
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Setelah obrolan yang serius di ruang keluarga, Leo segera menelepon seseorang untuk menyelidiki apa yang terjadi.
"Cari tau apa yang terjadi hari ini dimana, kemana, dan bertemu siapa Tania" ucap Leo saat panggilan sedang berlangsung.
"Baik, Pak."
Panggilan pun terputus.
"Aku tidak akan memaafkannya" ucap Andra dengan penuh emosi.
Andra benar-benar tidak mengerti dengan mantan istrinya, mengapa Tania harus melakukan sesuatu yang sangat jauh jika yang di curigai mereka benar bahwa ia hanya ingin bertemu dengan Andra.
"Mas?" panggil Arra pelan saat ia turun ke ruang keluarga mendapati sang suami sedang mengobrol serius dengan yang lainnya.
"Kenapa, Sayang?" tanya Andra pelan.
Arra berjalan mendekat. "Apa sudah ada petunjuk?" tanya Arra menatap sang suami penuh harap.
Andra menggeleng pelan. "Setelah Zero bangun, kau bisa mengajaknya berbicara. Leo juga sudah meminta seseorang untuk mencari tau apa yang terjadi" ucap Andra menjelaskan.
"Semuanya, Arra meminta maaf.."
Bukan hanya Andra, baik Leo, Galuh, maupun Andre terkejut mendengar Arra yang tiba-tiba meminta maaf kepada mereka.
"Hei, ada apa Sayang?!" tanya Andra mengerutkan kening.
"Ra?!"
"Kenapa kau meminta maaf?!"
Semuanya pun ikut membuka suara ketika mendengar Arra yang meminta maaf secara tiba-tiba.
Arra perlahan mengangkat kepalanya lalu menatap semua orang yang ada di ruang keluarga satu per satu. "Maaf, karena kehadiran Arra membuat semuanya menjadi semakin kacau."
"Arra!"
"Sayang, Mas nggak suka Arra ngomong gitu" ucap Andra seketika.
"Andai saja dari awal Arra nggak ada, semuanya nggak akan terjadi dan Zero nggak akan menderita, Mas.." ucap Arra pelan.
Andra segera berdiri lalu menggenggam erat tangan istrinya. "No, Mas nggak mau dengar apa-apa. Sekarang kembali lah ke kamar dan temani Zero. Mas akan menyusul setelah semuanya beres" ucap Andra lembut.
Akhirnya, mau tak mau Arra kembali ke kamar masih dengan perasaan bersalahnya.
__ADS_1
Ya Tuhan, aku sungguh merasa bersalah atas semuanya.-Arra.
Perlahan, langkah kaki Arra berjalan mendekati tempat tidur dimana anak lelakinya sudah tertidur dengan nyenyak walaupun tubuhnya masih memerah dan suhu badannya masih panas.
Arra mengelus pelan pucuk kepala Zero dengan penuh kasih sayang hingga tanpa sadar air matanya sukses keluar mengalir membasahi wajah cantiknya.
Arra hanya lah ibu muda yang masih belajar untuk mengurus anak dengan perasaan yang masih naik turun hingga membuatnya sangat terluka ketika melihat Zero sakit.
"Nak, maafkan Mami.." lirih Arra pelan seraya menatap Zero dengan penuh cinta.
*****
Setelah cukup lama berbincang-bincang dengan yang lain, semuanya pun satu per satu mulai pamit undur diri dengan semua orang yang dipaksakan untuk menginap di rumah Andra.
Untung saja Andra selalu memerintahkan para pelayan untuk membersihkan kamar tamu setiap minggu sehingga saat tiba-tiba ada yang menginap, ia tak perlu lagi meminta pelayan untuk membersihkan kamar tersebut.
Andra berjalan menuju lantai atas dimana istri dan anaknya sudah tertidur lelap.
"Mereka benar-benar cocok" gumam Andra terkekeh pelan ketika melihat Zero yang tidur dengan memeluk Arra erat.
Andra berjalan mendekati Zero lalu meletakkan tangannya pada kening sang anak untuk memeriksa suhu tubuh Zero saat ini.
"Syukurlah, suhu tubuhnya mulai menurun" gumam Andra lalu mulai membaringkan tubuhnya di sebelah sang anak karena memang Zero ditempatkan ditengah-tengah dirinya dan sang istri.
