Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Wedding Day 2


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Langkah kaki kedua mempelai berjalan pelan menuju kursi dimana kedua orang tua dari pihak wanita maupun pria sudah menunggu.


Andra berjalan beriringan dengan Arra mendekati Ketua dan Nyonya Besar.


"Tolong berikan restu untuk rumah tangga kami" ucap Andra pelan seraya berjongkok dihadapan Ketua dan Nyonya Besar.


"Berbahagialah, Nak."


Arra pun ikut berjongkok dan mencium tangan Ketua dan Nyonya Besar. "Ayah, Ibu. Tolong terima Arra di keluarga ini."


Ketua mengelus pucuk kepala Arra dengan lembut. "Kau selalu diterima disini, Nak. Terima kasih sudah memilih anak Ayah untuk menjadi pendamping hidup mu."


Kedua mempelai pun berjalan menuju kursi dimana Om Deddy dan Ibu Dian sudah menunggu.


Arra segera berlutut dihadapan Om Deddy dan Ibu Dian. "Ibu, terima kasih sudah menjaga dan merawat Arra selama ini. Dan, Papa juga terima kasih karena sudah menjadi wali nikah Arra hari ini."


"Jadilah istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak-anak mu."


"Om, Ibu. Tolong berikan restu untuk rumah tangga Andra" ucap Andra pelan seraya berjongkok dihadapan keduanya.


Om Deddy menepuk pelan bahu Andra. "Jaga anak, Om. Hiduplah bahagia sekarang."


Saat hendak kembali ke pelaminan, tiba-tiba Arra berjalan mendahului Andra menuju Ibu Rina yang sedang duduk disebelah anak-anak panti asuhan lainnya.


"Ibu, terima kasih karena Ibu sudah mengasuh Arra sejak kecil. Tolong doakan Area agar menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak-anak Arra" ucap Arra yang sudah berlutut dihadapan Ibu Rina.


Ibu Rina mengelus pucuk kepala Arra dengan sangat lembut. "Nak, terima kasih sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat kuat. Ibu selalu mendoakan apa yang terbaik untuk kehidupan dan rumah tangga mu. Nak Andra, tolong jaga anak Ibu."


Andra mengangguk mantap. "Baik, Bu. Andra janji akan menjaga Arra dengan sepenuh hati. Tolong restui rumah tangga Andra."


Ibu Rina hanya mengangguk pelan seraya air mata yang mengalir membasahi wajahnya.

__ADS_1


Setelah selesai sesi meminta restu pada kedua orang tua mempelai, kini Andre sebagai MC kembali mengambil alih.


"Selanjutnya, kita akan mendengarkan kata sambutan sekaligus wejangan untuk kedua mempelai dari seseorang yang cukup berperan banyak dalam hubungan keduanya" ucap Andre yang membuat Arra penasaran.


Tak lama kemudian, Delon berjalan dengan gagahnya menuju mimbar yang sudah dipersiapkan.


"Andre, harusnya hanya kata sambutan saja karena kalau wejangan, saya pun belum menikah jadi belum punya pengalaman" ucap Delon membuka suara yang membuat semua orang tertawa.


Delon mulai berdehem pelan. "Sebelumnya, perkenalkan saya Delon, kakak lelaki dari mempelai wanita. Saya cukup banyak berperan dalam hubungan kedua mempelai atau bisa dikatakan bahwa saya adalah saksi hidup cinta mereka. Saya ingat betul bagaimana penolakan saya terhadap Andra karena sebelum mereka memberanikan diri untuk melanjutkan ke jenjang yang serius, sudah ada begitu banyak masalah dari yang terkecil hingga yang terbesar membuat pernikahan keduanya hampir batal" ucap Delon pelan.


Ada jeda sebentar sebelum ia kembali melanjutkan ucapannya.


"Boleh ditanyakan langsung kepada Andra, saya pernah menolaknya berkali-kali karena saya marah, adik saya menderita saat berhubungan dengannya. Namun, saya lupa bahwa saya belum melihat dari sisi Andra, yang dimana mungkin dia juga lebih terluka? Lalu, jika keduanya sama-sama terluka, saya harus menyalahkan siapa?"


