Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Jantung Berdebar


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Mami! Mami!"


Teriakan Zero terdengar hingga membuat Arra terkejut dan membuka mata namun sang suami tidak merespon apapun malah ia tetap melanjutkan permainannya.


"M-mas?!" panggil Arra pelan.


"Zero men—"


Tak sempat menyelesaikan ucapannya, Andra langsung membungkam mulut sang istri dengan ciuman hingga membuat Arra hanya bisa pasrah dan mengikuti permainan sang suami.


Selang beberapa saat, Andra melepaskan ciumannya seraya terkekeh pelan. "Jangan malam ini ya" ucap Andra pelan.


Arra tau jika menolak keinginan suami adalah dosa terlebih dihadapannya adalah suami sah nya jadi ia hanya bisa mengangguk pelan seolah menyetujui bahwa suaminya akan melanjutkan permainan mereka.


Kembali pada Zero yang masih menangis.


Saat ini Zero sudah tertidur dengan nyenyak namun tiba-tiba ia terbangun dan menangis dengan kencang membuat Andre yang sedang menonton film pun terkejut.


Dalam tangisnya, ia selalu menyebut-nyebut sang Mami sehingga Andre tau apa alasan bocah itu menangis.


"Hei, Mami sudah tidur" ucap Andre yang berusaha menenangkan keponakannya.


"No, Mami tidul belcama Zelo" teriak Zero tidak terima.


Bocah itu pun segera beranjak dari tempat tidur dan berlari ke luar kamar hingga membuat Andre menyusulnya.


Zero berlari menuju kamar yang berada di ujung ruangan karena menurutnya itu adalah kamar kedua orang tuanya. Berkali-kali ia mengetuk hingga berteriak memanggil Arra namun tak ada respon apapun yang ia dapat sehingga bocah itu semakin menangis.


Andre yang melihatnya hanya menghela nafas berat lalu berjongkok dihadapan Zero. "Dengarkan Uncle, Mami dan Papi sedang tidur karena kelelahan" ucap Andre memberikan pengertian.


"Mami cudah beljanji tidul belcama Zelo" ucap Zero tak mau mengalah.


Andre menghela nafas berat. "Mami dan Papi kelelahan, Zero."


"Apa yang meleka lakukan?"


"Membuat adik" jawab Andre santai yang membuat Zero segera melotot.


"What?! Leally?!" tanya Zero dengan heboh.


Karena melihat Zero yang sudah lupa akan Arra, akhirnya Andre mengambil kesempatan itu untuk membuatnya kembali ke kamar.


"Jika ingin tau, kembali ke kamar bersama Uncle."


Dengan segera bocah itu berlari ke kamarnya bahkan mendahulukan Andre yang sedang berjalan.

__ADS_1


Sepertinya Andre lupa bahwa ia akan berhadapan dengan bocah yang bisa bertanya apa saja karena Zero memang sangat pintar.


Baru saja rasanya Andre masuk ke kamar, Zero sudah memarahinya.


"Untel, cepat cini" ucap Zero dengan kesalnya.


Andre tertawa karena ia tau bahwa Zero sudah tidak sabar untuk bertanya-tanya. Andre pun segera duduk disebelah Zero yang sudah duduk dengan rapi.


"Jadi, apa yang ingin Zero ketahui?" tanya Andre yang membuat Zero segera meletakkan tangannya di kening seolah sedang berpikir dengan keras.


Hal itu tentu saja mengundang gelak tawa Andre sehingga kamarnya dipenuhi gelak tawa.


"Why?" tanya Zero mengerutkan keningnya heran.


Andre terkekeh pelan. "Apa pertanyaannya sangat susah dicari?" tanya Andre yang membuat Zero tertawa.


"Untel, memangnya adik itu dibuat?" tanya Zero menatap Andre dengan tatapan penuh tanda tanya.


Andre berdehem seraya mengangguk pelan. "Jadi, Mami dan Papi akan bekerja keras untuk membuat adik" ucap Andre menjelaskan.


"Bagaimana calanya membuat adik?"


"Dari tepung. Papi akan membuat adik dari tepung lalu Mami akan memakannya agar adik bisa tumbuh di perut Mami."


Jangan lupa bahwa dia adalah Andre yang selalu mengajarkan hal-hal yang aneh kepada Zero dan tentu saja bocah itu akan percaya padanya.


"Lalu, cala adik kelual dimuntahkan?" tanya Zero yang membuat Andre tersedak air minum.


