
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Malam semakin larut setelah Arra menemani sang anak untuk belajar karena besok Mr.Eldo akan kembali datang untuk mengajari Zero.
Baru saja rasanya Arra berjalan untuk mematikan lampu di kamar sang anak, tiba-tiba Zero mengerang kesakitan membuat Mami nya benar-benar panik dan berlari mendekat.
"Sayang?! Ada apa?!" tanya Arra khawatir.
Zero yang saat itu sedang menahan sakit pun tidak bisa menjawab membuat Arra semakin panik hingga ia berlari untuk menyalakan kembali lampu.
Betapa terkejutnya Arra ketika melihat tubuh Zero yang sudah memerah dengan bentol-bentol yang sangat banyak.
"Astaga?! Apa yang terjadi, Sayang?!" teriak Arra panik.
Istri muda tersebut semakin panik ketika merasakan tubuh anaknya yang sangat panas.
Untung saja, Andra selalu menempatkan remote yang terhubung langsung pada ruang kerja, kamar, perpustakaan, ruang Ibu Leli dan beberapa ruangan yang akan membuatnya sering menghabiskan waktu disana agar jika ada sesuatu yang mendesak, ia segera mengetahuinya.
Dengan segera, Arra menekan tombol tersebut sehingga tak lama kemudian Andra, Andre, Ibu Leli, dan Leo pun masuk ke kamar Zero dengan raut wajah khawatir.
Saat itu Andra sedang membahas sesuatu dengan Leo di ruang kerja ketika tiba-tiba alarm ruangan berbunyi membuat mereka segera berlari masuk ke kamar Zero. Sedangkan, Andre yang saat itu sedang berada di perpustakaan pun terkejut ketika mendengar alarm yang berbunyi.
"Sayang, kenapa?! Ada apa?!" tanya Andra khawatir.
"Mas! Badan Zero panas dan bentol-bentol" ucap Arra tak kalah khawatir.
Semua yang mendengarnya pun terkejut karena itu adalah gejala jika Zero memakan sesuatu yang membuatnya alergi.
Andra berjalan mendekat lalu meraba kening anaknya yang sangat panas. "Apa Zero ada memakan sesuatu yang mengandung udang atau kacang merah?" tanya Andra menatap Arra.
Are mengerutkan keningnya seraya mengingat-ingat kembali apa yang Zero makan seharian ini. Kemudian, ia menggeleng pelan karena ia pun tau alergi sang anak. "Zero nggak makan apapun yang bisa membuat alergi nya kambuh, Mas" ucap Arra pelan.
Semua orang bingung karena Zero tak pernah kambuh alergi jika tidak memakan hal yang terlarang baginya.
Andre pun berjalan mendekati tas sekolah Zero sedangkan Leo segera menelepon Galuh untuk memeriksa Zero.
"Ibu akan mencari tau kandungan apa saja yang dimakan oleh Zero" ucap Ibu Leli seraya pamit pergi.
__ADS_1
"Ini. Zero sepertinya meminum susu ini dan memakan kue ini" ucap Andra seraya memberikan bukti yang ada dalam tas Zero.
Andra segera mengambilnya. "Siapa yang memberikannya ini?"
Semuanya menggeleng karena tidak tau mengapa susu kacang merah dan kue yang mengandung udang bisa ada dalam tas Zero.
"Ma-mami.." panggil Zero pelan yang membuat Arra tersadar lalu mendekati sang anak.
"Sayang, tunggu sebentar ya, Om Galuh akan kemari untuk memeriksa Zero. Anak Mami kuat ya, Sayang?" Arra berusaha untuk menyemangati sang anak walaupun dalam hatinya ia juga sangat khawatir.
"B-bunda.. Bunda kacih Zelo mam dan mimi itu.." ucap Zero pelan yang membuat semua orang terkejut.
"Brengsek!"
Tanpa sadar, Andra berbicara kasar dihadapan Zero.
"Kurang ajar! Dia tau sendiri anaknya mempunyai alergi seperti ini. Tania benar-benar gila!"
Andre pun tak kalah emosi.
Astaga, mereka benar-benar kakak adik kandung..
Arra segera merengkuh tubuh mungil anaknya ke dalam pelukannya. "Sebentar ya, Sayang. Tunggu Om Galuh ya" ucap Arra pelan.
