Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Menghindar


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađŸ„°đŸ˜...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading GuysđŸ„°đŸ˜˜!!!!


*****


Hari ini adalah hari yang mendebarkan bagi semua siswa-siswi tingkat akhir karena hari ini adalah hari pertama dilaksanakannya ujian kelulusan. Arra tentu saja mau tidak mau harus berangkat ke sekolah dengan barang dan pakaian yang sudah dikirimkan Ibu Dian kepadanya di panti asuhan tersebut.


Sebenarnya, Arra takut jika keluar dari halaman panti asuhan karena ia tidak tau bagaimana keadaan di luar, terlebih saat ini ia sedang menghindar dari Andra. Arra takut jika nanti ia akan bertemu Andra, Andre, Leo, maupun Zero karena ia saat ini sedang tidak ingin bertemu dengan mereka semua.


Setelah kejadian hari itu, Arra tak pernah mengetahui kabar mereka lagi karena ia memutuskan untuk tidak mengaktifkan ponselnya bahkan saat televisi menyiarkan tentang keadaan Dirgantara Group pun ia enggan untuk mendengar, seolah ia sedang melarikan diri dari apapun tentang Andra.


Baru saja ia keluar dari halaman panti asuhan, tiba-tiba mobil yang ia kenal berhenti tepat dihadapannya.


“Ko Delon?”


“Masuklah”


“Tidak, terima kasih. Aku berjalan kaki saja”


“Aku ingin membahas bisnis”


Lagi. Karena alasan bisnis, mau tak mau Arra harus menurutinya.


Delon adalah mahasiswa akhir yang hendak melanjutkan S2 di jurusan bisnis. Ia saat ini sedang menunggu jadwal untuk wisuda, karena itulah dirinya mempunyai banyak waktu luang dan ia ingin berbisnis mengisi waktu kosongnya seraya menerapkan pelajaran yang ia dapatnya pada jenjang S1.


Sebenarnya, jika dipikir-pikir Delon hanya menghabiskan waktunya karena ia bisa saja langsung memimpin perusahaan ayahnya karena ia anak tunggal dan pewaris perusahaan besar. Namun, Delon memilih untuk berusaha dari bawah tentu dengan dukungan kedua orang tuanya.


“Apa kau punya waktu luang setelah selesai sekolah?” tanya Delon memulai pembicaraan


“Apa Ko Delon ingin membahas bisnis?”


“Hahaha tentu saja hanya itu alasan ku menemuimu”. Arra hanya tersenyum tipis karena tau bukan hanya bisnis yang mereka bahas jika bertemu seperti ini. Karena itulah Arra mengetahui tentang Delon.


“Kapan kau selesai ujian? Secepatnya kita membuka restoran jika kau sudah selesai ujian”


“Maaf, Ko. Karena ku, restoran jadi tertunda pembukaannya”


Arra benar-benar merasa bersalah karena Delon harus menunda pembukaan restoran pertamanya dengan alasan Arra harus fokus untuk ujian dahulu. Alasan Delon memang cukup masuk akal karena jika ia sudah terlanjur membuka restoran, ia takut Arra bahkan tidak punya waktu luang untuk belajar. Makanya lebih baik ditunda hingga ujian berakhir agar Arra tidak terganggu akan sekolahnya.


“Kau sudah meminta maaf berkali-kali, Ra. Jika saja permintaan maafmu bisa diganti dengan uang sepertinya aku bisa membeli pesawat terbang”


Ya, Delon memang seperti ini. Pria baik yang tak pernah bertanya-tanya menyangkut hal pribadi Arra namun akan senantiasa menjadi pendengar ketika Arra sendiri yang ingin bercerita. Katanya, mereka adalah partner bisnis yang bisa menjadi partner bertukar cerita. Hanya saja, semua orang akan takut jika Delon bisa memenangkan hati Arra. Bagaimana?

__ADS_1


“Aku selesai hari jum’at, Ko”


“Nice. Bagaimana dengan pembukaan di hari sabtu? Weekend adalah hari yang pas untuk pembukaan restoran”


“Aku mengikuti saja apa yang dikatakan oleh boss” ucap Arra tertawa.


