Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
S2 : Berita Mengejutkan


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Gibran sudah tidak bisa menahannya lagi, ia tau bahwa apa yang dilakukan Gerren benar-benar sangat menjijikkan melihat Zira yang bahkan trauma berat karenanya.


Bugh


Satu pukulan keras mendarat tepat di wajah kakak kandungnya tersebut. Tangan Gibran sudah menarik baju Gerren dan dengan penuh emosi, lelaki itu menatap Gerren yang cukup terkejut mendapat pukulan tiba-tiba.


"Gibran! Apa yang kau lakukan pada kakakmu sendiri?!" teriak Gladis yang saat itu juga sangat terkejut melihat Gibran yang sudah dipenuhi dengan emosi.


"Katakan padaku, apa yang kau lakukan pada Zira?! Perbuatan busuk apa yang kau lakukan sehingga membuat Zira menjadi trauma?!" teriak Gibran penuh emosi yang membuat Gerren tertawa.


Gerren tidak menyangka bahwa adik yang selalu baik dan menuruti ucapannya saat ini bahkan sudah memukulinya hanya karena seorang gadis.


"Calm down, bro! Aku hanya melecehkannya sedikit" ucap Gerren tertawa seolah tidak merasa bersalah sedikit pun. (Tenanglah, bro!)


Bugh


"Kau bilang hanya?!"


Bugh


"Perbuatan mu benar-benar menjijikkan, Gerren!"


Bugh


"Dan kau tidak merasa bersalah sama sekali padahal sudah merusak kehidupan seseorang?!"


Bugh


Bugh


Bugh


Gibran benar-benar seperti orang yang kesetanan dan memukul Gerren secara membabi-buta bahkan Gladis saja tidak bisa melerainya.


Gerren hanya pasrah dengan semua pukulan yang ia terima. Apakah ia akan mati ditangan adiknya sendiri? Bodoh saja jika Gerren berani melawan seorang petinju. Ya benar, Gibran sudah berlatih tinju sejak kecil dan tentu saja kekuatannya melebihi kekuatan Gerren.


*****

__ADS_1


Pagi ini Arra baru saja selesai mengirimkan pesan kepada wali kelas Zira dengan mengatakan bahwa sang anak akan izin hari ini karena dalam keadaan sakit. Sebenarnya, Zira tidak sakit namun entah kenapa ia benar-benar malas untuk sekedar bangun dari tempat tidurnya sehingga Arra memberikan ruang bagi sang anak.


"Zira nggak sekolah?" tanya Zero yang saat itu baru saja keluar dari kamarnya.


Arra menggeleng pelan. "Mungkin dia masih butuh waktu untuk beristirahat" jawab Arra pelan.


Zero hanya bisa menghela nafas berat karena ia sendiri tau bagaimana adiknya juga menghadapi masalah. Zira akan mengurung diri dan menyakiti dirinya dengan tidak makan dan selalu menangis, seperti sekarang.


"Apa nggak sebaiknya kita ajak bicara, Mi?" tanya Zero yang sedikit khawatir akan kesehatan sang adik.


"Setelah ini, Mami akan mencoba untuk mengajaknya berbicara. Zira juga harus sarapan pagi" ucap Arra yang memang saat itu sedang memasak untuk sarapan pagi bersama keluarganya.


Tak butuh waktu lama, sup ayam kampung kesukaan kedua anaknya sudah matang sehingga membuat Arra segera naik ke lantai atas untuk mengajak anak perempuannya sarapan bersama.


Tok tok tok


"Sayang, bisakah Mami masuk?" tanya Arra pelan.


Tak terdengar ada suara yang menjawabnya hingga membuat Arra lagi-lagi mengetik pintu kamar Zira.


"Sayang, ayo sarapan bersama dulu. Setelah ini putri kecil Mami boleh sekali menangis di pelukan Mami" ucap Arra bersungguh-sungguh.


Karena beberapa kali mengetuk dan sama sekali tidak ada jawaban dari dalam, Arra pun kembali ke dapur dan mencari kunci cadangan karena sungguh khawatir dengan kondisi anaknya.


