Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Pengadilan


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađŸ„°đŸ˜...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading GuysđŸ„°đŸ˜˜!!!!


*****


“Arra takut jika--“


Klekkk


Pintu ruangan terbuka membuat Andra yakin yang masuk adalah Galuh


“Kak Galuh bisa--“


Ucapan Andra terhenti saat ia berbalik dan menatap Paman yang sedang berdiri didepan pintu ruangan


“Maaf, Paman. Aku kira itu Kak Galuh”


“Apa ada masalah dengan Galuh, Nak?”


“Selalu, Paman” ucap Andra terkekeh


“Hahaha”


Gelak tawa terdengar memenuhi ruangan Arra dengan si pemilik suara berjalan masuk dengan santai hingga membuat Andra semakin kesal terhadapnya


“Kakak yakin pasti kau memarahi Ayah”


Ucapan Galuh tepat membuat Andra hanya menggaruk tengkuk dan Paman yang menggeleng kepala melihat keduanya lalu berjalan mendekati ranjang Arra


“Shalom, Nak. Bagaimana kabarmu?”


“Sha-Shalom, Tuan. Kabar saya baik”


“Andra, sepertinya kekasihmu takut Paman akan menggigitnya”


“Itu karena Ayah keturunan vampir dan sebangsanya” celetuk Galuh yang membuat semuanya tertawa hingga Arra tanpa sadar tertawa juga


“Andra”


“Ya, Paman”


“Jaga kekasihmu atau tidak para lelaki akan berjuang untuk mendapatkannya”


“Maksud, Paman?”


“Tertawanya sangat manis, bahkan jika Paman tidak ingat umur pun sepertinya Paman akan tergoda”


Sederhana tapi bisa membuat wajah Arra memerah karena malu


“Hahaha..Perkenalkan Paman, Ayah dari Galuh, Nak”


“Nama saya Arra, Tuan”


“Panggil Paman saja”


“Ba-baiklah, Paman”


“Apa yang kau suka dari Andra?”


“Hahahaha”


Tawa Galuh kembali terdengar saat Ayahnya bertanya demikian kepada Andra sedangkan Andra hanya mendengus kesal walaupun tau bahwa Pamannya sedang becanda


“Galuh, Ayah tidak sedang berbicara denganmu. Mendengar tawa mu membuat Ayah merinding”


“Ayah, Galuh bukan makhluk halus”


“Ya, siapa tau sejenisnya”


Arra terkekeh mendengarnya membuat pandangan Ayah Galuh seketika menatap kearahnya

__ADS_1


“Nak, kau belum menjawab pertanyaan Paman”


“Tidak ada, Paman” jawab Arra yang menatap Andra seraya menampilkan senyum manisnya


“Sayang” rengek Andra dengan wajah memelasnya


“Oh jadi Andra yang memaksamu menjadi kekasihnya? Astaga Andra, akhirnya Paman mempunyai alasan lagi untuk menganggap mu sebagai lelaki biasa”


“Dia bahkan ditolak tiga kali, Yah”


“Benarkah? Ternyata kau masih manusia biasa, Nak”


“Paman, dia menolak ku karena aku memintanya menjadi Ibu sambung untuk Zero”


“Lalu? Apa yang salah?”


“Dia hanya ingin menikahi wanita yang bisa menjaga Zero” jawab Arra pelan


“Sayang”


Lagi-lagi Andra merengek seraya menampilkan wajah memelasnya


“Ah pantas saja. Nak, Paman akan membela mu jika Andra melakukan hal aneh”


“Juga Kak Galuh ada di pihak mu, Ra”


“Astaga”


*****


“Untel bannun.. Untell..”


Jam menunjukkan pukul 09:45 WIB, terdengar suara teriakan cadel anak kecil yang menggema di rumah besar membuat semua pelayan tersenyum mendengarnya karena sejak tadi Zero berteriak membangunkan Andre yang kembali tertidur saat pulang dari rumah sakit karena memang dirinya yang masih mengantuk dan kurang tidur


“Ish Untel cepelti kebo” gerutu Zero saat melihat Andre kembali memejamkan matanya


“Untel, Zelo akan lapol Papi bial Untel di pukul”


Lalu Zero mengambil iPad nya dan menelpon Andra dengan harapan agar Andra memukul pantat Uncle nya


“Hei, Son. Why?”


