Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Mereka Siapa?


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađŸ„°đŸ˜...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading GuysđŸ„°đŸ˜˜!!!!


*****


Arra yang sedang menghangatkan makanan tiba-tiba terkejut merasakan tangan kekar yang memeluknya dari belakang.


“Astaga, Mas” ucap Arra yang membuat Andra tertawa.


Andra segera menjatuhkan dagunya di bahu calon istri dan memeluknya erat. “Mau peluk” ucap Andra yang membuat Arra tertawa seketika.


“Ada apa? Tumben sekali minta peluk terus” ucap Arra disela-sela gelak tawanya.


“Karena kalau Zero sudah ada, Mas nggak bisa bebas peluk-peluk” ucap Andra terkekeh pelan.


Tentu saja pelukan erat itu membuat ruang gerak Arra semakin kecil hingga dirinya menjadi susah untuk bekerja. “Mas, bentar dulu”


“Nggak mau” rengek Andra dengan manja nya.


“Nanti bisa gosong makanannya, biar Mas cepat makan juga” ucap Arra yang membuat Andra menggeleng berkali-kali.


Ah, Arra lupa jika sedang berhadapan dengan duda yang keras kepala.


“Sayang, kembali duduk atau Arra nggak ngomong sama sekali?”


Benar-benar keajaiban subuh ini ketika Arra memanggilnya Sayang membuat Andra salah tingkah sendiri.


Andra segera melepaskan pelukannya lalu membalikkan tubuh calon istrinya. “Apa?! Ulangi lagi” ucap Andra yang sedang tersenyum sendiri.


Tentu saja hal itu membuat Arra tertawa sekaligus malu karena ia juga salah tingkah ketika memanggil Andra dengan sebutan tersebut.


“Kembali duduk atau Arra nggak ngomong sama sekali?”


“Nggak, bukan itu Sayang” ucap Andra menghela nafas.


Arra terkekeh. “Lalu?”


“Sebelum itu”


“Oh, nanti bisa gosong makanannya?” tanya Arra dengan iseng padahal ia tau apa yang calon suami nya maksud.


“Sayangggg” rengek Andra yang membuat Arra tertawa seketika hingga gelak tawa Arra memenuhi dapur.


“Iya, Sayang?” ucap Arra tersenyum.


Andra benar-benar terkejut bahkan tak sadar matanya melotot karena benar-benar tidak menyangka panggilan itu kembali ia dengar.


“Apa?! Mas nggak dengar, bisa ulangi lagi?” tanya Andra yang sudah salah tingkah.

__ADS_1


Arra tertawa. “Sayang, bisa kembali duduk? Makanan nya hampir selesai”


Cup.


“Tentu, Sayangku” ucap Andra setelah mencium pipi calon istrinya lalu berlari kecil menuju meja makan membuat Arra menggeleng kepalanya melihat kelakuan duda beranak satu itu.


Tak lama kemudian, Arra pun kembali ke meja makan dengan membawa makanan yang sudah siap dimakan dengan Andra yang sudah menunggunya seraya tersenyum sendiri sejak tadi.


“Mas sakit?” tanya Arra mengerutkan keningnya heran.


“Sayang, bisa kembali duduk? Makanan nya hampir selesai” ucap Andra yang mengulangi ucapan Arra tadi membuat calon istrinya tertawa.


“Apa?” tanya Arra tertawa.


“Ayo panggil Sayang lagi”


“Makan dulu nanti dingin”


“Panggil Sayang dulu”


“Makan, Mas”


“Panggil Sayang”


“Astaga duda.”


*****


Sebenarnya, Andra bersikeras untuk melarang Arra pergi bekerja dan memintanya untuk tetap dirumah namun Arra selalu mempunyai alasan agar Andra bisa menyetujui apapun keputusannya. Tentu saja dengan beberapa ancaman seperti tidak ingin berbicara, tidak ingin bertemu, dan yang lainnya membuat Andra si duda bucin itu harus menyetujui semuanya dengan berat hati.


Hari ini, setelah pulang dari restoran Arra berhenti di panti asuhan Ibu Rina karena sudah cukup lama ia tak pernah berkunjung lagi. Untung saja Ibu Rina ada di panti asuhan sehingga kunjungan Arra kali ini tidak sia-sia.


