Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Arra Skakmat


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Arra benar-benar terkejut ketika mendengar suara Zero yang memanggilnya hingga membuatnya mematung dan tidak berani untuk berbalik.


“Ra, kau tuli?”


Suara itu, suara Andre yang membuatnya sedikit lega karena bukan Andra yang ada disana.


“Mami, Zelo lindu Mami” ucap Zero yang segera memeluk Arra membuat gadis itu akhirnya meruntuhkan semua egonya dan berbalik untuk membalas pelukan Zero.


Andre tersenyum tipis melihat keegoisan Arra runtuh hanya karena Zero memeluknya membuat Andre menyadari bahwa keponakannya benar-benar memilih Ibu sambung yang tepat. Walaupun Arra seumuran dengannya, tapi sungguh pemikiran Arra jauh lebih luas dari padanya membuat Andre juga menatap kagum kepada gadis yang ada dihadapannya.


“Mami juga rindu Zero”


Zero mendongak menatap ke arah Arra yang juga ternyata sedang menatapnya. “Mami da belbohong? Kalau lindu thenapa Mami pelgi?”


Deg.


Jantung Arra berdebar lebih cepat dan mulutnya kaku karena ia tak tau harus mengatakan apa pada anaknya. Mengatakan bahwa ia sedang menghindar dari Andra? Atau mengatakan bahwa ia ingin memutuskan hubungannya dengan Andra? Sungguh, Arra tidak tau harus menjelaskan bagaimana.


“Mami sedang sibuk sekolah seperti Uncle, jadi susah bertemu Zero”


Terima kasih, Andre.-Arra


Andre segera membantu Arra mencari alasan agar Zero bisa mengerti. Dan untunglah bocah itu tidak bertanya lebih lanjut lagi.


“Nak, bisa Zero duduk disana sebentar? Mami ingin berbicara dengan Uncle” ucap Arra yang membuat Zero langsung menurutinya dan berlari ke kursi yang ada disana.


Andre pun segera memberikan ponselnya agar Zero menonton dan tidak bosan menunggunya berbicara dengan Arra.


“Andre, ba—”


“Kau tinggal dimana?” tanya Andre to the point.


“Astaga, kau ini memotong pembicaraanku” gerutu Arra dengan kesalnya.


Andre terkekeh pelan. “Ra, kau tau kan Kak Andra pasti akan mencarimu?”


Arra mengangguk. “Itulah sebabnya aku ingin pulang melewati belakang sekolah. Aku takut jika Mas Andra sedang menungguku di gerbang depan”


Pletak


“Aw”. Arra meringis ketika Andre menyentil keningnya cukup keras.


“Itu hukuman untukmu karena berpikir bodoh. Aku tau kau ingin menghindarinya tapi jangan juga membahayakan dirimu dengan memanjat pagar ini. Kau ini membuatku emosi saja”


“Aku nggak tau harus apa”


“Kau bisa meminta bantuan ku, bodoh.”


“Hei, berhenti menyebutku bodoh. Dan bagaimana aku meminta bantuan mu? Ponselku saja sengaja ku matikan.”


“Kau bisa mendatangi kepala sekolah dan mengatakan ingin bertemu denganku”

__ADS_1


“Aku tidak senekad itu sampai membawa kepala sekolah ku masuk dalam masalahku”


“Sudahlah, kau ini membuatku emosi saja. Dimana kau tinggal selama ini?”


Arra terdiam, ia tak ingin ada yang mengetahui tempat persembunyiannya sebelum ia benar-benar memantapkan hati untuk tidak kabur lagi.


“Jika kau takut aku memberitahu Kak Andra, mengapa aku masih disini dan nggak menelfonnya lalu memberitahu bahwa kau ada disini?”


Ucapan Andre ada benarnya juga, namun ia masih ragu untuk memberitahukan pada siapapun.


“Andre, aku—”


“Atau kau ingin aku menelfon Kak Andra sekarang?”


Dia benar-benar adik Mas Andra, selalu mengancam.-Arra.


