Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Ujian Bahasa


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Setelah kepergian Tania, Zero memeluk Arra dengan sangat erat sehingga membuat wanita itu mengerutkan keningnya heran.


"Hei, ada apa ini? Kenapa anak Mami manja sekali?" tanya Arra seraya terkekeh pelan.


Terdengar isak tangis Zero yang membuat keduanya seketika panik.


"Loh?! Zero kenapa menangis?!"


"Hei?! What is it?!"


"Zelo da mau jauh-jauh dali Mami.." lirih Zero pelan.


Hal itu membuat Arra juga memeluk sang anak dengan erat. "Mami nggak kemana-mana, Sayang.."


"Zelo da cuka Bunda.. Zelo da mau Bunda.. Bunda jahat cama Zelo.."


Arra mengeratkan pelukannya agar Zero merasa sedikit lebih tenang di pelukannya.


"Mami.. Zelo mau Mami.."


"Iya, Sayang. Mami disini.."


Ya Tuhan, bahkan Zero yang masih kecil aja tau kalau Tania bukanlah ibu yang baik untuknya.-Andra.


*****


Setelah kedatangan Tania di rumah utama, Andra memarahi semua pengawalnya habis-habisan. Bagaimana tidak? Ada begitu banyak pengawal yang menunggu namun entah kenapa Tania bisa menerobos masuk sampai ke rumah utama.


"Saya sudah katakan berkali-kali kalau jika ada tamu, tolong kabarkan ke saya dulu agar tidak ada yang bisa menerobos masuk sampai ke dalam rumah. Bagaimana bisa kalian tidak bekerja?!"


Semua pengawal terdiam. Tidak ada yang berani membantah ucapan Andra karena memang benar bahwa mereka lah yang salah. Entah apa alasan para pengawal membiarkan Tania masuk ke dalam halaman rumah Andra.


"Kedepannya saya tidak menerima alasan apapun lagi."


Setelah mengatakan hal itu, Andra pergi dari hadapan para pengawal yang sudah ketakutan setengah mati.


Salah satu yang mereka hindari adalah dimarahi oleh boss mereka dan hari ini, mereka malah melakukan hal yang membuat Andra marah besar.


Andra berjalan keluar dari ruang kerjanya mencari keberadaan anak dan istrinya. "Sayang?!" teriak Andra ketika melihat Arra tidak ada dimana-mana.


Ibu Leli yang sedang berada di dapur pun segera berlari mencari Andra setelah mendengar teriakan pria itu.


"Ya, ada apa Tuan?"

__ADS_1


"Ibu, dimana istri dan anak saya?"


"Nak Arra sedang berjalan-jalan berkeliling kompleks, Tuan."


"Loh? Sendirian?"


"Tidak, bersama Zero dan Zira."


"Baiklah. Terima kasih, Ibu."


Andra pun segera menyusul istrinya. Pria tua itu sepertinya lupa bahwa ia hendak berangkat ke kantor. Ia malah pergi ke luar halaman rumah mencari anak dan istrinya.


"Sayang" panggil Andra ketika melihat Arra yang sedang mendorong kereta baby Zira dengan ditemani oleh Zero.


"Loh? Mas Andra nggak pergi ke kantor?" tanya Arra yang membuat Andra menepuk keningnya pelan.


"Mas lupa. Habisnya Mas cari kalian malah hilang dari rumah."


"Ayo sana berangkat. Nanti kita bangkrut loh."


"Astaga, Sayang. Sebentar, Mas kan mau jemuran juga sama adik."


Andra menggendong baby Zira yang tertidur nyenyak di kereta. Pemandangan itu dilihat oleh beberapa tetangga yang sedang menyapu halaman rumah, membeli sayur, dan lainnya.


"Wah, Papi nya Zero makin tampan aja" celetuk seorang wanita paruh baya.


Arra tersenyum tipis mendengarnya. Tak heran jika ada begitu banyak celetukan orang-orang yang mengatakan bahwa suaminya sangat tampan. Arra setuju, mau dilihat dari segi manapun Andra memang selalu tampan.


"Nggak pergi ke kantor, Pak?" celetuk yang lainnya.


"Ini sebentar lagi mau berangkat, Bu" jawab Andra sopan.


"Arra, bagaimana rasanya menikahi duda tampan?" bisik tetangganya yang membuat Arra terkekeh pelan.