“Selamat malam, Ibu” ucap Arra tersenyum tipis.


Ibu Rina pun segera membalas salamnya. “Selamat malam, Nak. Ada apa kemari malam-malam?”


“Ah, Arra baru saja pulang dari restoran Ko Delon ingin berkunjung selagi ada di daerah sekitar sini. Ibu, bagaimana kabarnya?”


“Kabar Ibu baik, Arra sendiri bagaimana?”


“Kabar Arra juga baik, Bu. Bagaimana keadaan panti asuhan selama ini?”


“Syukurlah semuanya berjalan dengan baik, Nak.”


“Oh iya, Arra membawa berita baik” ucap Arra tersenyum.


“Apa itu?” tanya Ibu Rina tidak sabaran.


“Arra ingin menikah”


“Astaga, benarkah? Dengan siapa, Nak? Kapan-kapan kenalkan pada Ibu” ucap Ibu Rina yang ikut berbahagia.

__ADS_1


Arra tersenyum seraya membayangkan wajah calon suaminya. “Apa Ibu kenal dengan Presdir Dirgantara Group? Arra hendak menikah dengannya” ucap Arra seraya menatap Ibu Rina.


Deg.


Raut wajah terkejut Ibu Rina sempat terlihat oleh Arra.


“Ibu, ada apa?” tanya Arra khawatir.


“Jangan.. jangan berhubungan dengan perusahaan itu.”


Tentu saja hal itu membuat Arra semakin bingung. “Ibu, apa maksudnya? Arra tidak mengerti” ucap Arra mengerutkan keningnya heran.


“Nak, tolong putuskan hubunganmu dengan siapapun yang mempunyai hubungan dengan perusahaan itu” ucap Ibu Rina seraya menggenggam tangan Arra dengan erat.


Arra semakin tidak mengerti dengan apa yang Ibu Rina ucapkan karena ia belum menjelaskan alasan apa yang membuatnya melarang Arra berhubungan dengan Andra.


“Ibu akan memberi tahu sesuatu, sebelumnya Ibu ingin meminta maaf untuk semuanya.”


Setelah mengucapkan itu, Ibu Rina pergi ke kamarnya membuat Arra hanya bisa diam namun terus menatap kepergiannya. Tak lama kemudian, Ibu Rina membawa sebuah kardus lalu memberikannya kepada Arra.


“Apa ini, Bu?” tanya Arra heran.


“Buka lah.”


Arra pun membuka kardus itu dan ia benar-benar terkejut ketika melihat ada foto keluarganya dalam kardus tersebut. “I-ini?”


Arra tak bisa berkata-kata hanya bisa diam seraya menatap foto keluarganya dengan air mata yang sudah mengalir membasahi wajah cantiknya.


“Sebenarnya, kau sejak kecil sudah menjadi bagian dari panti asuhan ini, Nak. Ibu mengenal baik Ayah dan Ibu serta adik-adikmu. Ibu mu adalah teman dekat Ibu sejak lama.”


“B-bagaimana bisa? Mengapa Arra bisa tinggal di panti asuhan Ibu Dian?”


“Setelah kau bersekolah, Ibu meminta tolong Ibu Dian untuk mengurus mu karena hanya di dekat panti asuhan milik Ibu Dian lah ada sekolah yang cukup dekat. Jika kau tetap disini, Ibu tidak tau harus menyekolahkanmu dimana dengan jarak yang cukup jauh.”


Ibu Rina memberi penjelasan kepada Arra sehingga gadis itu bisa mengerti namun yang menjadi pertanyaan besarnya adalah apa hubungan semuanya dengan Presdir Dirgantara Group?


“Lalu, apa hubungan semuanya ini dengan Mas Andra atau perusahaan Dirgantara?”


Ibu Rina menghela nafas berat sebelum kembali membuka suara. “Nak.. tolong menjauh dari perusahaan itu.”


“Ibu pasti mempunyai alasan yang tepat” ucap Arra yang tak melepas pandangannya dari Ibu Rina.


“Mereka.. mereka yang membuat kau harus berakhir disini.”


Deg.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2