Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Bayi Besar atau Sugar Daddy?


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađŸ„°đŸ˜...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading GuysđŸ„°đŸ˜˜!!!!


*****


Setelah menceritakan semuanya kepada Arra dari awal mulai persidangan hingga selesai, Andra mendudukkan dirinya dan menatap gadis kecil dihadapannya dengan penuh bangga


Ucapan Arra masih terngiang-ngiang jelas dipikirannya


Mas, apapun keadaannya Arra akan selalu bersama Mas kecuali suatu saat dimana Mas yang mengusir Arra pergi.


Untuk kesekian kalinya Andra kembali dibuat takjub dengan pemikiran siswa SMU akhir ini, karena pada zaman sekarang sudah sulit menemukan anak SMU yang mempunyai pemikiran yang sama seperti Arra


Andra berkali-kali mengucap syukur kepada-Nya karena sudah diberikan izin untuk dipertemukan dengan gadis kecil ini


Terima kasih Tuhan, aku bersyukur dengan apa yang Engkau berikan sekarang.-Andra


“Sayang”


“Ada apa Mas?”


“Nggak, Mas hanya mau lihat wajah cantik itu”


“Apa sih Mas?” ucap Arra terkekeh pelan mendengar Andra yang tiba-tiba tertawa


“Sayang”


“Arra nggak mau kejebak lagi”


“Ini serius”


“Ada apa Mas?” tanya Arra lalu menatap Andra dengan wajah penasaran


“Cantik sekali”


Blushhh


Lagi. Arra malu lagi dibuatnya.


“Hahaha...Iya iya Mas kali ini serius”


“Mas” tegur Arra seraya menutup kedua wajahnya dengan tangan


“Tapi tadi memang benar wajah mu sangat cantik, Sayang”


“Sebentar”


“Ada apa, Sayang?” tanya Andra khawatir


“Arra takut terkena virus buaya darat” gumam Arra pelan yang membuat Andra melongo


“Heh Mas bukan buaya”


“Hahaha..Makanya kalau Arra serius, Mas jangan menggoda Arra”


“Baiklah. Sayang, ada yang ingin diceritakan?”


“Loh? Kenapa tiba-tiba Mas?” tanya Arra heran


“Kau tidak bisa menyembunyikannya, cantik. Mas melihat raut wajahmu sejak Mas menceritakan apa yang terjadi hari ini” ucap Andra yang membuat Arra terdiam tiba-tiba


“Ada yang mengganggu pikiranmu?” tebak Andra yang membuat gadis itu masih tetap diam

__ADS_1


“Atau kau takut dengan mantan istri Mas?”


Damn.


Andra berhasil menebak pikiran Arra


“Apa yang ditakutkan oleh calon istri ku ini?” tanya Andra mendekat lalu menggenggam erat tangan Arra seolah berbagi kekuatan terhadap gadis itu sehingga ia memberanikan diri untuk menatap Andra


“Kau takut dengan status menjadi Mami nya Zero?”


Lagi. Tebakan Andra tepat sasaran.


“Bagaimana jika Ibu kandung Zero mengetahui hubungan kita? Apa yang akan ia lakukan pada Zero nantinya, Mas? Apa nanti aku akan berpisah dengan Zero jika Ibu kandungnya mengetahui bahwa aku yang menjadi Mami Zero? Lalu--“


Cup.


Arra benar-benar mematung dengan ciuman tiba-tiba itu hingga saat Andra melepaskan ciuman tersebut ia masih belum sadar


“Sayang”


“Eh?” ucap Arra lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan


“Nanya nya satu satu Sayang. Mas kan nggak bisa jawab” ucap Andra terkekeh pelan


“Huh dasar Om duda main nyosor aja” gumam Arra pelan seraya memanyunkan bibirnya membuat Andra gemas ulahnya


“Mau di kiss lagi?” tanya Andra tersenyum penuh arti


“Heh”


“Hahaha..”


