Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Andra Menang


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Zero memeluk Arra dengan erat membuat gadis itu sedikit terkejut dengan perlakuan yang tiba-tiba. "Hei, ada apa ini?" tanya Arra tersenyum tipis.


Zero melepaskan pelukannya lalu menatap manik mata Arra. "Cebental, Zelo mau mimi cokat" ucapnya lalu segera berlari menghampiri Andre.


"Sayang, hati-hati" ucap Arra pelan.


Andra yang sudah selesai menyapa beberapa rekan kerjanya pun kembali ke pelaminan. "Ada apa dengannya?" tanya Andra pelan.


"Mas, sudah selesai?" tanya Arra yang membuat Andra mengangguk tipis.


"Dia sedang mencari susu cokelat" ucap Arra terkekeh pelan lalu tatapannya kembali menatap Zero yang sedang berlari kearahnya dengan membawa tas ransel.


Tas yang sudah bisa ditebak isinya adalah beberapa susu cokelat, snack ringan, cokelat batangan, dan jangan lupakan jelly.


Zero segera duduk ditengah-tengah Andra dan Arra. "Mami, tolong buka" ucap Zero seraya memberikan susu cokelat nya kepada Arra.


Dengan segera, Arra membukakannya dan mengembalikannya kepada sang anak.


"Mami, apa Mami cekalang cudah bica tidul belcama Zelo?" tanya Zero seraya meminum susu cokelatnya.


"Siapa yang mengatakannya padamu?" tanya Andra mengerutkan keningnya heran.


Zero segera memperlihatkan ponsel Andra yang ada di saku jas nya. Dengan segera, tangan mungil itu bergerak menari mencari sesuatu.


Tak lama kemudian, ia memberikan kembali ponsel kepada sang pemilik dengan layar yang masih menyala.


"Astaga!" ucap Andra terkejut.


Bagaimana tidak? Ada begitu banyak riwayat pencarian di Google yang ada di ponselnya tersebut.


Apa itu menikah?


Apakah setelah menikah akan tinggal bersama?


Apa itu suami istri?


Apakah suami istri akan tinggal di satu rumah?


Apakah suami istri seperti Mami dan Papi Zero?

__ADS_1


Dan masih banyak lagi riwayat pencarian yang diketik langsung oleh Zero yang membuat kedua orang tuanya tak bisa menahan tawa.


"Hei, siapa yang mengajari mu untuk mencari di Google? Kau bisa bertanya pada Mami" ucap Arra disela-sela gelak tawanya.


Zero tertawa seraya memperlihatkan gigi putihnya yang rapi. "Untel Andle mengatakan bahwa Mbah Google bica membantu."


"Astaga, Andre. Dia benar-benar mempengaruhi pertumbuhan Zero" gumam Andra kesal.


"Mami cudah bica kan tidul belcama Zelo?" tanya Zero sekali lagi.


"No!" ucap Andra tanpa sadar dengan meninggikan suaranya.


"Why?!" tanya Zero yang juga meninggikan suaranya.


Andra seketika menggaruk tengkuknya karena tidak memiliki jawaban yang pas. Kan tidak mungkin jika dirinya mengatakan bahwa Zero akan mengganggu malam pertama mereka. Bisa-bisa bocah itu akan bertanya lebih lanjut tentang apa itu malam pertama dan lain-lainnya.


"Papi! Why?! Why Zelo can't sleep with Mami?!"


"Um, karena Zero sudah besar" jawab Andra pelan.


Zero menatapnya dengan wajah kesal. "Huh, Zelo itu macih kecil dennan Mami" gerutu Zero yang membuat Arra seketika tertawa.


"Mami! Help me! Zelo mau puk puk Mami" ucap Zero yang segera memeluk lengan Arra.


Andra hanya bisa mendengus kesal karena mau sampai kapan pun ia tidak akan pernah bisa menang melawan Zero.


"Papi tidul di lual."


"Hei, no!" Andra segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Sayang" bisik Andra pelan yang membuat Arra tersenyum tipis.


"Mas, biarkan Zero tidur bersama kita ya?"


Sebenarnya, Arra mengerti mengapa Andra melarang keras Zero untuk tidur bersama mereka. Namun, karena Arra masih sedikit gugup menghadapi duda tersebut, jadilah ia menyetujui apa yang dikatakan Zero.


