Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Leo Pintar


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Oh iya, Ra."


Leo tiba-tiba membuka suara membuat Arra menoleh kearahnya.


"Andra melakukan kesalahan."


Saat itu juga, Andra benar-benar ingin memotong mulut Leo kecil-kecil dan memberikannya pada ikan di kolam belakang.


Arra yang saat itu sedang menyendok nasi untuk sang suami pun menoleh hingga membuat aktivitasnya terhenti seketika.


Ia menatap Andra dan Leo secara bergantian seolah meminta jawaban lebih atas ucapan Leo yang tiba-tiba.


"Nggak, Sayang. Leo cuman bercanda" ucap Andra tertawa canggung.


Siapapun tau bahwa Arra bukanlah gadis yang bisa dengan mudah dibodohi. Walaupun setelah Andra mengatakan itu, ia tidak merespon apa-apa. Percaya saja, jika selesai makan dan Zero kembali ke kamarnya, Arra akan melontarkan berbagai macam pertanyaan kepada Leo.


Benar, bukan? Yang author katakan memang benar-benar terjadi. Saat ini, baru saja Zero berpamitan untuk kembali ke kamarnya, Arra sudah menatap Leo dengan tatapan penasaran.


"Apa maksud Kak Leo tadi?"


Andra menggeleng pelan. "Sayang, Leo cuman bercanda" ucap Andra sedikit memohon dengan tujuan agar obrolan tersebut tidak berlanjut.


Arra yang saat itu sudah sangat penasaran pun menatap Andra dengan kesal. "Mas Andra nggak berganti nama menjadi Kak Leo, kan? Arra dengan jelas memberikan pertanyaan itu buat Kak Leo."


Oke, mulai detik itu Andra menutup mulutnya rapat-rapat.


Melihat hal itu, Leo tertawa. "Andra seperti anak kecil yang dimarahi oleh ibunya."


"Kak Leo.."


"Ah, iya.."


Ada jeda sebentar sebelum Leo kembali membuka suara.


Saat ini Andra benar-benar tidak tau harus melakukan apa sehingga ia hanya menatap Leo dengan tatapan yang seolah mengatakan bahwa "hei, aku kan sudah memberikan mu bonus" namun Leo memang sengaja menghindar dari tatapan duda, ah ralat, pria yang baru saja menikah tersebut.

__ADS_1


"Andra sempat meragukan Zero."


Oke, Andra ingin menghilang sekarang.


"Apa?!"


Arra menatap suaminya tidak percaya.


Leo mengangguk pelan. "Sempat ingin termakan dengan omongan wanita busuk itu. Bisa-bisanya dia mengatakan bahwa keponakanku tidak mempunyai ayah."


"Bagaimana bisa, Mas?! Bagaimana bisa Mas Andra tega mempercayai bahwa Zero bukan anak kandung Mas Andra?!"


"Sayang, bukan begitu. Mas hanya bercanda dan Leo yang terlalu serius" ucap Andra berusaha membela diri.


Arra menatap suaminya dengan tatapan penuh arti. "Itu bahkan jauh dari kata bercanda. Apa yang akan Mas Andra katakan jika Zero mendengarnya? Apa yang membuat Mas ragu? Wajah kalian bahkan seperti pinang dibelah dua."


Andra hanya bisa mengusap wajahnya dengan gusar ketika melihat istrinya yang sudah berbicara dengan sangat serius sedangkan Leo hanya bisa menahan tawa karena ia yakin akan ada perang dunia setelah ini.


Sebenarnya, bukan maksud Leo untuk membuat Andra dimarahi oleh sang istri, namun ucapan Arra ada benarnya juga karena hal itu tidak untuk candaan. Leo hanya ingin Andra sadar bahwa hal yang ia ucapkan terkadang bisa menyakiti orang lain terutama istri dan anaknya.


Andra perlahan mendekati sang istri yang masih menatapnya dengan lekat. "Sayang, maafkan Mas yang bodoh. Mas nggak mengira bahwa akan menjadi sangat serius karena niat Mas hanya bercanda."


"Kita bisa melakukan tes DNA sekarang."


Baik Andra maupun Leo terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Arra.


"Sayang?!"


"Ra?!"


Ada air mata yang jatuh membasahi wajah cantik istri Andra. Dengan tangan yang bergetar hebat, Arra kembali membuka suara.