Andre segera membenarkan posisinya dan berdehem pelan. "No, kalau dimuntahkan nanti kotor."


"Hu'um dan jijik. Zelo da mau pegang adik" ucap Zero dengan gemas.


Andre segera mengalihkan pembicaraan lain. "Zero ingin mempunyai adik seperti apa?"


"Cepelti manucia" ucap Zero cepat.


Hal itu membuat Andre seketika melongo karena jawaban Zero sungguh diluar akal sehatnya.


*****


"Sayang" panggil Andra ketika mereka baru saja menyelesaikan pertempuran malam ini.


Arra menoleh sebentar lalu kembali memainkan jari-jari tangan Andra.


"Apa masih sakit?" tanya Andra pelan yang membuat Arra tersenyum tipis.


Memang, saat Andra baru memulai tadi, Arra merasakan bahwa daerah bawahnya sakit sekali bahkan sangat perih sehingga tanpa sadar ia mencengkram erat selimut bahkan air matanya keluar tanpa sadar.


Karena melihat istrinya yang kesakitan, Andra hanya diam tidak bergerak seraya mencium pucuk kepala sang istri beberapa kali.


"Mungkin Arra besok nggak bisa jalan" ucap Arra yang membuat Andra tertawa.


Permainan mereka memang cukup lama seperti Andra sudah mempersiapkan diri untuk ini semua. Jika ia tidak memikirkan sang istri, mereka pasti akan bermain sampai pagi. Astaga, duda memang sedikit menyeramkan.

__ADS_1


"Mas" panggil Arra seraya mengangkat kepalanya.


"Hm?"


"Apa Mas Andra mencintai Arra?" tanya Arra pelan yang membuat Andra mengerutkan keningnya heran.


Andra segera membuka mata seraya menatap istrinya yang juga sedang menatapnya. "Mengapa bertanya seperti itu?" tanya Andra yang masih heran.


"Entahlah, jika boleh jujur, Arra memang sedikit ragu dengan Mas" ucap Arra pelan yang membuat Andra benar-benar terkejut.


Dengan segera Andra mendudukkan dirinya dan menatap istrinya dengan heran. "Hei, ada apa, Sayang?" tanya Andra dengan wajah paniknya.


Arra hanya diam seraya menghela nafas berat membuat Andra semakin panik dan bertanya-tanya apa yang ada dipikiran istrinya sekarang.


"Sayang, ada apa?!" tanya Andra sekali lagi dengan wajah paniknya.


"Hanya saja, Arra merasa aneh saat berada di samping Mas" ucap Arra pelan yang membuat Andra semakin panik.


"Apa Mas melakukan kesalahan?" tanya Andra yang membuat Arra menggeleng pelan.


"Lalu? Sayang, duduk dulu. Bicarakan baik-baik dengan Mas."


Arra menggeleng pelan. "Arra lelah, Mas" ucapnya seraya membalikkan badannya membelakangi Andra.


Tentu saja hal itu semakin membuat suami bucin tersebut panik terlebih ketika ia belum menemukan jawaban atas pernyataan istrinya tadi. Ia bahkan tidak tau apa kesalahan yang diperbuatnya sehingga Arra mengutamakan perasaannya seperti itu.


"Sayang, ayolah jangan seperti ini" ucap Andra pelan.


Tanpa ia sadari bahwa Arra sudah sangat lelah untuk menahan tawa. Entah kenapa, akhir-akhir ini ia selalu menggoda Andra karena Andra selalu panik dan khawatir ketika ia melontarkan kalimat yang aneh-aneh sehingga sang suami menjadi takut sendiri.


Arra hanya jahil, entah kejahilannya didapat dari siapa. Mungkin karena ia terlalu sering bergaul dengan Andre.


Saat sedang berusaha menahan tawanya, Arra merasakan bahwa bahunya dipegang pelan oleh sang suami.


"Sayang?" panggil Andra pelan.


Setelah menghela nafas berat, Arra membalikkan badannya hingga membuat Andra segera memeluknya. Tentu saja, ia tidak akan melewatkan kesempatan ini.


"Ada apa? Apa Mas melakukan kesalahan? Ayo, bicarakan baik-baik sekarang, Sayang" ucap Andra pelan.


Arra menghela nafas sebelum membuka suara. "Bukan hanya sekali atau dua kali, Mas. Tapi berkali-kali Arra merasa aneh ketika berhadapan dengan Mas."


"Aneh bagaimana, Sayang?"


"Jantung Arra berdebar."


"Astaga."


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2