Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Keputusan


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Sebelum Andra Mendatangi Rumah Ketua


Saat itu, Andra baru saja menutup panggilan dengan Zero dan Leo yang tiba-tiba masuk ke ruangannya tanpa mengetuk.


“Maaf, Pak”


“Apa hal penting?”


“Andre baru saja tiba di rumah Ketua dengan membawa Zero”


“Apa yang anak itu lakukan?” gumam Andra lalu berlari untuk mengikuti Adik dan anaknya.


*****


Andre sepanjang jalan hanya diam tanpa tau harus melakukan apa. Sungguh, ia tidak tau jika dirinya dan Andra mempunyai Ibu yang berbeda. Kemana saja ia selama 18 tahun ini? Kenapa ia baru tau sekarang? Pantas saja Andra tak pernah memanggilnya dengan sebutan Mama, selalu Nyonya Besar.


“Maaf”. Andra memulai pembicaraan di dalam mobil.


“Kak, ap—”


Andra mengangguk pelan. “Maaf karena harus menutupinya darimu.”


Saat ini pikiran Andre benar-benar kacau. Ia bukannya merasa dibohongi, bukan, hanya saja ia terlalu malu bersama Andra sekarang karena ternyata ia hanyalah saudara satu Ayah.


“Kenapa?! Kenapa Kak Andra selalu diam dan tersenyum ketika aku marah jika Kak Andra memanggilnya Nyonya Besar?! Kenapa Kak Andra selalu membela ku jika Ibu ku sendiri yang merebut posisi Ibu kandung Kak Andra?! Kenapa Kak Andra selalu baik padaku padahal aku anak dari orang yang merebut Ayah Kak Andra?! Kenapa Kak kenapa?!”


Plak


Andra memukul pelan lengan sang Adik ketika Andre memberikan pertanyaan beruntun kepadanya. “Kau itu Adikku, bagaimana bisa aku jahat terhadapmu?”


“T-tapi Mama merebut posisi Ibu kandung Kak Andra..”


“Sudahlah, semuanya sudah menjadi masa lalu. Jangan terlalu dipikirkan.”

__ADS_1


“Kak, sungguh aku terlalu malu berhadapan dengan Kak Andra sekarang. Aku hanya anak dari perusak rumah tangga keluarga Kak Andra. Ak—”


“Andre, kau tidak bersalah. Darah yang sama mengalir pada tubuh kita jadi berhenti mengatakan yang tidak-tidak. Aku akan selalu membela mu karena kau Adik ku.”


“18 tahun aku hidup tanpa tau kebenarannya. Bagaimana aku bisa sebodoh ini?”


“Bukan kau yang bodoh, tapi memang Ketua menutup rapat dari semuanya. Kau tau, dulu aku tidak pernah menyukaimu ketika kau lahir. Namun, saat kau berumur 6 bulan, mereka membiarkanmu untuk tidur dikamarku dengan posisi ku yang sedang mandi. Saat menatap matamu, aku merasakan kedamaian lalu aku berusaha untuk menerima mu dan ternyata saat kau sudah besar, sifat kita sama”. Andra terkekeh ketika mengingat masa lalu.


“Kak, sungguh aku meminta maaf at—”


“Bersikap seperti biasa. Jika kau menghindar, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan pada Nyonya Besar”


Andre hanya diam tanpa tau harus mengatakan apalagi sekarang.


*****


Setelah berpikir beberapa hari, akhirnya hari ini Arra memutuskan untuk mendatangi Andra di kantornya. Tentu saja ia tak akan berani berdiri disini sebelum memikirkan semuanya dan memantapkan hatinya.


Arra berjalan masuk ke Dirgantara Group dengan perasaan yang takut, ia takut jika semuanya tak sesuai dengan ekspektasi yang ia pikirkan beberapa hari ini. Saat sedang kalut dengan pikirannya, Arra tidak menyadari bahwa ia bertemu dengan Leo, asisten Andra yang baru saja kembali dari luar.


“Arra?” panggil Leo yang membuat lamunan Arra buyar seketika.


Arra segera menoleh dan tersenyum canggung. “Ah, Kak Leo”


“Aku ingin bertemu Pak Andra. Apa aku boleh minta tolong Kak Leo untuk mengantarkan ku?”


“Ra, semuanya baik-baik saja, kan?” tanya Leo khawatir ketika Arra memanggil boss nya dengan panggilan Pak bukan Mas.


Arra tersenyum tipis seraya mengangguk pelan.


Akhirnya Leo membawa Arra menuju lift khusus Presdir yang akan membawanya ke lantai paling atas dimana ruangan sang Presdir perusahaan tersebut berada.


Beberapa saat kemudian, lift pun terhenti dan terbuka membuat langkah kaki Arra semakin mendekat dengan ruangan Andra.


Tuhan, semoga ini keputusan yang tepat.-Arra.


Tok tok tok


Leo mengetuk dengan sopan karena menurut jadwalnya hari ini Andra bertemu dengan salah satu rekan kerjanya untuk membahas kerja sama yang akan dilaksanakan bersama.


“Masuk”. Terdengar suara berat Andra dari speaker yang ada di sebelah pintu membuat jantung Arra semakin berdebar kencang.

__ADS_1


Tak lama Leo pun membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan diikuti oleh Arra yang berjalan seraya menunduk.


“Selamat siang, Pak Andra” ucap Leo sopan.


“Ada apa, O?” tanya Andra yang tidak melihat kedatangan Arra karena ia sedang menunduk untuk memeriksa beberapa berkas yang ada di atas meja nya.


“Selamat siang, Pak Andra”


“Arra?!” panggil Andra terkejut ketika ia mendengar suara kekasih yang sudah lama tak ia lihat.


“Sayang, kau kemana sa—”


Ucapan Andra terpotong ketika ia melihat Arra melepaskan cincin yang ia sematkan saat melamar gadisnya malam itu.


“Sayang, ad—”


“Saya mohon maaf, sepertinya tidak bisa melanjutkan hubungan ini.”


Deg.


Baik Andra maupun Leo benar-benar terkejut mendengar kalimat yang keluar dari mulut Arra.


“Sayang?!”


“Ra?!”


Arra mengeluarkan ponsel yang diberikan Andra dan sebuah atm dari dalam tas yang ia bawa. “Saya ingin mengembalikan semua yang sudah Pak Andra berikan. Dalam atm ini mungkin hanya ada beberapa dan mungkin tidak sampai separuh dari uang yang sudah Bapak keluarkan ketika memulai hubungan dengan saya. Tapi, tidak perlu khawatir karena saya akan membayar semuanya namun tolong berikan waktu untuk saya agar bisa mencari uang.”


“Sayang, bercanda mu sungguh menakutkan.”


“Terima kasih untuk semuanya, Pak. Saya senang bisa mengenal Pak Andra. Terima kasih dan mohon maaf, saya permisi.”


Karena tak ingin Andra atau pun Leo mengejarnya, dengan cepat Arra berlari menuju tangga darurat agar tak ada satu pun orang bisa menemukannya.


Sungguh, Arra merasa sangat sesak namun ia masih bisa menahan dirinya untuk menyelesaikan semua ucapannya sebelum ia pergi dari ruangan Andra. Setelah berlari lumayan lama, Arra berhenti dengan nafas yang hampir habis, membuatnya dengan sekuat tenaga berusaha untuk mengambil obat yang sudah ia sediakan dalam tasnya.


Rasanya sungguh sakit..-Arra.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2