ngelarang kamu"
"Berkuliah dan menjadi seorang Ibu rumah tangga?"
"Kamu keberatan?"
"Mas, Arra takut belum bisa membagi waktu dengan baik"
"Belum dicoba, kan? Mas yakin kamu pasti bisa. Secepatnya Mas akan meminta izin ke Ibu Panti" ucap Andra tersenyum.
*
*
*
Guys, kalian ada yang sama kaya aku gak sih? Baper sendiri sama novel yang aku tulis sksksk..
__ADS_1
*
*