Andra tersenyum tipis mengingat kejadian dimana ia memang berkali-kali ditolak oleh Delon padahal dirinya sudah baik-baik meminta restu.


"Jika Andra tidak mengganti target saat itu, saya yakin mereka tidak akan sampai ke pelaminan saat ini. Ah, untung saja ipar saya cukup pintar sehingga ia malah mendekati Papa agar bisa mendapatkan restu dari saya. Saya malah dimarahi karena menolak tamu" ucap Delon tertawa.


Flashback on


Hari ini, sudah kesekian kalinya Andra mendatangi rumah Delon namun tetap pria itu menolak keberadaannya hingga tiba-tiba takdir berpihak pada Andra. Untung saja, saat itu Om Deddy baru pulang dari luar sehingga ia melihat bahwa Delon membiarkan tamu menunggu di luar rumah membuatnya segera meminta Andra untuk masuk.


Flashback off.


"Sejak itulah saya mulai mengambil keputusan untuk menyerahkan semuanya pada adik saya. Namun tetap saja, jika Andra berani menyakitinya, saya akan menonjok Andra walaupun dia lebih tua dari saya."


Ucapan Delon membuat semua tamu undangan tertawa karena kata sambutan yang ia bawa diselingi dengan beberapa candaan.


"Happy wedding untuk Andra dan Arra. Saya berharap semoga rumah tangga ini menjadi sangat awet dan diberkati oleh Tuhan."


Delon menutup kata sambutannya dengan ucapan dan doa untuk kedua mempelai.


"Mas?" panggil Arra ketika melihat Andra yang masih tersenyum mendengar kata sambutan dari Delon.


Andra segera menoleh. "Ada apa, Sayang?"


"Kok Mas nggak cerita kalau Mas ada samperin Ko Delon?" tanya Arra mengerutkan kening.


Andra terkekeh pelan melihat istrinya yang penasaran. "Jangan kepo."

__ADS_1


"Heh."


*****


Malam semakin larut dan pesta semakin meriah dengan begitu banyak sanak saudara dan keluarga Andra dari dekat maupun dari jauh juga rekan-rekan kerjanya yang selama ini sudah bekerja sama dengannya.


Andra yang melihat ada beberapa tamu penting pun meminta izin kepada sang istri untuk menyapa tamu undangan.


"Sayang, Mas ingin kesana menyapa beberapa rekan kerja. Apa kau ingin ikut?" tanya Andra seraya menatap Arra dengan lembut.


Arra tersenyum tipis. "Arra disini saja, Mas. Kaki Arra sedikit pegal" ucapnya jujur.


Tentu saja hal itu membuat si duda keren ini menjadi sangat khawatir. "Hei, benarkah? Dimana yang sakit? Mas akan memijatnya" ucap Andra yang membuat Arra tertawa.


"Nggak, hanya pegal sedikit, Mas. Mas Andra kesana saja menyapa teman-temannya."


Akhirnya, Andra pun pamit meninggalkan sang istri yang tetap berada di pelaminan. Tentu saja tidak semudah itu mengusir Andra karena Arra harus memberikan ribuan kata untuk meyakinkannya bahwa kakinya baik-baik saja.


Saat sedang memijat pelan kakinya, tiba-tiba Arra dikejutkan oleh kehadiran Zero.


"Dor!"


"Astaga! Hei, kau membuat Mami terkejut" ucap Arra yang membuat Zero tertawa.


"Mami tantik cekali. Ayo kita belpoto" ucap Zero seraya mengeluarkan ponsel Andra dari saku jas nya.


Bagaimana bisa Arra mengetahui bahwa itu adalah ponsel sang suami? Karena Zero memang tidak diizinkan memiliki ponsel sendiri dan hanya memiliki iPad yang itu pun dibatasi penggunaannya.


"Apakah dia anak kandung mu?" tanya salah satu rekan kerja Andra yang sangat penasaran sejak tadi.


Andra tersenyum tipis seraya mengangguk pelan.


"Wow, mereka benar-benar dekat sekali. Sepertinya dia sangat menyayangi ibu sambungnya."


"Mereka memang sangat dekat dan aku tidak akan dihiraukan jika mereka sudah bersama" ucap Andra yang membuat rekan-rekan kerjanya tertawa seketika.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2