"Jika Mas Andra menginginkan bukti yang akurat, kita akan melakukan tes DNA pada Zero. Arra yang orang lain pun sangat yakin jika Zero memang benar anak kandung Mas Andra."


Melihat istrinya yang seperti itu, Andra segera merengkuh pelan tubuh mungil Arra sedangkan Arra hanya diam dengan tangisan yang semakin lama semakin terdengar jelas.


Andra dan Leo sebenarnya merasa sedikit aneh melihat Arra yang menanggapi ucapan Leo dengan sangat serius hingga memintanya untuk tes DNA, padahal bukan itu maksud dari Leo yang mengadu padanya.


Tanpa mreka sadari bahwa hal itu pun pernah terjadi pada Arra kecil.


Flashback on


Saat itu, umur Arra baru saja menginjak lima tahun dimana ia sedang bersama kedua orang tuanya mendatangi keluarga jauh mereka. Arra yang sejak kecil memang sangat ceria pun disambut dengan hangat oleh orang-orang yang ada hingga tiba-tiba ada seseorang yang datang dan merusak suasana.

__ADS_1


Orang itu adalah seorang wanita yang pernah hampir dijodohkan dengan Ayah Arra saat masih muda. Wanita tersebut tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa Arra bukanlah anak kandung dari kedua orang tuanya. Bakan wanita tersebut mengatakan bahwa Ibu Arra pernah berselingkuh dengan pria lain hingga hamil.


Hal itu membuat kegaduhan di keluarga tersebut hingga hampir saja Ayah Arra percaya dengan ucapan wanita itu dengan meminta Ibu Arra pergi ke rumah sakit untuk tes DNA agar memastikan bahwa Arra kecil adalah anak kandungnya.


Siapa yang tidak sakit mendengarnya? Orang tua yang meragukan anak kandungnya sendiri. Hal itu membuat Arra kecil menangis mengasihani dirinya ketika sang Ayah hampir tidak ingin mengakuinya.


Sejak saat itulah, ketika mendengar tentang tes DNA, Arra akan langsung mengingat tentang kenangan pahitnya saat kecil.


Flashback off.


Akhirnya, Andra dan Leo yang mendengar cerita Arra pun tersadar mengapa ia tiba-tiba bersikap berlebihan hingga meminta Andra untuk tes DNA.


Dalam hatinya, Andra kembali merutuki dirinya yang selalu ceplas-ceplos berbicara hingga berakhir dengan tangisan sang istri. Sedangkan Leo langsung meminta maaf dan mengatakan bahwa niatnya mengadu bukan untuk melihat perkelahian antar suami-istri tersebut.


Beberapa saat kemudian, Arra yang sudah merasa tenang pun berjalan menuju kamar Zero yang bisa dipastikan bahwa ia akan tidur disana malam ini.


Ah, Andra lupa bahwa istrinya akan selalu menepati janjinya dimana ia pernah mengatakan bahwa jika Andra melakukan hal yang aneh, maka ia akan dihukum. Sepertinya, pria tua tersebut akan tidur sendiri malam ini.


"Kau gila?! Untuk apa menceritakan pada Arra?!"


Andra benar-benar tidak habis pikir dengan asistennya. Ternyata, bonus besar yang ia berikan pun belum cukup untuk menutupi mulut bocor Leo.


Leo tertawa. "Bukannya kau tidak memberitahukan padaku agar jangan menceritakannya pada Arra?!"


Tentu saja pertanyaan Leo membuat Andra melongo seketika. "Hei, aku sudah meminta mu untuk tutup mulut, bodoh!"


"Kapan? Kau tiba-tiba mengatakan ingin memberikan ku bonus saja" ucap Leo enteng.


"Sebelum itu aku mengatakan bahwa jangan memberitahukan pada Arra, aku tidak ingin rumah menjadi angker karenanya."


"Lalu?"


"Dan kau harusnya menutup mulut mu yang bocor itu!"


Andra benar-benar frustasi ketika melihat Leo yang pura-pura amnesia setelah membuat kekacauan yang mengharuskan dirinya untuk tidur sendiri malam ini.


Leo terkekeh pelan. "Kau meminta ku untuk menutup mulut lalu tiba-tiba memberikan bonus banyak, tapi aku tidak pernah mengatakan bahwa aku setuju untuk menutup mulut."


Andra benar-benar stress sekarang.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2