“Untel is vely bad”


“What did he do?”


“Hampil belubah menjadi kembalan nna kebo”


Seketika gelak tawa Andra terdengar saat mendengar ucapan Zero yang sangat gemas menurutnya


“Uncle sedang tidur?”


“I dunno, apa Untel macih belnapas?”


“Astaga, Zero”


“Just kidding, Papi. Untel cepeltinya capek”


“Capek?”vgumam Andra lalu mengingat kejadian malam tadi


Flashback on


Saat Arra yang masih marah terhadap mereka, baik Andra maupun Andre tak berani apa-apa dan hanya diam seraya menatap gadis yang sedang tertidur nyenyak dengan bocah kecil di pelukannya


“Kak Andra iri ya karena yang berada di pelukan Arra saat tidur itu Zero, bukan Kak Andra?”


“Diam.”


“Zero menang banyak sekarang. Kasihan sekali duda ini kalah telak dari anaknya sendiri”


“Sial. Lalu, bagaimana denganmu yang sudah berumur 18 tahun tapi masih menjomblo? Setidaknya kau masih kalah dari Kak Andra”


“Memangnya kapan aku bisa percaya dengan cinta, Kak?” ucap Andre terkekeh pelan

__ADS_1


“Percayalah setidaknya 5% karena walaupun yang kau lihat bahwa Kak Andra pernah gagal dalam membangun hubungan namun lihat sekarang bagaimana Sang Pencipta membolak-balikkan perasaan seseorang dari disaat Kak Andra yang sepertimu tidak pernah merasakan dan percaya akan adanya cinta tapi sekarang Kak Andra diberikan gadis yang bisa membuat Kak Andra percaya akan adanya cinta lagi”


“Bagaimana jika itu hanya berlaku untuk orang lain namun tidak untukku?”


“Kau lihat, bukan? Kak Andra bahkan dulu tidak pernah memikirkan bahwa hidup Kak Andra seperti ini namun ternyata rencana Tuhan memang benar-benar luar biasa dan diluar pikiran kita”


“Entahlah, Kak. Aku masih belum bisa percaya”


“Kak Andra tidak memaksamu untuk semudah itu percaya namun percayalah jika suatu saat kau bertemu seseorang, maka Kak Andra yakin itu hadiah besar dari Tuhan”


“Baik, Kak.”


Flashback off


*****


Rumah Sakit


“Sayang”


“Ada apa, Mas?” tanya Arra saat melihat Andra berjalan mendekatinya setelah mengantarkan Paman dan Galuh ke luar ruangan


“Mas harus pergi ke pengadilan untuk memperebutkan hak asuh Zero. Tapi--“


“Pergilah, Mas. Arra gapapa disini”


“Tapi kan sendirian. Apa Mas perlu meminta Bu Leli?”


“Mas, Bu Leli pasti sedang sibuk. Arra gapapa kok”


“Kalau ada apa-apa segera telpon, Mas”


“Siap, Pak”


“Heh, kok panggil Bapak?”


“Pak Andra, kan? Atau mau dipanggil Andra? Tapi sepertinya tidak sopan karena Bapak sudah tua”


“Oh tadi bicara apa hm?”


Andra berjalan mendekat dengan tangan yang sudah menggenggam tangan Arra hingga membuat gadis itu ketakutan


“Arra hanya bercanda, Mas” gerutu Arra kesal seraya mengerucutkan bibirnya


Cup.


“Nakal ya?”


Andra mengelus bekas ciumannya seraya tersenyum tipis


“Mas seperti Om-Om yang ingin memangsa anak kecil” ucap Arra lalu tertawa keras hingga gelak tawanya memenuhi ruangan


“Heh astaga, sabar Andra sabar”


Seketika Andra mengelus dada lalu menghela nafas berat


“Berani ya sekarang dengan Mas?”


“Memangnya sejak kapan Arra takut?”


“Sejak ciuman pertama”


Blushhh


“Mas, diem nggak?!” ketus Arra saat dirinya tiba-tiba mengingat kejadian ciuman pertama yang direbut Andra hingga membuat dirinya malu


“Hahaha.. Yasudah, Mas berangkat ya. Ingat telpon Mas jika ada sesuatu yang terjadi. Zero dan Andre akan kemari setelah Andre bangun tidur”


“Mas, hati-hati ya”


“Tentu, Sayang”


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2