Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Pingsan


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Arra keluar dari Gedung DGroup dengan air mata yang terus mengalir hingga membuat semua orang yang berpapasan dengannya di kantor menatapnya heran


“Hei, ada apa denganku? Kenapa aku menangis seperti ini?” gumam Arra seraya menghapus air matanya


Aku tidak bisa bersikap seperti ini karena ini bukan salah Mas Andra. Ini salahku, salahku yang terlalu mengharapkan seseorang yang bahkan hampir terlihat sempurna, salahku yang terlalu cepat menaruh hati padanya.-Arra


“Kau bodoh, Arra. Bagaimana bisa kau berpikir bahwa Mas Andra akan memilihmu padahal kau tentu tau ada begitu banyak perempuan yang lebih baik darimu yang tentu akan cocok bila bersanding dengan Mas Andra” ucap Arra tersenyum kecut


Karena terlalu tenggelam dalam pikiran dan tidak melihat keadaan sekitar, Arra sangat terkejut kala ditarik oleh seseorang yang ternyata adalah Gladis yang sejak tadi menunggunya di halaman gedung


“Hei gadis bodoh, katakan padaku apa yang kau inginkan sehingga mendekati putra kedua pemilik perusahaan terkenal ini?” tanya Gladis tanpa melepas tangannya yang mencengkeram erat tangan Arra sehingga gadis kecil itu meringis kesakitan


“Sa-saya tidak ada urusan dengan anda, Nona”


“Kau ingin mendekati adik iparku, jelas itu menjadi urusanku”


Plakkk


Sebuah tamparan keras melayang di wajah mulus Arra sehingga membuatnya menunduk menahan sakit


“Jangan berani-berani mendekati mereka atau hidupmu tidak akan aman”


Setelah mengatakan itu, Gladis pun pergi meninggalkan Arra yang masih menunduk menahan rasa sakit di wajahnya


“Ya Tuhan, aku sungguh lelah dengan semua ini, izinkan aku untuk beristirahat..


“..selamanya.”


Ucapan terakhir yang terdengar bersamaan dengan ambruknya badan Arra di pinggir jalan membuat semua orang yang berlalu lalang berkerumun menghampirinya


Ada yang berusaha membangunkannya, ada yang mengecek denyut nadinya, dan ada yang berusaha menelepon pihak rumah sakit


Kerumunan orang terbelah saat ada seseorang yang berjalan mendekat. Dia adalah Leo dan Zero yang baru saja pulang dari cafe seberang jalan karena Zero memintanya untuk membelikan ice cream dan dessert khas cafe tersebut


“Mami.. Mami thenapa? Mami.. Mami ini Zelo” ucap Zero panik lalu memeluk tubuh Arra yang tergeletak sedangkan Leo memeriksa denyut nadinya setelah salah seorang pria mengatakan bahwa ambulance rumah sakit akan segera tiba


Tak menunggu waktu lama, ambulance pun tiba dan Leo segera menggendong tubuh Arra untuk masuk ke dalam ambulance dan meminta sang supir untuk segera berangkat menuju rumah sakit sedangkan dirinya dan Zero akan menyusul bersama Andra


Karena Leo tau, jika Andra panik mendapat kabar bahwa kekasihnya berada di rumah sakit, ia akan ugal-ugalan menyetir mobil yang beresiko cukup tinggi

__ADS_1


Setelah mobil ambulance berlalu, Leo pun mengajak Zero untuk kembali ke kantor dan memberitahu kepada Andra, namun mereka tidak akan naik ke lantai atas dan Leo hanya mengabari lewat ponselnya


Saat menelpon, pintu lift khusus terbuka dan keluarlah Andre yang diperkirakan baru saja selesai bertemu Andra


“Kenapa tidak naik, Kak?” tanya Andre heran saat melihat Leo dan Zero yang ada di lobi


“Halo, Pak”


Leo hanya memberikan isyarat kepada Andre seolah mengatakan bahwa dirinya sedang bertelepon dengan seseorang


“Kenapa, O?”


