Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Typo atau Sengaja?


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Berkali-kali Andra membaca ulang pesannya dan benar saja, ia typo hingga membuat sang istri salah paham.


Little Wife


Sayang, maaf itu Mas typo. Maksudnya fingerprint, Sayang. Fingerprint, absen kantor.-Andra


Pria tua itu ketar ketir menunggu balasan sang istri yang sudah membaca pesannya sejak satu menit yang lalu. Ketika melihat istrinya sedang mengetik, Andra semakin panik dibuatnya.


"Perlu saya panggilkan Dokter Galuh, Pak? Sepertinya Pak Andra terkena gejala ODGJ."


"****! Aku typo dan Arra sepertinya salah paham" ucap Andra menghela nafas berat.


Leo mengerutkan keningnya seolah meminta Andra kembali melanjutkan ceritanya.


"Harusnya aku mengetik fingerprint tapi malah terketik fingering. Ah sial."


Ucapan Andra yang sedang panik bukannya membuat Leo merasa kasihan, asisten tersebut malah tertawa terbahak-bahak. Memang benar-benar asisten kurang ajar.


Enak fingering karyawan?-Arra.


Aduh, Andra tidak tau harus melakukan apa sekarang. Satu sisi ia ingin memukul wajah Leo yang tertawa tanpa dosa, namun di sisi lain ia harus menjelaskan apa yang terjadi kepada sang istri.


Sayang, bukan begitu. Mas typo loh, Mas juga nggak macam-macam disini karena Mas udah punya istri cantik. Maaf, Sayang.-Andra.


Nggak usah pulang aja, lanjutkan.-Arra.


Seolah mengerti bahwa semua balasan pesannya sia-sia, Andra segera melakukan panggilan video dengan sang istri namun Arra tentu saja akan menolak panggilan tersebut.


"O, jadwal hari ini bisa di cancel?" tanya Andra kepada asisten yang masih tertawa itu.


Leo menggeleng pelan. "Pak Andra harus fingering karyawan satu per satu."


"****! Aku serius, bodoh. Jangan membuatku emosi."

__ADS_1


"Jumlah karyawan wanita di kantor seratus orang lebih, apa Pak Andra bisa selesai dalam waktu satu hari?"


"Gila."


*****


Saat ini Arra sedang berjalan menyusuri ruangan kosong yang ada di sebelah kamar utama. Ruangan yang akan dijadikan sebagai kamar tidur anak perempuannya. Ia dan Andra sudah merencanakan bahwa anak perempuan mereka akan ditidurkan sendiri di kamar pribadi saat umurnya sudah mencapai lima bulan.


Karena merasa sangat bosan dan tidak ada kerjaan, Arra mulai membuka barang belanjaannya beberapa hari yang lalu dan menyusunnya dengan rapi di tempat yang sudah disiapkan.


Sebenarnya, Arra bisa saja meminta tolong kepada beberapa pelayan untuk membantunya menyusun barang-barang perlengkapan sang anak ke tempat yang sudah disediakan. Namun, Arra tidak mau karena ia sejak kemarin ingin sekali membuka barang-barang tersebut dengan sendirinya.


Saat sedang sibuk menyusun perlengkapan sang anak, ponsel Arra berdering menandakan sebuah pesan masuk dari sang suami. Ternyata, Andra sedang menceritakan hari senin suram yang ia lewati sekarang.


Arra terkekeh pelan membaca pesan sang suami hingga saat ia membaca pesan terakhir, tidak ada lagi tawa di wajahnya. Wajahnya benar-benar memerah karena kesal bahkan tanpa sadar dirinya mencengkeram kuat beberapa perlengkapan bayi.


"Enak sekali dia. Aku disini yang hamil besar sedang menyusun barang-barang anaknya."


Setelah membalas beberapa pesan sang suami, Arra pun meletakkan ponselnya sedikit jauh dari dirinya agar ia tidak bisa mendengar notifikasi pesan maupun notifikasi panggilan dari Andra.


*****


Andra yang saat itu baru saja diberikan kopi panas oleh salah satu karyawannya, langsung digoda oleh Leo.


"Berhentilah atau aku akan membunuhmu."


