Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Tertangkap Basah


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Pagi ini Arra bangun sekitar pukul 05:34 WIB ketika merasakan tangan kecil memeluknya dengan sangat erat.


Ah, ia baru ingat bahwa kemarin malam ia benar-benar memberikan hukuman kepada sang suami dengan meninggalkannya sendirian di kamar utama.


Sebenarnya, Arra tidak ingin menghukum suaminya namun karena pemikirannya terlalu jauh dengan takut jika tiba-tiba Zero mendengar candaan Papi nya akan merasa sakit hati, maka dari itulah ia bersikap tegas agar Andra pun bisa mengerti alasan dibalik kemarahan sang istri.


Setelah memindahkan tangan Zero yang masih memeluknya, Arra pun berjalan perlahan keluar dari kamar sang anak menuju kamar utama dimana suaminya masih tertidur.


Arra berjalan mendekat lalu mengelus pelan pucuk kepala sang suami dan tersenyum tipis. "Gimana, Mas? Enak nggak hukumannya?" gumam Arra pelan seraya terkekeh pelan.


Arra menatap lekat wajah tampan suaminya yang sedang tertidur. Tangan yang awalnya bergerak mengelus pucuk kepala pun turun untuk mengelus pelan pipi Andra.


Tak pernah terpikirkan dalam benak Arra bahwa ia akan menikah di usia yang masih sangat muda dengan sang suami yang pernah menikah sebelumnya.


Rencana Tuhan memang benar-benar kejutan yang tidak akan pernah bisa ditebak oleh umat-Nya. Arra yang awalnya hanya ingin menolong Zero yang tersesat dan mengantarnya menuju sang Papi. Arra yang awalnya tidak peduli dengan Andra bahkan sebelumnya ia pernah memikirkan bahwa Andra adalah orang yang sangat sombong dan arogan.


Tuhan benar-benar dengan mudah membolak-balikkan hati manusia, yang pada awalnya Arra tidak menyukai duda itu hingga akhirnya ia malah menerima pengakuan cinta dari Andra.


Ah, pikiran Arra kembali pada beberapa bulan yang lalu dimana ia yang sedang kesal setelah Andra memarahinya karena perbuatan Gladis. Arra ingat perkataannya saat itu, di danau dimana ia bertemu dengan Andre yang ternyata menjadi iparnya.


"Aku bersumpah bahwa kau akan mengejar-ngejar cintaku bahkan jika perlu bersujud padaku, dasar duda keren tidak punya akhlak"


*Eps.5 Ucapan Kasar.


Dan, ucapan Arra terbukti. Lihatlah sekarang bagaimana Andra benar-benar mencintainya.


Arra terkekeh pelan. "Ternyata, danau itu bisa mewujudkan ucapan orang. Ah, aku kan nggak pernah minta untuk menjadi bucin? Kenapa aku tiba-tiba bucin dengan pria tua ini?" gumam Arra pelan.


"Bisa-bisanya aku terpikat dengan seorang pria tua. Wow, pesona duda keren memang nggak bisa terkalahkan."


"Hahahaha."


Arra mendongak seketika ketika melihat sepasang mata itu terbuka dan sedang menatap kearahnya.


"Mas?!"


Andra yang mendengar jelas apa saja ucapan Arra di pagi hari pun masih tertawa dengan sangat puas hingga membuat Arra menatapnya dengan kesal.


"Mas curang! Harusnya pura-pura aja nggak dengar" gumam Arra sedikit malu.

__ADS_1


"Coba ulangi sekali lagi" ucap Andra yang membuat Arra semakin malu.


Arra pun segera menutup wajahnya dengan kedua tangan membuat tawa Andra semakin terdengar. "Pagi-pagi ada yang mengoceh dengan mengatakan tentang pesona duda. Apa Mas terlihat sangat tampan?"


Pertanyaan Andra tak lupa ditutup dengan kedipan mata yang bisa memikat siapapun termasuk istri yang sedang dihadapannya.