*****
Pagi harinya, Arra terbangun karena merasakan kaki Zero yang berada diatas perutnya.
Setelah mengembalikan kesadarannya, Arra beranjak dari tempat tidur menuju ke jendela untuk membuka tirai dan segera berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Arra masih belum ingin membangunkan kedua bayi besarnya karena jika mereka sudah bangun, Arra tidak memiliki kesempatan untuk membersihkan diri karena mereka akan memperebutkan Arra di pagi hari.
Beberapa menit kemudian, Arra yang sudah siap pun mulai membangunkan sang suami.
"Mas? Ayo bangun" ucap Arra pelan seraya sesekali menggoyangkan lengan Andra.
Bukannya bangun, sang suami malah menarik Arra hingga terjatuh tepat di atasnya.
Cup.
Tentu saja, pria tersebut tidak melewatkan kesempatan untuk mencium istrinya di pagi hari.
"Good morning, Sayang" gumam Andra pelan dengan suara khas bangun tidur.
"Ayo bangun, jangan bermalas-malasan" ucap Arra seraya menatap sang suami yang masih enggan membuka mata.
Andra terkekeh pelan karena setelah menikah, paginya menjadi sangat ramai dengan ocehan-ocehan sang istri.
"Mas, nanti kita bangkrut" ucap Arra yang membuat Andra seketika membuka mata, tak lupa dengan menertawakan ucapan sang istri.
"Kalau kita bangkrut, kita harus mengambil tabungan Zero" ucap Andra disela-sela gelak tawanya.
__ADS_1
"Hei, itu untuk pendidikannya" ucap Arra tidak terima.
Sejak awal, Andra memang sudah mempersiapkan tabungan sendiri untuk Zero dan setelah mereka menikah, tabungan tersebut di ambil alih oleh Arra sehingga ia yang akan mengelola tabungan sang anak.
Saat keduanya sedang sibuk sendiri, mereka tidak menyadari bahwa ada bocah kecil yang sejak tadi menatap mereka dengan tatapan heran.
"Pacalan telus."
*****
Saat ini semua orang sudah berada di meja makan termasuk Leo dan Galuh yang memang belum pulang ke tempat mereka masing-masing karena Leo akan langsung menuju kantor bersama Andra sedangkan Galuh memang belum pulang dengan alasan ingin mencoba masakan Arra.
"Awas saja jika Kak Galuh tiba-tiba naksir istri ku" ucap Andra sejak mendengar alasan Galuh menetap.
"Bisa saja jika Arra membuka lowongan suami kedua" jawab Galuh tertawa.
"Aku sudah mendaftar dulu, Kak. Berkas ku sedang di verifikasi" ucap Leo yang membuat Andra menatapnya tajam sedangkan Galuh dan Andre hanya tertawa.
"Kenapa? Bukannya Pak Andra meminta ku untuk merasakan hal yang sama dengan Bapak?"
"Kau tau betul bukan itu maksud ku. Awas saja jika kau berani naksir istri ku" ucap Andra menatapnya tajam.
"Papi, wajal caja banyak yang nakcil Mami kalena Mami cangat tantik."
*****
Saat ini Andra dan juga Leo sedang menyusuri jalanan menuju ke sebuah restoran yang cukup sepi dimana mereka sudah membuat janji dengan Tania.
Sebelum itu, Andra sudah memberi kabar kepada istrinya.
Little Wife ♡
Sayang, Mas dan Leo akan bertemu dengan Tania. Setelah pulang, Mas akan menceritakan semuanya. I love you.-Andra.
Tak berapa lama kemudian, mobil pun sudah sampai di tempat lokasi dengan Andra yang segera keluar dari mobil karena sudah tidak sabar untuk menemui mantan istrinya yang sudah sangat gila.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Andra to the point ketika ia sudah sampai di meja Tania.
Tania tersenyum. "Setidaknya duduk dulu sebelum berbincang."
Cih, Leo saja ingin sekali meremas wajah sok suci itu.
"Aku tidak mempunyai waktu untuk sekedar duduk bersama seseorang seperti mu."
"Mau bagaimana pun juga kita dulunya adalah pasangan yang saling mencintai."
"Huek."
*
*
__ADS_1
*