"Memangnya dia tampan ya, Bu?" tanya Arra balik.


"Waduh, saya saja kalau bukan pria sepertinya akan jatuh cinta dengan Pak Andra" jawab penjual sayur yang mengundang gelak tawa semuanya.


Tak lama kemudian, Andra pun berpamitan untuk segera berangkat ke kantor karena ponselnya sudah berdering beberapa kali yang bisa dipastikan Leo pasti sudah kesal dengannya sejak tadi.


"Zero, ayo salim dulu sama Papi" ucap Arra dengan Zero yang sedang sibuk memakan pudding yang ia bawa dari rumah.


"Tangan Zelo kotol, Papi."


"Yasudah, baik-baik dirumah dan jangan lupa bantu Mami, okey?"


"Ciap, boss."


Andra pun masuk ke dalam mobilnya dan segera mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan menuju ke kantor agar Leo tidak semakin marah padanya.


"Nak, Zero belum disekolahkan?"

__ADS_1


Saat ini Arra sedang duduk santai di halaman rumahnya ditemani oleh beberapa tetangga yang juga berkumpul karena ingin melihat wajah cantik baby Zira.


"Rencananya tahun ajaran baru nanti mau disekolahkan, Bu" jawab Arra pelan.


"Zero ini sudah pintar sekali padahal umurnya masih muda. Setiap hari memang selalu aktif belajar ya?"


Arra mengangguk pelan. "Mr.Eldo aja bingung kenapa ada anak yang tiap dikasih tugas malah senang."


"Astaga, pintar sekali. Baby Zira harus ikuti abang Zero ya."


*****


Beberapa bulan kemudian, saat ini tepatnya lima bulan sudah baby Zira tumbuh menjadi bayi yang sangat gembul. Badannya benar-benar berisi membuat semua orang yang menatapnya menjadi gemas.


"Mami, Zelo belangkat cekolah dulu ya" ucap Zero kepada Arra yang sedang menyusui baby Zira.


Sudah dua bulan lebih, Zero mulai bersekolah di tempat kerja Mr.Eldo karena ia memilih untuk bersekolah disana. Sebenarnya, Andra ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang terbaik, namun Zero memilih sekolah di tempat Mr. Eldo bekerja.


"Sebentar, Sayang. Papi sudah siap?" tanya Arra yang membuat Zero mengangguk.


"Ayo salim dulu, adik masih haus sepertinya."


Perlu diketahui juga bahwa Arra memang masih menyusui baby Zira karena Dokter Maureen juga menyarankan untuk memberikan susu formula saat umurnya sudah mencapai 6 bulan lebih saja.


Cup.


"Pay pay Mami dan adik."


Zero segera berlari keluar kamar karena ia sudah sangat bersemangat pergi ke sekolah hari ini. Kita pun sudah bisa menebak alasan Zero bersemangat sekolah karena hari ini ada pelajaran bahasa asing.


"Why so long? I've been waiting ever since" ucap Andra yang membuat Zero tertawa.


"Isn't it just a few minutes? I have to cay goodbye to Mami and my cistel."


"¿Qué pasa con los útiles escolares? ¿Listo?" (Bagaimana dengan perlengkapan sekolah? Apakah sudah siap?)


Zero mengangguk mantap. "Listo. Podemos ir ahora." (Sudah siap. Kita bisa berangkat sekarang.)


"A ligean ar dul go dtí an carr." (Ayo ke mobil.)


"Tar ar." (Ayo.)


Andra tertawa karena Zero bisa menjawab semua pertanyaan yang ia lontarkan menggunakan beberapa bahasa asing. Ada yang menggunakan bahasa Inggris, bahasa Spanyol dan bahasa Irlandia.


"Oke, ujian bahasa hari ini lulus" ucap Andra seraya memberikan sebuah kertas kosong kepada Zero.


Bocah itu benar-benar senang bahkan melompat kegirangan. Akhirnya, salah satu wish list nya akan terpenuhi.


Begitulah hari-hari keluarga Andra semenjak Zero mulai bersekolah di sekolah umum. Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, Andra selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tak terduga kepada sang anak dan jika Zero bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar, ia akan diberikan sebuah kertas yang dimana nantinya ia bisa menuliskan apa saja yang ia inginkan sekarang.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2