“Arra sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit”


“Apa?! Kau bercanda?”


“Segeralah kemari, saya dan Zero menunggu Bapak di lobi”


Tanpa pikir panjang, Andra pun segera keluar dari ruangannya menuju ke lift khusus yang akan membawanya ke lobi bawah, tentu dengan perasaan yang begitu khawatir.


Sepeninggalnya Leo yang menerima telpon, Zero menunduk dan selalu berdoa entah doa apa yang ia panjatkan sehingga membuat Andre heran


“Ada apa? Apa yang diminta oleh keponakan Uncle?” tanya Andre saat Zero baru saja selesai berdoa


“Meminta agal Mami cegela bannun”


“Da tau, Untel. Mami tidul di cana tadi telus dibawa blum blum tinot tinot”


Deg.


Andre benar-benar terkejut saat mendengar dari mulut Zero bahwa Arra dibawa ambulance


“Zero melihatnya?”


“Hu'um, tadi Untel O’o yang angkat Mami ke blum blum”


Saat hendak bertanya lebih lanjut, terlihat Leo berjalan mendekat sehingga lebih baik menurut Andre jika bertanya langsung kepada Leo


“Apa yang terjadi pada Arra, kak?”


“Entahlah, Kakak belum sepenuhnya tau mengapa Arra pingsan di pinggir jalan tadi”


“Apa?! Pingsan?! ****!”


Tanpa pikir panjang, Andre pun berlari keluar menuju tempat parker agar segera menyusul Arra ke rumah sakit bertepatan dengan keluarnya Andra dari lift khusus dengan wajah khawatir


“Papi.. Mami.. Mami da bannun”

__ADS_1


“Sebaiknya kita segera menyusul, Pak”


“Apa yang terjadi, O?” tanya Andra lalu membawa Zero yang sudah menangis kedalam pelukannya


“Saya tidak tau pasti, Pak. Yang terjadi hanyalah kerumunan orang-orang yang berusaha membangunkan Arra dan yang menelpon pihak rumah sakit setelah itu ambulance dating dan saya meminta supir nya untuk segera menuju rumah sakit”


“O, periksa cctv yang ada di halaman kantor. Saya dan Zero akan menyusul Arra”


“Tidak, Pak--”


“Leo!!”


“Pak, saya tau bagaimana paniknya Bapak saat mendengar kabar buruk dan saya yakin Bapak tidak bisa mengontrol emosi sehingga Bapak akan ugal-ugalan di jalan. Itu akan membahayakan keselamatan Bapak terlebih jika Bapak membawa Zero” ucap Leo sopan membuat Andra menatap sang anak yang masih memeluknya dengan isak tangis


Andra pun terdiam sesaat namun tetap tangannya mengelus pelan punggung Zero yang sangat takut jika Arra kenapa-kenapa


“Sayang” panggil Andra yang membuat Zero menoleh seketika


“Zero sayang Mami?”


Tentu saja bocah itu mengangguk mantap hingga membuat Andra maupun Leo tanpa sadar tersenyum tipis


“Doakan Mami ya, Mami pasti baik-baik aja. Zero kan anak pintar jadi Mami nggak mungkin ninggalin Zero”


“Papi janji kalau Mami bica bannun?”


“Janji, sayang. Jadi berhenti menangis ya, Mami pasti sedih kalau liat Zero yang menangis”


Seketika Zero pun menghapus air mata yang tersisa di ujung matanya


“Da, Zelo da ngis, Pi”


“Anak pintar. Kita bertemu Mami ya”


Setelah mendapatkan anggukan mantap dari Zero, akhirnya mereka pun keluar dari gedung DGroup dan menuju ke mobil yang akan membawa mereka ke rumah sakit dimana Arra berada, tentu dengan Leo yang menyetir.


Ra, semoga kehadiranmu bisa membuat kehidupan Pak Andra semakin membaik.-Leo


*


Sayang, bangunlah dan tampar Mas, Mas takut jika harus kehilanganmu.-Andra


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2