Bagaimana bisa Mas terlihat sangat tampan?-Arra.


Dengan segera Arra menggeleng pelan seolah menolak keras apa yang ia pikirkan. "Kata siapa? Arra nggak dengar apa-apa. Mas Andra kenapa pura-pura tidur?"


Arra memang sangat cepat untuk mengubah topik agar dirinya tidak semakin malu. Melihat istrinya yang seolah ingin mengubah topik pembicaraan, Andra pun tergelak hingga kamar utama dipenuhi dengan gelak tawanya.


"Mas?! Kok ketawa?! Kan Arra nanya" ucap Arra sedikit kesal.


Cup.


"Good morning, Sayang" ucap Andra dengan senyum manisnya.


Bisa-bisa aku gila lama-lama berdekatan dengan Mas Andra. Hei, apa yang ku pikirkan? Aku tau suami ku sangat tampan tapi aku nggak perlu memujinya setiap saat. Astaga, sadar Arra!.-Arra.


Andra kembali tergelak ketika melihat Arra yang mematung saat ia selesai mencium wanitanya. Bisa dipastikan bahwa Arra sedang salah tingkah dan malu.


"Kenapa masih malu? Mas kan sudah hafal semuanya."


Plak.


"Udah ah, Arra mau bangunin Zero dulu" ucap Arra yang hendak kabur namun pria tua itu tidak akan membiarkannya kabur dengan mudah.


Dengan segera Andra menarik tangan sang istri hingga terjatuh tepat di pelukannya. "Mas masih ngantuk masa ditinggal? Malam kemarin aja udah ditinggal" gumam Andra dengan mata tertutup.


Arra terkekeh pelan ketika melihat sang suami yang sudah berubah menjadi bayi besar. Andra selalu bisa membuat Arra tidak bisa melepaskannya. Ah, apakah pesona duren memang selalu menghanyutkan semua wanita?


Perlahan, tangan Arra bergerak untuk mengelus pelan pipi suaminya. "Mas.." panggil Arra pelan.


"Ada apa, Sayang?" tanya Andra seraya membuka mata menatap manik mata sang istri yang juga sedang menatapnya.


"Arra boleh bertanya?" tanya Arra dengan raut wajah serius membuat Andra segera memindahkan sang istri ke sampingnya.


Dalam hati, Arra ingin sekali tertawa ketika melihat Andra yang selalu was-was saat ia ingin bertanya sesuatu.


"Kenapa, Sayang?" tanya Andra dengan raut wajah khawatir seraya sesekali mengelus pucuk kepala sang istri yang sudah membenamkan wajahnya di dada bidang miliknya.


"Nggak jadi deh" gumam Arra pelan.


Hal itu membuat Andra semakin khawatir. "Hei, kenapa Sayang? Ada apa hm?"


"Hahaha."

__ADS_1


Gelak tawa Arra memenuhi ruangan membuat Andra menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Arra nggak tahan melihat wajah Mas yang takut" ucap Arra disela-sela gelak tawanya.


"Oh jadi sekarang mulai usil?"


Cup.


"Mas! Jangan tiba-tiba. Harusnya minta izin dulu."


Andra tertawa gemas melihat sang istri yang begitu lucu. "Mas izin mau cium."


Cup.


Cup.


Cup.


Cup.


Cup.


"Mas Andra! Stop!"


Klek


Seolah sedang tertangkap basah melakukan hal yang tidak senonoh, Arra langsung menutupi tubuhnya dengan selimut ketika mendengar pintu kamar terbuka.


"Whele is my mom?"


Ternyata Zero sudah bangun dari tidurnya.


"Sayang, Mami disini" ucap Arra yang mulai keluar dari balik selimut.


Zero pun segera berlari naik ke atas tempat tidur. "Mami cepelti olang yang teltangkap bacah" ucap Zero dengan suara khas bangun tidur.


Andra terkekeh pelan. "Tertangkap basah melakukan apa?" tanya nya penasaran.


"Ale Mom and Dad kiccing?"


Skakmat.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2