Tawa Andra begitu keras sehingga membangunkan bocah yang sedang tertidur pula situ


“Tuh kan, Mas sih nakal” ucap Arra lalu berjalan mendekati Zero dan meninggalkan Andra yang tersenyum canggung


”Zelo mau peluk Mami” ucap Zero pelan


Seakan tau bahwa anaknya masih setengah sadar, Arra pun naik ke atas ranjang untuk menemani Zero tidur kembali seraya menepuk pelan pantatnya


Melihat hal itu, hati Andra kembali sejuk terlebih saat melihat perlakuan Arra terhadap Zero bukan hanya sementara tapi benar-benar tulus


Mata yang selalu menatap bocah itu dengan tatapan tulus dan ucapan lembut yang ia keluarkan saat Zero nakal atau tidak menurut entah ada Andra maupun tidak ada Andra. Perlakuan itu tidak pernah berubah hingga detik ini


“Setiap sama Zero, Mas dilupain” celetuk Andra yang membuat Arra membalikkan badan menoleh sebentar kearahnya lalu kembali menepuk pantat Zero agar bocah itu kembali tertidur dengan nyenyak


“Siapa yang mau bermain dengan Om tua?”


Uhuk uhuk


Andra yang saat itu sedang meminum air putih pun tersedak mendengar jawaban sang calon istrinya membuat Arra harus menahan tawa sekuat tenaga agar Zero tidak terbangun


“Sayang” rengek Andra seraya berjalan mendekat


“Mas diam disana”


Seolah terhipnotis, Andra pun menuruti ucapan Arra agar berhenti berjalan dan diam ditempat


Arra yang merasa bahwa Zero sudah kembali tidur nyenyak pun mulai turun dari ranjang dan mendekati Andra


“Jangan mengganggu Zero lagi. Sepertinya dia kelelahan bermain dengan Andre”


“Baiklah, tapi kau harus bermain dengan bayi besar ini” ucap Andra mengedipkan matanya


“Sejak kapan Mas jadi bayi besar?” tanya Arra heran

__ADS_1


“Yaudah Mas jadi sugar Daddy aja”


“Wow, om Hotman”


“Heh”


*****


Andre yang sejak tadi sudah sampai di rumah Andra pun mulai bosan karena tidak ada hal menyenangkan yang bisa ia lakukan. Namun, dirinya pun enggan untuk kembali ke rumah utama karena ia memang menghindari Ibu nya


“Ngapain lagi?” gumam Andre pelan seraya mengetuk jarinya pada meja


“Main basket?”


“Cuaca sangat panas”


“Olahraga?”


“Baru selesai beberapa menit yang lalu”


“Berenang?”


“Mager”


Andre yang sedang berbicara sendiri pun menarik perhatian Ibu Leli sehingga sang pelayan tersebut mulai berjalan mendekatinya


“Ada yang bisa saya lakukan, Tuan?” tanya Ibu Leli sopan


“Bu, apa ya kira kira hal menyenangkan yang bisa aku kerjakan?”


“Ah, Tuan Muda sedang bosan ya? Bagaimana dengan bermain game? Atau membaca buku?”


“Bu, aku masih Andre yang malas-malasan” ucap Andre terkekeh pelan


“Apa Tuan Muda tidak ingin kembali menumpahkan emosi pada kanvas lagi?” usul Ibu Leli yang mengetahui salah satu hobi adik majikannya tersebut


"Lukisan terakhir ku aja belum dipajang Bu sampai sekarang karena sudah terlalu banyak memakan tempat. Bisa-bisa aku diusir Kak Andra karena sudah membuat rumahnya menjadi pameran seni” ucap Andre di sela-sela gelak tawanya


“Ah, Ibu punya usul menarik, Tuan”


“Apa kita satu pemikiran, Bu?” tanya Andre tersenyum penuh arti.


*****


Bar


Di sebuah privat room ternama, wanita itu mulai meminum minuman yang tersisa dihadapannya. Penampilannya sangat kacau bahkan sepertinya ia sudah mabuk akibat beberapa botol minuman yang ada diatas meja nya


“Sialan, nggak akan pernah aku izinkan Zero ada di tanganmu, Andra”


Wanita itu adalah Tania, Ibu kandung Zero sekaligus mantan istri Andra yang memang sudah berada disana sejak pulang dari pengadilan


“Aku masih nggak habis pikir kenapa baru sekarang dia sadar setelah 2 tahun dia nggak pernah peduli dengan semuanya?”


“Kenapa sangat tiba-tiba sekali?”


Tania mengambil ponselnya dan menelpon seseorang


“Ikuti Andra Dirgantara dan cari tau penyebab pengajuan banding itu”


“Nggak akan ku biarkan dia bahagia setelah merebut Zero dariku”


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2