Andra sudah cukup sabar untuk tidak memukul wajah Leo yang sejak tadi menggodanya akibat perkara typo tersebut. Pikiran Andra sekarang hanya tertuju pada sang istri yang masih tidak membalas pesan bahkan mengangkat panggilannya.


"Ah, aku merindukan istriku" gumam Andra pelan seraya uring-uringan seperti seorang bocah yang sedang merajuk.


"Kenapa? Pak Andra mau fingering Arra?"


Leo, mulutmu itu kenapa tidak bisa dijaga sih?


"Diam, bodoh."


Dan begitulah yang terjadi hingga beberapa jam kemudian, topik tentang fingering akan selalu dibahas oleh sang asisten tersebut.


*****


Andra dan Leo sedang berada di lift khusus dan ingin turun ke lobi bawah karena mereka akan kembali melakukan perjalanan untuk mengecek salah satu proyek yang baru saja di bangun yang letaknya cukup jauh dari kantor hingga memakan waktu sekitar dua sampai tiga jam perjalanan.

__ADS_1


Langkah Andra terhenti saat tatapannya tertuju pada fingerprint yang ada di lobi bawah diletakkan untuk para karyawan bisa mengisi absensi.


"Ini yang membuat istriku marah" gerutu Andra kesal seraya memukul pelan fingerprint yang bahkan tidak mengerti ucapannya.


"Pak, jangan bodoh seperti itu" bisik Leo pelan karena ucapan Andra mengundang tatapan heran dari beberapa karyawan yang ada disana.


Seolah sadar bahwa dirinya baru saja melakukan hal yang bodoh, Andra segera beranjak dari tempat itu untuk keluar dengan wajah tanpa dosa seolah tidak terjadi apa-apa.


*****


"Bagaimana perkembangan pembangunannya?" tanya Andra saat dirinya dan Leo baru saja sampai di sebuah proyek pembangunan.


Seorang manajer proyek tersebut pun mendekati Andra. "Pembangunan proyek sudah berdiri sekitar 25%, Pak."


"Bisa bawakan semua pekerja kemari?"


Tidak sampai diperintahkan dua kali, mandor bangunan pun segera memanggil semua anak buahnya untuk menghadap Andra.


"Selamat siang, Pak Andra" ucap semuanya bersamaan.


Andra tersenyum tipis. "Sudah mendapat gaji yang sesuai?"


Para pekerja pun mengangguk mantap. Gaji yang mereka dapatkan lebih dari sesuai. Andra memang selalu memikirkan para pekerja bawah dan selalu berusaha untuk membuat para pekerjanya merasa nyaman bekerja untuknya.


Walaupun mereka hanya kuli bangunan yang mungkin hanya dipandang sebelah mata oleh semua orang, namun tanpa mereka semua proyek perusahaan Dirgantara Group tidak akan pernah bisa berjalan.


Hanya sedikit Presdir perusahaan besar yang dapat berpikir seperti Andra. Biasanya, karena merasa dirinya sudah menjadi bos besar, mereka tidak akan pernah mau memikirkan orang bawah dan hanya memikirkan orang dengan jabatan tinggi di perusahaannya. Namun, Andra berbeda sehingga ia menjadi inspirasi bagi semua karyawannya.


Andra memang orang yang dingin dan arogan namun hatinya benar-benar seperti malaikat. Presdir mana yang akan memberikan makanan secara gratis untuk semua karyawannya satu kali dalam seminggu? Presdir mana yang akan menyiapkan makanan jika ada salah satu karyawannya yang sedang merayakan hari kelahiran? Presdir mana yang mau menjenguk atau hanya sekedar memberikan bingkisan jika ada salah seorang dari keluarga karyawannya sedang berada di rumah sakit? Dan Presdir mana yang mau makan bersama dengan para kuli bangunan?


Ting


Ponsel Andra berdering menandakan sebuah notifikasi pesan dari sang istri, membuat wajahnya langsung berubah cerah karena sudah beberapa jam yang lalu ia memang tidak dihiraukan oleh istri kecilnya.


Little Wife


Arra baru selesai nenenin Mr.Eldo dan baru membuka ponsel.-Arra.


"****?!"


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2