"Mami, ada apa?!" tanya Zero terkejut.


Setelah mengatakan hal itu, Arra segera kembali ke lantai atas untuk membuka pintu kamar sang anak. Tak butuh waktu lama ketika kunci cadangan itu sudah di tangan Arra, pintu kamar Zira pun terbuka dan betapa terkejutnya Arra ketika melihat tidak ada siapa-siapa di atas tempat tidur.


"Zira?! Sayang?!" teriak Arra panik.


Ia langsung mencari Zira kemana saja agar segera menemukan sang anak.


"Mami, ada apa?!"


"Sayang, apa yang terjadi?!"


Andra dan Zero pun ikut panik ketika melihat Arra yang berlari kemana saja untuk mencari Zira.


"Mas, Zira nggak ada di tempat tidur dan aku belum menemukannya" ucap Arra dengan air mata yang sudah berhasil lolos dan membasahi wajahnya.


Mendengar hal itu, Zero pun ikut berlari mencari sang adik. Lelaki itu segera masuk ke dalam kamar mandi karena sejak tadi Arra mencari Zira di ruang pakaian.


"Zira?!"


Mendengar teriakan Zero, baik Andra maupun Arra langsung berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


Benar-benar pemandangan yang memilukan ketika mereka mendapati Zira yang sedang pingsan dengan luka sayatan di tangannya seolah hendak mengakhiri hidupnya sendiri.


Tak butuh waktu lama untuk Zero segera menggendong sang adik dan berlari keluar diikuti oleh Andra dan Arra.


*****


Galuh yang saat itu baru saja selesai melakukan operasi selama 8 jam pun benar-benar terkejut mendapati kabar bahwa keponakannya sedang menuju ke rumah sakit.


"Apa yang terjadi?!" tanya Galuh dengan panik.


"Sepertinya ingin mengakhiri hidupnya sendiri" ucap Zero pelan.


Galuh pun segera masuk ke ruang UGD untuk menangani keponakannya sedangkan keluarga Dirgantara hanya bisa duduk menunggu.


"Mas.. anak kita.. anak kita.." lirih Arra pelan.


Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Zira akan melakukan hal itu. Ibu mana yang tega melihat anaknya yang ingin mengakhiri hidupnya sendiri karena trauma berat yang ia rasakan. Kali ini, Arra tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu kepada putri kecilnya.


*****


Leo baru saja selesai berolahraga ketika ponselnya tiba-tiba berdering dan nama Ibu Leli terpampang jelas di layar ponselnya.


Lelaki itu mengerutkan keningnya heran karena ia tau jika Ibu Leli menelponnya, berarti ada sesuatu di rumah keluarga Dirgantara.


"Halo?"


"Pak Leo, Zira sedang dibawa ke rumah sakit karena percobaan bunuh diri."


Deg.


Karena mendengar berita yang sangat memilukan, Leo segera berlari keluar dari apartemennya agar menyusul semua orang menuju ke rumah sakit tanpa berganti pakaian.


"Zira.. apa yang terjadi..?"


Tak bisa dipungkiri bahwa rasa sayang Leo benar-benar besar kepada gadis itu. Melihat tumbuh kembang Zira sejak kecil dan bisa menemani keluarga Dirgantara untuk merawat Zira membuat Leo benar-benar menyayangi gadis itu seperti anak kandungnya sendiri.


Leo benar-benar takut jika terjadi sesuatu kepada Zira karena gadis itu mempunyai pengaruh besar dalam hidupnya. Zira kecil yang selalu mengganggu Leo dengan segala kerandomannya, Zira besar yang selalu mengganggu Leo dengan segala kenakalannya. Zira benar-benar merubah semua sudut pandang Leo.


"Aku tidak akan memaafkan siapapun yang berani menyakiti Zira. Bahkan sehelai rambutnya pun di pegang, tidak akan ku maafkan!"


Leo bersumpah bahwa akan mencari orang yang sudah menyakiti Zira bahkan di ujung dunia sekali pun akan ia datangi.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2