“A-aku tinggal bersama kenalan Ibu”


“Dimana? Alamatnya.”


“Panti Asuhan Imanuel. Jalan Mawar XVII.”


“Aku akan mengantarmu pulang”


“Andre, aku bisa pulang sendiri”


“Dan kau ingin Kak Andra menemui mu?”


Benar juga apa yang dikatakan Andre, ia tidak tau apa yang terjadi dijalan ketika ia pulang sendirian. Bisa saja kan Andra menemukannya saat ia pulang?


Akhirnya, Arra menyetujui untuk diantarkan pulang oleh Andre. Tak lupa dengan bocah yang sudah fokus menonton kartun kesukaannya.


“Lalu, bagaimana sekarang?”


Andre tak tahan untuk tidak bertanya membuat Arra menatapnya kesal.


“Kau sudah berjanji” bisik Arra pelan.


“Aku benar-benar penasaran”


“Astaga”


“Kau ingin bubar dan menyelesaikan semuanya?”


Deg.


Pertanyaan itu membuat lidah Arra tiba-tiba kaku bahkan ia tak tau harus melakukan apa sekarang. Ia sungguh bingung akan hubungan mereka yang berjarak, ia masih belum siap mendengar penjelasan Andra bahkan untuk memikirkan menyelesaikan hubungannya pun tidak. Saat ini Arra hanya butuh ruang sendiri untuknya berpikir akan apa yang selanjutnya harus ia lakukan.


“Jangan lari dari masalah”


“Aku bukan lari, hanya saja membutuhkan waktu untuk sendiri”


“Kak Andra selalu mencarimu setiap saat”


“Hu’um, Papi celalu mencali Mami”. Tiba-tiba terdengar celetuk bocah yang sedang fokus nonton di kursi belakang membuat Andre dan Arra seketika saling menatap.


“Sudah ku katakan untuk diam”


“Tapi kau juga menjawabnya”. Seolah tak ingin disalahkan, Andre pun membela diri membuat Arra mendengus kesal.

__ADS_1


Tiba-tiba, ponsel Andre berdering menandakan sebuah panggilan masuk. Jelas sekali tertulis nama kontak yang muncul di layar ponselnya,


Kak Andra.


Jantung Arra berdetak lebih cepat ketika melihat nama kontak itu, bahkan tanpa sadar ia meremas kuat seat belt yang membuat Andre langsung tersadar ketika melihat temannya yang sedang takut.


Andre segera menggenggam tangan Arra dan menatapnya seolah mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja hingga ia mulai mengangkat panggilan itu dan tak lupa mengaktifkan speaker agar Arra juga mendengarnya.


“Apa?”


“Kau membawa Zero kemana?”


“Berjalan-jalan sebentar”


“Bertemu Arra?”


Arra segera menatap Andre dengan tatapan penuh arti.


“Memangnya aku tau Arra ada dimana?” tanya Andre balik dengan berusaha untuk tetap tenang.


“Aku ingin berbicara pada Zero”


Sungguh, Arra saat ini sudah panik ketika mendengar Andra yang ingin berbicara kepada Zero. Ia takut jika Zero akan mengatakan bahwa mereka sedang bersama.


“Zero sedang sibuk menonton”


“Kau menyembunyikan sesuatu?”


Andre mendengus kesal lalu memberikan ponselnya kepada Zero. “Papi ingin berbicara”


“Papiiii”. Terdengar teriakan Zero memenuhi mobil.


“Zero dimana?”


“Di jalan”


“Bersama?”


Arra harap-harap cemas ketika tak sabar menunggu jawaban Zero.


“Uncle Andle”


Segera, Arra menghela nafas lega ketika Zero tidak mengatakan namanya seolah takdir kali ini berpihak padanya.


“Kemana?”


“Menjemput Mami di cekolah”


Oke. Arra ingin menghilang dari bumi.


*


*


*


Maaf ya readers, cuman bisa up dikit soalnya lagi demam tinggi.. :(


*

__ADS_1


*


__ADS_2