Entah kenapa ia merasa saat bersama dengan Delon, suasananya benar-benar tenang hingga membuatnya tidak terlalu tegang berduaan dengan pria. Bagaimana jika Delon bisa menggantikan posisi Andra? Oke readers, jangan nethink dulu ya.


“Jadi, pulang nanti aku akan menjemputmu”


“Ah, tidak perlu. Aku ingin menemui temanku setelah pulang nanti”


Arra kembali berbohong karena ia tau jika Delon menjemputnya tentu ia harus melewati gerbang utama yang ia takutkan akan ada orang suruhan atau Andra sendiri disana.


“Teman atau teman?” goda Delon yang membuat Arra seketika mengerucutkan bibirnya


“Teman lah, siapa lagi?”


“Siapa tau kekasih”


Kekasih..-Arra.


Ah, Arra tiba-tiba merindukan sosok itu.


*****


“Sekarang, jelaskan padaku.”


Arra menghela nafas sebelum membuka suara. “Hanya masalah sedikit”


“Kau bilang sedikit? Andre bahkan Pak Leo mendatangiku tiba-tiba untuk mencari keberadaanmu terlebih ketika aku menonton siaran langsung tersebut. Apa yang terjadi?”


“Novi, bisakah kita mencari topik pembicaraan lain? Sungguh, aku malas membahasnya”


“Oke, baiklah. Pertanyaan kedua, kau tinggal dimana setelah menghilang?”


“Panti asuhan milik kenalan Ibu”


“Apa Pak Andra belum menemukanmu? Bagaimana jika dia sekarang ada di gerbang utama menunggumu karena tau hari ini ujian kelulusan? Apa yang akan kau lakukan?”


Arra tertawa ketika mendengar ada banyak pertanyaan yang keluar dari mulut sahabatnya, tanpa sadar dengan Novi yang cerewet berhasil membuatnya terhibur.


“Aku akan menjawabnya” ucap Arra terkekeh ketika melihat Novi sedang menatapnya dengan kesal.


“Sejak kejadian hari itu, aku belum bertemu dengan siapapun diantara mereka.”

__ADS_1


“Lalu? Bagaimana sekarang?”. Novi lah yang panik sekarang membuat Arra tersenyum karena sahabatnya benar-benar mengkhawatirkannya.


“Aku pulang melewati pagar belakang sekolah”


Plak


“Kau bodoh? Pagarnya sangat tinggi, Arra.”


“Maka dari itu aku membawa celana panjang” ucap Arra mengedipkan sebelah matanya.


“Astaga, kau benar-benar ya”


“Berdoalah agar rencana ku lancar. Aku pergi sekarang, Nov”


“Ra, aku akan pulang melewati belakang sekolah untuk menemuimu kembali”


“No, jangan lakukan itu. Aku takut jika ada yang mengikutimu atas perintahnya”


“Astaga, seperti inikah rasanya berhubungan dengan keluarga konglomerat?”


“Maafkan aku jika merepotkan mu”


“Aku akan menerima permintaan maaf itu jika kau kembali dengan selamat. Berhati-hatilah”


Setelah berpamitan dengan sahabatnya, Arra dengan segera menuju toilet wanita untuk mengganti rok nya dengan celana panjang karena ia akan memanjat pagar sekolah yang lumayan tinggi.


“Huh, apa harus seperti ini?” gumamnya di dalam bilik toilet.


Arra menghela nafas berat saat pikiran itu kembali hinggap.


“Baiklah, jika sudah berani seperti ini, maka harus menyelesaikannya hingga akhir. Semangat, Arra” ucapnya pada diri sendiri saat ia menatap pantulan bayangannya di cermin.


Dengan cepat Arra berjalan menuju belakang sekolah karena ia tidak ingin jika satpam atau siapapun menemukannya saat ini. Dan untung saja seolah takdir berpihak kepadanya karena tidak ada satupun yang melihatnya berjalan di koridor yang menuju belakang sekolah.


Arra berjalan dengan harap-harap cemas karena takut jika tiba-tiba ada yang memergokinya pulang dari belakang membuatnya benar-benar takut sekarang.


“Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar” ucapnya berdoa.


Saat baru saja melangkah mendekati pagar, tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang yang membuat Arra takut untuk berbalik.


“Mami?”


Ralat, takdir ternyata tidak berpihak kepadanya hari ini.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2