Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Bidadari Cantik


__ADS_3

Maaf banget ya readers baru bisa up karena kemaren dikasih tugas banyak dan dosennya minta deadline cepat😭.


Terima kasih masih setia menunggu 😘.


Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yaa😘!!!


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_ 😘


Author sayang Readers🥰!!!


Happy Reading!!!


*****


Kamar Andra


Keesokan harinya, Arra bangun pukul 05:00 WIB dan tatapannya langsung tertuju pada Andra yang tertidur si sofa dengan ponsel ditangannya. Bisa dipastikan bahwa Andra tertidur saat bermain ponsel membuat Arra merasa kasihan terhadapnya


Lalu tatapan Arra beralih ke bocah kecil yang masih tertidur dengan nyenyak, Arra mendekatinya dan menempelkan tangannya di kening Zero untuk merasakan apakah badan Zero masih panas atau sudah berkurang


"Masih hangat, tapi banyak peningkatan dari kemaren" gumam Arra pelan


Arra pun turun dari tempat tidur dan membawa alat kompres Zero lalu keluar dari kamar menuju lantai bawah tepatnya di dapur karena dia ingin mencuci alat kompres tersebut


Dapur


"Selamat Pagi Nona Arra"


Terdengar suara semua sapaan selamat pagi dari para pelayan yang melihat kedatangan Arra membuat gadis itu risih karena diperlakukan seperti tuan rumah di sini


"Selamat pagi, Nak"


Tiba-tiba Ibu Leli sudah berada dihadapan Arra dengan membawa kemoceng di tangannya sehingga bisa dipastikan bahwa dirinya baru saja membereskan rumah


"Pagi, Bu. Arra izin ke dapur ya, Bu" ucap Arra sopan


"Kenapa harus meminta izin, Nak. Nak Arra adalah Nona Muda di rumah ini" ucap Ibu Leli tersenyum tipis


"Bu, jangan seperti itu. Arra hanya tamu di rumah ini"


"Dan akan menjadi Nona Muda" jawab Ibu Leli senyum


"Ibu, tolong jangan katakan itu"


"Ibu berkata yang sebenarnya, Nak. Selama ini Pak Andra tidak pernah membawa perempuan ke rumah untuk sekedar mampir bahkan menginap. Hanya Bu Laudya yang sering mampir bersama suaminya namun hanya sampai teras depan"


"A-apa? Ibu serius? Tidak ada perempuan lain yang pernah ke rumah ini? Teman Mas Andra atau rekan kerjanya?" tanya Arra penasaran


"Ya, Nyonya saja jarang kemari, Nak"


"Tapi kenapa tidak ada yang pernah kemari? Ibu Leli bercanda saja mungkin, bagaimana bisa tidak ada perempuan mampir disini" ucap Arra pelan


"Memangnya kamu kira rumah ini tempat penampungan perempuan"

__ADS_1


Tiba-tiba suara berat Andra terdengar membuat Arra terkejut dan berbalik pelan lalu tatapannya menatap Andra yang sedang kesal


"Eh--maaf Mas"


"Selamat pagi, Pak Andra" ucap Ibu Leli menunduk karena takut melihat Andra yang terlihat sedang kesal


"Pagi, Bu" jawab Andra singkat


"Sayang, kenapa pagi-pagi sekali ada di dapur?" tanya Andra yang membuat Arra mengerutkan kening mendengar Andra yang mengalihkan pembicaraan


"Ma-mau bikin sarapan, Mas"


"Kenapa? Disini ada banyak pelayan"


"Arra lagi pengen aja Mas masak sarapan"


"Sayang, mending kamu di kamar urus Mas"


Refleks Arra menginjak kaki Andra hingga membuat Ibu Leli tanpa sadar tersenyum


"Aw--sakit Sayang"


"Mas juga kenapa ngomong gitu?" tanya Arra menatap Andra dengan tajam


"Kan benar, Sayang"


Tiba-tiba Andra mendekat dan memeluk Arra dengan erat bahkan membenamkan wajahnya dileher Arra membuat Arra dan Ibu Leli terkejut


"Mas"


"Mas, malu ih itu ada Ibu Leli" bisik Arra pelan yang membuat Andra terkekeh lalu melepas pelukannya


"Ya udah Mas temenin masak ya" ucap Andra yang membuat Ibu Leli terkejut karena memang Andra tidak pernah menginjakkan kaki di dapur


"Nggak deh, Mas balik ke kamar aja nanti aku bangunin kalau udah siap" ucap Arra yang melihat wajah terkejut Ibu Leli


Hingga dirinya paham bahwa Andra pasti tidak pernah ke dapur dan mungkin akan mengganggu pekerjaan Arra saja


"Malas ke kamar, nggak ada kamu" rengek Andra manja


"Mas, ke kamar sekarang" ucap Arra tegas namun tetap menampilkan senyum manisnya


"Morning kiss dulu" ucap Andra manyun yang membuat Arra menatapnya tajam


"Boleh, mau pake apa? Wajan atau panci?"


"Eum, nggak jadi deh Cantik" ucap Andra lalu berlari ke lantai atas meninggalkan Arra yang tertawa melihat kelakuannya sedangkan Ibu Leli hanya tersenyum tipis.


*****


Kamar Andra


Andra yang baru saja berlari dari dapur pun ngos-ngosan sampai ke kamarnya

__ADS_1


"Ya ampun minta kiss saja sudah mau di pukul pakai panci" gumam Andra pelan


Lalu Andra pun berjalan mendekati Zero yang masih tertidur dengan nyenyak dan membaringkan diri di samping putranya


"Gimana ya kalau aku pura-pura kesal aja?" gumam Andra pelan


"Tau ah mau tidur lagi"


Andra pun memeluk Zero dan mulai masuk ke alam mimpi.


*****


Dapur


Arra sedang berada di dapur untuk memasak sarapan mereka ditemani oleh Ibu Leli dan dua orang pelayan yang khusus berada di dapur


Saat ini Arra memasak ayam goreng dan sup ayam dengan dibantu oleh pelayan yang hanya menyediakan bahan, jadilah ayam goreng dan sup ayam tersebut


Arra pun mulai menyediakan makanan di atas meja makan dan setelah selesai dia pun pergi ke kamar atas untuk membangunkan Zero dan mengatakan kepada Andra bahwa sarapan sudah siap.


*****


Baru saja rasanya Arra membuka pintu, terlihatlah pemandangan yang membuat Arra tersenyum tipis



Andra dan Zero yang tidur berpelukan dan entah bagaimana bisa Zero tertidur di dada Andra dan memeluknya erat


Arra mendekati mereka dengan langkah pelan lalu duduk di sebelah Andra dan mulai membangunkannya


"Mas" panggil Arra pelan


"Mas, bangun dulu"


Arra memberanikan diri untuk menggoyang pelan lengan Andra hingga membuat pria itu menggeliat pelan


"Ya Tuhan, begini kah rasanya bangun tidur ditatap oleh bidadari cantik?" gumam Andra pelan yang membuat wajah Arra memerah karena malu


"Mas bangun, sarapan dulu"


"Imut" ucap Andra terkekeh saat melihat Arra yang terlihat salah tingkah


"Ya udah Mas mau siap-siap mandi dulu, baru kita turun ke bawah sarapan pagi ya"


"Nanti aku saja yang memandikan Zero"


"Terima kasih, Sayang"


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2