
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađ„°đ...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guysđ„°đ!!!!
*****
Hari-hari Arra kembali dipenuhi dengan Andra dan Zero yang setiap hari akan memperebutkan dirinya membuat Arra harus ekstra sabar menghadapi kedua bayi besar itu.
Seperti halnya sekarang, karena mendengar Zero akan menguasai Arra hari ini, Andra langsung bergegas menuju panti asuhan meninggalkan pekerjaan yang akan ia limpahkan kepada Leo.
âPapi da boleh cepelti itu. Kata Mami, kita halus beltanggung jawab dennan pekeljaan kitaâ gerutu Zero berkali-kali sejak melihat mobil Andra terparkir dengan rapi di halaman depan panti asuhan.
âDan Mami juga pernah mengatakan bahwa kita itu nggak boleh pamerâ balas Andra tak mau kalah
âMamiiiii.. Iyat Papi nakal cepelti Dennisâ adu Zero kepada Arra yang saat itu sedang memasak
âDennis? Dennis siapa, Sayang?â tanya Arra yang menanggapi sang anak
âHuâum, Dennis nna Tuan Wilconâ
Andra yang mendengarnya hanya diam karena tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Zero
âDennis The Menace?â tebak Arra yang membuat Zero mengangguk bersemangat
Oh, film.-Andra
âPapi pasti da tau wuuuuâ. Zero kembali berjalan mendekati Andra dan mengejeknya karena tidak tau apa yang ia dan Arra bicarakan
âPapi tau, Tuan Wilson dengan hidung besar dan kumis tebal, kan?â
âPapiii, kata Mami da boleh cepelti itu, Papi elekkan ciptaan Tuhanâ
âSayang, apa yang Zero katakan?â tanya Andra heran
âZero mengatakan bahwa Mas sedang menjelekkan ciptaan Tuhanâ
âAstaga. Maksud Papi bukan seperti itu, Zeroâ
âNyenyenye Zelo da dengalâ ucap Zero yang langsung berlari memeluk kaki Arra
âKata Mami, jika ada yang berbicara itu harus didengarâ
Lagi. Kata Mami sepertinya akan menjadi topik terlama hari ini.
__ADS_1
*****
âSayangggggâ teriak Andra yang sedang berada di halaman belakang bersama Zero
Teriakan tersebut membuat Arra sedikit terkejut hingga berlari menghampiri mereka. âAda apa Mas?â tanya Arra saat sudah sampai
âZero nakalâ adu Andra yang membuat tatapan Arra beralih kepada Zero yang sedang berdiri di pojok dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya
Arra pun berjalan mendekati Zero dan berjongkok agar menyesuaikan tinggi dengan sang anak. âApa Zero melakukan kesalahan?â tanya Arra pelan seraya menggenggam kedua tangan Zero
âI am colly , Mam. Zelo calahâ ucap Zero dengan masih menunduk karena takut jika harus menatap mata Arra
Arra mengisyaratkan Andra untuk mendekati mereka dan Andra pun berjalan mendekat namun tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
âSiapa yang ingin dengan sukarela menjelaskan kepada Mami?â tanya Arra dengan lembut membuat Zero berani mengangkat kepalanya dan menatap Arra
âZelo, Mamâ ucapnya seraya mengangkat tangan
âSilahkan. Zero tau kan bagaimana cara menjelaskan tanpa?â
âCalahkan olang lain dan membela diliâ ucap Zero mantap
âAnak pintarâ
Entah kenapa saat melihat ikan-ikan yang bersemangat makan membuat Zero tiba-tiba membuka suara dengan mengatakan bahwa ia ingin mempunyai adik banyak seperti teman-temannya yang ada di panti asuhan karena saat berada dirumah ia merasa sangat kesepian. Zero pun meminta adik kepada Andra yang dijawab dengan sedikit lelucon dari sang Papi dengan mengatakan bahwa jika nanti Arra tinggal bersama mereka, Zero tidak boleh ikut tidur bersama sampai dirinya mempunyai banyak adik.
Hal itulah yang membuat Zero mengamuk hingga menangis dengan keras lalu melemparkan botol air yang masih penuh mengenai kepala Andra. Karena sangat takut Papi nya akan memarahinya, Zero langsung berlari ke pojok halaman namun karena tidak memperhatikan jalan, akhirnya ia terjatuh.