"Jangan menghindari suami." Lagi-lagi Andra berbisik yang membuat Arra terdiam.


Arra juga tau bahwa yang ia lakukan sekarang sangat salah karena ia dengan sengaja menghindar dari suaminya padahal seharusnya ia bisa mengatakan baik-baik kepada Andra jika dirinya belum siap untuk melakukan hubungan suami istri. Namun, Arra terlalu malu untuk mengatakan itu. Ah, Andra, kasihan sekali duda ini.


*****


Benar saja, setelah kejadian di pelaminan, Zero tidak pernah melepaskan Arra sedetik pun bahkan ketika Andra mengusap bibir Arra karena cream kue pun membuat Zero benar-benar memarahinya.


Arra senang karena merasakan anaknya sangat posesif terhadapnya namun ia juga merasa kasihan kepada sang suami yang harus berkali-kali menghela nafas berat.


Entah kenapa, saat ini takdir berpihak pada Andra karena Zero tiba-tiba berlari menjauh menghampiri teman-temannya yang sedang berkumpul bersama.

__ADS_1


"Yes!" ucap Andra senang yang membuat Arra tertawa.


"Kenapa, Mas?" tanya Arra disela-sela gelak tawanya.


Andra terkekeh pelan. "Ternyata, menjadi posesif bukan hal yang baik. Ah, mengapa Zero malah mewarisi sifat itu?"


"Jadi, bagaimana rasanya?" tanya Arra tersenyum tipis.


"Nggak enak."


"Begitu juga dengan Arra biasanya bahkan ketika Mas lebih posesif dari Zero. Melarang Arra menyimpan nomor ponsel lelaki, melarang Arra berjabat tangan dengan lelaki walaupun itu hanya teman, bahkan yang lebih parahnya membuat peraturan untuk melarang karyawan kantor dan pengawal lelaki untuk menatap Arra. Astaga, apa duda memang selalu seperti itu?"


"Sayang, maafkan suami mu ini" ucap Andra tertawa canggung.


Hal itu membuat Arra tertawa seketika. "Mas, apa duda memang selalu seperti itu?" tanya Arra sekali lagi.


"Sayang! Mas sudah bukan duda lagi, tapi suami orang" ucap Andra mengedipkan matanya.


"Suami orang? Wah, siapa gadis menyedihkan itu?" tanya Arra yang membuat wajah Andra memelas seketika.


Hal itu tentu saja mengundang gelak tawa Arra. Entah kenapa, akhir-akhir ini ia sangat suka menggoda Andra karena wajah kesal suaminya benar-benar lucu menurutnya. Ah, apakah Arra juga terkena virus bucin?!


*****


Pesta baru saja selesai dan semua orang sudah kembali ke tempatnya masing-masing termasuk keluarga Andra dan orang-orang yang ada di panti asuhan juga keluarga Delon yang memang akan menginap di hotel karena sejak kemarin, hotel tersebut tidak menerima tamu selain keluarga dari mempelai.


"Mas, bisa minta tolong ambilkan ponsel Mas di kursi itu?" tanya Arra karena ia sudah berdiri dan susah untuk menunduk.


Andra dengan sigap menuruti ucapan sang istri. "Zero meninggalkannya?" tanya Andra yang membuat Arra mengangguk pelan.


Tak lama kemudian, tatapan Andra tertuju pada Andre yang sedang menggendong bocah berusia tiga tahun yang sudah tertidur dengan pulas tersebut. Raut kemenangan tercetak dalam wajah Andra sehingga tanpa sadar ia senyum-senyum sendiri.


Arra yang melihat suaminya pun langsung menempelkan tangannya pada kening Andra. "Mas sakit?!" tanya Arra mengerutkan keningnya heran.


"Lihat itu" ucap Andra tersenyum seraya menunjuk Andre yang sedang membawa Zero ke dalam lift menuju ke kamarnya.


Arra masih mengerutkan keningnya karena belum mengerti mengapa suaminya sangat senang. "Apa hubungannya Zero tertidur dengan Mas Andra yang senyum-senyum sendiri?" tanya Arra masih dengan wajah heran.


"Astaga, Sayang. Jika Zero tertidur, maka dia nggak akan mengganggu kita" ucap Andra yang membuat Arra seketika mengerti.


"Astaga, Om Pedo!"


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2