
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Andre benar-benar tidak menyangka dengan apa yang didengarnya sehingga membuatnya tak bisa menahan tubuhnya sendiri. Bagaimana bisa Nyonya Besar yang selalu ia banggakan sejak dulu menjadi pembunuh? Apa kejadian masa lalu yang terjadi? Dan keluarga siapa yang dibunuh oleh Nyonya Besar?
“A-apa?! Satu keluarga?!”. Andre benar-benar tidak tau harus melakukan apa karena sungguh berita ini mengejutkannya.
Ibu kandungnya menjadi pembunuh, bukan hanya membunuh satu orang namun satu keluarga. Fakta yang benar-benar membuatnya merasa jijik menjadi anak seorang pembunuh.
“Tidak, tolong maafkan aku..” ucap Nyonya Besar yang kembali terdengar.
“Kau benar-benar wanita jahat. Aku tidak akan memaafkan mu atas semua rasa sakit dan ketidakadilan yang dirasakan oleh keluarga Angga.”
Deg.
Jantung Andre berdebar lebih cepat ketika mendengar nama keluarga yang menjadi korban pembunuhan Ibunya. Pikirannya kembali pada beberapa bulan yang lalu.
Flashback on
Andre sedang berada di taman menemani Arra yang sedang mengantarkan Zero bermain-main pada sore hari. Karena melihat Zero bersenang-senang bermain dengan beberapa teman yang ia temui di taman, Andre pun mengajak Arra untuk duduk bersama di bangku taman seraya memperhatikan Zero dari dekat.
“Ra?” panggil Andre pelan.
Arra hanya menoleh sebentar.
“Apa aku boleh bertanya tentang hal pribadi?” tanya Andre yang membuat Arra kembali menatapnya.
“Tanyakan saja” ucap Arra pelan.
“Aku hanya penasaran bagaimana bisa kau menjadi anak Ibu Dian?” tanya Andre menatap Arra membuat Arra tersenyum tipis.
“Ah, aku belum cerita ya? Seluruh keluarga ku pergi di hari yang sama” ucap Arra pelan.
Andre terkejut. “A-apa?! Karena apa, Ra? Kecelakaan?” tanya Andre dengan raut wajah yang masih terkejut.
Arra mengangguk pelan seraya tersenyum tipis. “Ayah, Ibu, dan kedua adikku pergi meninggalkanku.”
“Adik?!”
“Alda dan Aldo yang masih sangat kecil harus merasakan kematian yang sangat tragis”
Andre menghela nafas lalu mengelus pelan punggung Arra ketika melihat gadis itu menahan tangis. “Jika boleh tau, siapa nama Ayah dan Ibu mu?” tanya Andre hati-hati.
__ADS_1
“Angga dan Alisa.”
Flashback off.
“Keluarga Angga?! Bukan orang tua Arra, kan?”. Andre benar-benar terdiam ketika mendengar nama yang mirip dengan nama ayah Arra membuat pikirannya seketika kosong sehingga ia tak tau harus berbuat apa.
Karena ingin memastikan semuanya, Andre tiba-tiba masuk ke kamar utama membuat Ketua dan Nyonya Besar sangat terkejut.
“Andre?!”
“Siapa? Siapa nama seluruh keluarga yang menjadi korban kecelakaan yang dilakukan Mama?” tanya Andre dengan wajah dingin membuat Nyonya Besar benar-benar terkejut karena sang anak mengetahui perbuatan jahatnya.
“A-andre?! Apa yang kau katakan?”
“Tidak, tolong katakan padaku bahwa bukan keluarga dari pasangan Angga dan Alisa” ucap Andre memohon.
Tentu saja hal itu membuat Ketua bahkan Nyonya besar terkejut sekaligus akan menjadi tanda tanya besar, dari mana Andre mengetahui nama pasangan suami istri yang menjadi korban kecelakaan yang disebabkan oleh Nyonya Besar.
“Kau tau dari mana?” tanya Ketua mengerutkan kening.
Deg.
Kaki Andre seketika lemas bahkan ia tak bisa bertumpu lagi sehingga ia tiba-tiba terduduk di dekat pintu membuat Nyonya Besar segera berlari menahannya namun tangannya langsung ditepis kasar oleh Andre.
“Bagaimana bisa anda hidup bertahun-tahun dengan sangat bahagia tanpa memikirkan korban kecelakaan yang anda lakukan?!” teriak Andre menatap Nyonya Besar dengan tajam.
Boom. Jantung Andre seolah berpacu lebih cepat ketika mendengar suara yang tiba-tiba terdengar karena ia mengetahui siapa pemilik suara tersebut,
Andra Dirgantara.