Sebenarnya, Arra pun bertanya-tanya mengapa Tania tega melakukan ini pada anak kandungnya sendiri namun keadaan Zero sekarang membuatnya lebih khawatir.
"Om periksa dulu ya?"
Zero hanya diam ketika diperiksa oleh Galuh. Hingga beberapa saat kemudian, Galuh memberikan obat kepada Arra agar alergi Zero cepat sembuh dan suhu di badannya cepat menurun.
Leo segera keluar bersama Galuh sedangkan Andra memilih untuk tetap tinggal bersama anak dan istrinya.
"Mas, biarkan Zero tidur bersama kita ya" ucap Arra pelan.
Andra tersenyum tipis seraya mengelus punggung sang istri yang masih khawatir lalu mengangguk pelan. "Zero akan segera sembuh dan menjadi rewel lagi."
Arra hanya diam. Ia tau suaminya sedang berusaha untuk menghiburnya namun ia benar-benar takut dan khawatir sekarang karena ini pertama kalinya ia menghadapi Zero dengan alergi yang kambuh.
"Mas.. maafkan Arra.."
"Hei, kenapa meminta maaf?" tanya Andra heran.
"A-arra nggak becus menjaga Zero.. Arra bahkan nggak tau kalau ibu kandung Zero ada bertemu Zero.."
__ADS_1
Andra menghela nafas seraya tangannya mengelus pipi sang istri. "Sudah, jangan berbicara seperti itu. Jika Zero sudah sembuh, nanti kita tanyakan ya. Jangan menyalahkan diri mu, Sayang."
"T-tapi ini salah Arra, Mas. Harusnya Arra bisa menjaga Zero agar hal seperti ini nggak terjadi. Tapi lihatlah sekarang, Zero menderita karena Arra.."
Arra tak berhenti menyalahkan dirinya sendiri karena menurutnya ini salahnya yang tidak bisa menjaga Zero dengan baik. Bahkan ia sendiri tidak mengetahui bahwa Zero bertemu dengan Tania hari ini.
"Maaf, Mas.. Arra benar-benar minta maaf.."
Ketika melihat air mata sukses keluar membasahi wajah istrinya, Andra segera membawa Arra ke dalam pelukannya.
"Nggak, Sayang. Ini bukan salah mu. Mas akan mencari tau semuanya" ucap Andra seraya mencium pucuk kepala istrinya.
"Sekarang, temani anak kita di kamar ya. Mas harus berbicara pada Kak Galuh dulu" ucap Andra seraya memindahkan Zero ke kamar mereka diikuti oleh Arra dibelakangnya.
*****
Saat ini Leo dan Galuh juga Andre sedang berada di ruang keluarga.
"Apa yang terjadi? Mengapa Zero bisa kambuh alerginya? Arra nggak tau tentang alergi Zero?"
Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Galuh.
"Tania."
Hanya satu kata yang keluar dari mulut Andre membuat Galuh mengerti apa yang terjadi.
"Sial. Apa yang diinginkan wanita gila itu?"
"Sepertinya ia ingin Andra menemuinya" ucap Leo tiba-tiba.
Andre menatapnya heran. "Maksud, Kak Leo?"
"Selama ini ia tak punya kesempatan untuk bertemu Andra terlebih jika ia tau Andra sudah menikah. Kita semua tau bagaimana gilanya Tania dengan harta. Ia akan mencari cara bagaimana pun untuk bisa bertemu dan meminta semua kekayaan Andra" ucap Leo menjelaskan apa yang ia pikirkan.
Galuh mengangguk setuju. "Jika Andra tau ini perbuatannya, Andra pasti akan mendatanginya, kan?"
"Dan mungkin saja wanita gila itu akan mengancam Kak Andra untuk menyakiti Zero lagi" celetuk Andre yang mengerti keadaan.
"Dia benar-benar gila bahkan panggilan monster pun nggak cocok untuknya. Bagaimana bisa dia menyakiti anak kandungnya sendiri?!"
Semua orang tak habis pikir dengan jalan pikiran Tania. Bagaimana bisa ia menyakiti Zero hanya untuk meminta kekayaan Andra? Apa uang bisa membuat orang menjadi gelap mata sehingga rela melakukan apapun untuk mendapatkan yang mereka inginkan?
*
__ADS_1
*
*