Andra yang melihatnya pun berusaha untuk mengejar namun Zero berteriak dan melarang Andra untuk mendekat hingga akhirnya Zero menangis di pojokan dan mau tak mau Andra meminta Arra untuk turun tangan.
âMas, bisa Arra minta tolong?â tanya Arra yang membuat Andra menoleh
âTolong ambilkan kotak P3K di dalamâ
âDa, Mami. Zelo da mau obat cebelum Mami maaf Zeloâ ucap Zero yang melarang Andra untuk pergi
âMami obati dulu dan setelah itu kita berbicara lagi. Minta tolong, Masâ
Akhirnya Andra masuk ke rumah untuk mengambil kotak P3K. Tak lama kemudian, Arra membawa Zero untuk duduk dengan dirinya yang mengobati luka pada lutut Zero akibat terkena batu setelah dirinya berusaha kabur tadi.
âTanpa Mami katakan, Zero pasti tau kesalahan Zero dimana?â tanya Arra saat ia sudah mengobati kaki Zero membuat sang anak mengangguk pelan
âHaruskah Mami menjelaskan satu per satu dimana letak kesalahan Zero?â
âNo, Mami. Zelo calah kalena meminta adik dan da copan melempalkan botol ke Papiâ
__ADS_1
âMeminta adik itu bukan kesalahan, Sayang. Tapi akan lebih baik jika Zero memintanya setelah Mami tinggal bersama Zero, okay?â
Sebenarnya, Arra sangat malu ketika membahas adik dihadapan Zero terlebih bocah itu sudah meminta adik padahal Arra belum sah dengan Andra. Namun, Arra harus terlihat lebih tegas dan tidak terpengaruhi dengan apapun agar ia bisa mendidik Zero dengan baik.
Untuk urusan didikan, Andra akan menyerahkan semuanya kepada Arra karena terbukti selama beberapa bulan terakhir ini semua yang Arra ajarkan kepada Zero akan diingat dan dilaksanakan dengan baik oleh anak itu sehingga Andra tidak pernah ambil pusing dengan didikan Zero.
âKenapa Zero harus sampai melemparkan botol air kepada Papi? Bagaimana jika sebaliknya Papi yang akan melemparkan botol itu? Apa Zero akan merasakan sakit?â
âHuâum, Zelo pasti cakitâ
âKenapa?â
âMaaf, Mami. Zelo calah kalena da copan. Zelo malah kalena Papi da mau belbagi Mami belcama-camaâ
âKenapa Zero harus marah?â
âKalena Zelo mau tidul belcama Mami uga. Mau Mami puk puk Zeloâ. Ada air mata yang mengalir membasahi wajah Zero saat ia meminta Arra untuk tidur dan menepuk pantatnya.
Tentu, hal itu membuat hati Arra sakit hingga tanpa sadar air mata pun membasahi wajahnya. Andra yang melihatnya pun langsung menggenggam erat tangan mungil calon istrinya dan tersenyum tipis seolah mengatakan hal yang dilakukan Arra sudah benar
âHei, lihat Mamiâ. Seketika Zero mengangkat kepala dan menatap manik mata Arra
Arra pun langsung menghapus jejak air mata Zero dengan ibu jarinya. âKarena anak Mami sudah pintar dengan mengakui kesalahannya maka Mami maafkan. Setelah ini minta maaf dengan Papi dan jangan ulangi lagi ya, Sayang?â
âHuâum, maaf Mamiâ ucap Zero yang langsung memeluk Arra dengan erat
âKetika marah, daripada berteriak bahkan melempar sesuatu, sebaiknya?â
âBeldiam dili dan beldoaâ
âAnak pintar. Sekarang ayo minta maaf dengan Papi dan Papi juga minta maaf dengan Zeroâ
âThenapa Papi halus minta maaf uga cama Zelo?â tanya Zero menatap Arra dengan heran
âKarena Papi bercanda yang sedikit keterlaluanâ ucap Arra menjelaskan
Zero pun akhirnya meminta maaf kepada Andra begitu pun sebaliknya hingga diakhiri dengan berpelukan bersama.
Dia benar-benar seorang bidadari.-Andra
*
*
*
__ADS_1