“Andre?! Ada apa denganmu? Apa Nyonya Besar memukul mu lagi?” tanya Andra mengerutkan kening ketika melihat tatapan tajam dari Andre yang menatap jelas Nyonya Besar dengan penuh kebencian.
“Ketua, tolong jelaskan situasi ini” ucap Andra tegas membuat Ketua menghela nafas lalu duduk di salah satu kursi yang ada di kamar utama.
Ketua segera membuka sebuah kotak yang berisikan semua bukti-bukti kelakuan Nyonya Besar beberapa tahun yang lalu seraya memberikannya kepada Andra.
Andra pun segera mengambilnya dengan raut wajah heran. “Apa ini?”
“Bacalah” ucap Ketua seraya menghela nafas berat.
Andra pun segera membaca semua dokumen yang ada termasuk kesaksian para pengawal yang mengatakan bahwa mereka diutus Nyonya Besar untuk membunuh seluruh keluarga Angga dan merekayasa semuanya seolah itu menjadi kecelakaan tunggal.
Tangan Andra mengepal ketika membaca alasan Nyonya Besar ingin membunuh keluarga Angga hanya karena Angga yang pernah menjadi salah satu karyawan di perusahaan cabang Dirgantara Group difitnah menerima beberapa uang kotor untuk membiayai seluruh keluarganya. Namun, kebenaran itu terungkap setelah kematian seluruh keluarga Angga yang dimana ternyata faktanya adalah sekretaris perusahaan lah yang melakukan semuanya lalu memfitnah Angga.
“Shit!” teriak Andra dengan keras membuat Nyonya Besar semakin gemetar karena takut.
“Kau?! Bagaimana bisa kau melakukan kejahatan seperti ini?” tanya Andra yang menatap Nyonya Besar dengan tatapan tajam sedangkan Nyonya Besar hanya diam menunduk.
__ADS_1
“Kau hanya peduli dengan citra perusahaan dan nama baik mu sendiri namun tidak peduli dengan keluarga korban. Kau membunuh seluruh keluarga, bukan hanya satu orang, Lidya!”
Amarah Andra benar-benar melewati batas bahkan ia tidak peduli lagi jika harus berlaku sopan dan menghargai Ibu tiri nya.
“Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiran mu. Apa hanya dengan membunuh mereka bisa membuat uang tersebut kembali?”
Andre hanya diam namun pikirannya bekerja keras, seolah bertanya mengapa Andra tidak menyinggung korban tersebut dari keluarga siapa membuatnya hanya menatap Andra dengan tatapan sendu.
Andai kau tau siapa korbannya, Kak.-Andre.
“Jelaskan semuanya padaku, siapa-siapa saja yang menjadi korbannya. Istri dan anak Pak Angga” ucap Andra dingin yang membuat raut wajah Andre berubah seketika.
Nyonya Besar hendak membuka suara namun sebuah foto tiba-tiba terjatuh dari salah satu dokumen membuat Andra menunduk mengambilnya.
Deg.
Andra tau foto itu, foto keluarga Arra.
“Ja-jangan bilang in—”
Ucapan Andra terpotong ketika ia melihat Nyonya Besar mengangguk diam membuat kakinya benar-benar lemas sehingga ia terhuyung ke belakang dan Andre segera menahannya.
“Kak?!”
“Mereka? Mereka bukan korban kecelakaan itu, bukan? Katakan padaku!” teriak Andra yang membuat Nyonya Besar hanya bisa menangis diam sedangkan Ketua sedikit heran ada apa dengan kedua anaknya yang seolah mengetahui siapa korban kecelakaan tersebut.
“Apa kau mengenal Pak Angga?” tanya Ketua membuka suara.
Andra berjalan mendekati Nyonya Besar dan ditahan oleh Andre namun ia segera menepis kasar tangan Andre yang menahannya.
Plak
Tamparan itu membuat semua orang benar-benar terkejut bahkan Nyonya Besar pun terkejut sehingga ia segera mengangkat kepalanya. Amarah Andra sekarang tak bisa terkontrol yang membuatnya benar-benar seperti monster saat marah bahkan Ketua tidak menyangka apa yang akan dilakukan oleh Andra.
“Kau? Kau tau mereka siapa?” tanya Andra tersenyum sinis seraya meremas kuat foto keluarga Arra yang ada di genggamannya.
Semua orang diam karena mereka menyadari bahwa Andra belum selesai berbicara sedangkan Andre hanya bisa menghela nafas berat.
“Mereka keluarga calon istriku..”
Deg.
“A-apa?!”
*
*
__ADS_1
*