Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Singa Mengamuk


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Sayang, Mami disini" ucap Arra yang mulai keluar dari balik selimut.


Zero pun segera berlari naik ke atas tempat tidur. "Mami cepelti olang yang teltangkap bacah" ucap Zero dengan suara khas bangun tidur.


Andra terkekeh pelan. "Tertangkap basah melakukan apa?" tanya nya penasaran.


"Ale Mom and Dad kiccing?" tanya Zero dengan santainya membuat Arra sedikit salah tingkah sedangkan Andra sudah tertawa melihat sang istri yang terlihat malu.


"Apa Zero melihatnya?" tanya Andra.


Zero mendongak menatap sang Papi. "Iyat apa? Kiccing? Hu'um cedikit. Tapi, Zelo langcung balik badan kalena itu plivaci Mami dan Papi" ucap Zero seraya mengangkat tangannya dengan jari yang berbentuk peace seolah sedang mengakui bahwa yang dikatakannya memang benar.


Andra tertawa terlebih ketika melihat raut wajah Arra yang sudah memerah akibat menahan malu. "Anak pintar. Lain kali kalau ingin masuk ketik pintu dulu, Son" ucap Andra memperingati sang anak.


"Zelo cudah ketuk pintu tapi Mami dan Papi da dengal jadi Zelo macuk aja" ucap Zero yang membuat Andra menggaruk tengkuknya.


"Ah iya, Zero kenapa kemari, Nak? Apa alerginya masih sakit?" tanya Arra mengalihkan pembicaraan seraya meletakkan tangannya pada kening sang anak.


"Syukurlah panasnya sudah menurun dan alerginya sudah banyak yang menghilang. Hari ini jangan mandi dulu ya" ucap Arra yang langsung mendapat anggukan dari bocah tersebut.


Ah, Andra langsung ingat kejadian malam tadi. Dengan segera ia menatap sang anak seraya mengelus pelan pucuk kepala Zero.


"Bisa Zero ceritakan bagaimana kejadian disaat Bunda memberikan Zero susu dan kue itu?" tanya Andra dengan raut wajah serius.


Arra yang mendengarnya pun langsung menatap Zero.


"Caat Mami pelgi ke toilet kan Zelo minta uang lagi buat beli ikim goyang telus Zelo pelgi ke Om nna dan tiba-tiba ada Bunda datangin Zelo. Awal nna Zelo takut telus cembunyi di belakang Om tapi kata Bunda, dia thangen Zelo kalena Bunda da bica beltemu Zelo lagi kata nna Mami lalang Bunda buat ketemu Zelo."


Baik Andra maupun Arra pun terkejut mendengarnya. Arra ingat kejadian dimana ia pamit ke toilet dan Andra mungkin terlalu sibuk mengurus berkas sehingga ia tidak bisa mengantar Zero pergi ke stand es goyang. Lagi pula, tempat mereka makan dan stand es goyang pun tidak terlalu jauh sehingga membuat mereka semakin heran bagaimana bisa mereka tidak menyadari bahwa ada Tania saat itu.


"Zero percaya dengan apa yang dikatakan Bunda?" tanya Andra menatap sang anak membuat Zero juga mendongak menatapnya.

__ADS_1


Zero menggeleng cepat. "Da, Mami baik cekali, da mungkin Mami lalang-lalang Bunda beltemu Zelo. Zelo aja yang da mau beltemu Bunda kalena Bunda jahat."


Andra tersenyum tipis melihat kepintaran sang anak yang benar-benar membuatnya bangga. Tanpa diberikan penjelasan lebih pun Zero bisa menilai sendiri bagaimana bisa seseorang.


"Jangan seperti itu lagi, ya? Jangan memakan makanan dari orang lain karena bisa saja kejadian kemarin terulang lagi dan alergi Zero kambuh lagi. Nggak mau kan alerginya kambuh?" tanya Andra yang membuat Zero menggeleng.


"Nak, Papi tau kalau Zero adalah anak Papi dan Mami yang pintar. Jangan mudah tergoda dengan ucapan orang lain, ya? Papi dan Mami nggak pernah melarang Bunda untuk bertemu Zero karena mau bagaimana pun dia tetap Bunda nya Zero. Kalau pun suatu saat Zero meminta untuk bertemu Bunda, Papi dan Mami akan mengantar Zero untuk bertemu dengannya."


Zero menatap Papi dan Mami nya secara bergantian. "Zelo mau tinggal belcama Papi dan Mami aja" ucap Zero yang membuat Andra tersenyum tipis seraya mengelus pucuk kepala bocah tersebut.


"Papi minta maaf ya karena nggak bisa menjaga anak Papi" ucap Andra tersenyum tipis.


Zero menggeleng dengan cepat seraya menatap Papi nya dengan tatapan tajam. "Zelo yang calah, Zelo yang halusnya minta maaf. Maafin Zelo ya Papi, maafin Zelo ya Mami."


Ketika melihat sang istri hanya diam sejak tadi, Andra pun segera memeluk istri dan anaknya. Ia tau jika Arra masih merasa bersalah akibat alergi Zero yang tiba-tiba kambuh terlebih selama ini, Arra pun tidak pernah merawat Zero ketika alerginya kambuh karena Zero tidak pernah kambuh alergi ketika bersama Arra.


*****


"Raaa!" teriak Andre dari meja makan di lantai bawah membuat Arra yang saat itu sedang berada di kamar Zero pun terkejut.


Memang, Andre saat ini terkadang masih sering tinggal di rumah Andra sehingga tidak heran lagi jika setiap saat Arra harus mendengar teriakan-teriakan Andre yang tentu sudah bisa ditebak bahwa dirinya sedang ribut dengan Zero.


"Ada apa lagi dengannya?" gumam Arra seraya berjalan keluar menuju sumber suara.


"Andre! Zero!"


Bukan, itu bukan suara Arra melainkan suara berat Andra yang tiba-tiba terdengar membuat kedua nama yang disebutkan segera lari terbirit-birit untuk bersembunyi dibelakang Arra.


Jangankan mereka, Arra saja terkejut mendengar suara Andra karena pria tua tersebut seharusnya masih berada di kantor sekarang.


"Jangan bersembunyi."


Lagi. Suara berat dan mengintimidasi membuat semua orang yang mendengarnya bergidik ngeri.


"Mami, Zelo takut" ucap Zero pelan yang sudah berada di belakang Arra.


Andre yang badannya jauh lebih besar dari Arra pun malah bersembunyi dibalik gadis kecil itu karena ia juga takut dimarahi oleh Andra.


"Ra, suami mu mengerikan" bisik Andre yang disambut oleh anggukan Zero.

__ADS_1


"Hu'um cepelti cinga kelapalan" ucap Zero setuju.


Sedangkan Arra hanya diam, ia menahan tawa melihat kedua orang yang sedang bersembunyi di belakangnya karena takut mendengar amarah Andra.


Arra tidak akan heran lagi melihat Andre yang lebih tua darinya akan bersikap seperti anak seumuran Zero ketika ia bermain dengan keponakannya tersebut. Andre akan bersikap seperti anak kecil dihadapan keluarga Andra dan akan bersikap dingin dan acuh didepan umum. Arra tidak habis pikir dengan iparnya itu.


"Bersikap seperti pria sejati. Dan kau Andre, mengapa bersembunyi?"


Akhirnya, Andre dan Zero pun keluar dari tempat persembunyian dan berdiri disebelah Arra.


Andra menatap keduanya dengan tatapan penuh amarah membuat kedua orang tersebut hanya bisa menunduk dan mengintrospeksi diri akibat kelakuan mereka.


"Bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan."


"I am colly, Dad."


"Sorry, Kak."


Ucap keduanya bersamaan.


"Bersihkan."


Hanya mengeluarkan satu kata saja membuat Andre dan Zero segera berlari ke dapur untuk membersihkan kekacauan yang mereka lakukan.


Sedangkan Andra segera berjalan mendekati sang istri yang hanya diam. "Sayang" panggilnya pelan.


"Mas Andra kenapa pulang cepat? Bukannya masih sekitar dua jam lagi baru pulang?" tanya Arra heran.


Andra terkekeh pelan. "Mas kan mau ketemu kamu" ucap Andra dengan manjanya.


"Mandi dulu sana."


"Loh? Kok Mas diusir sih?"


"Kalena Papi bau." Zero menanggapi.


"Heh."


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2