Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Will You Marry Me?


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


“Astaga”. Arra menutup mulutnya dengan tangan, ia menatap pemandangan didepannya dengan sangat takjub.


“Apa kau menyukainya?” tanya Andra seraya mencium punggung tangan Arra


Arra terdiam sejenak lalu menatap Andra dengan lekat. “Mas, bagaimana bisa Mas mengetahui tempat seperti ini? Sungguh, ini sangat indah sekali. Terima kasih sudah mengajak Arra kemari”


Arra kembali mengedarkan pandangannya ke depan karena pemandangan malam di taman itu sungguh memikatnya. Benar-benar sempurna ditambah kembang api yang tiba-tiba memancar membuat pemandangan malam itu terlihat sangat sempurna


“Astaga”. Arra terkejut karena melihat kembang api yang tiba-tiba memancar hingga membuatnya berbalik


“Mas?!”. Arra mundur selangkah menatap Andra dengan heran karena sang kekasih sedang berjongkok dihadapannya dengan cincin ditangannya


“Hei, mendekat lah” ucap Andra terkekeh pelan melihat kekasihnya takut. Arra maju satu langkah dengan masih menatap Andra lekat


“Mas, berdirilah. Jangan seperti ini”. Arra benar-benar tidak enak melihat Andra yang berjongkok dihadapannya


“Sayang, Mas sudah menunggu saat ini untuk waktu yang sangat lama, mempertimbangkan segala sesuatu, berkali-kali meminta petunjuk kepada Tuhan untuk semua hal hingga lagi-lagi jawabannya tetap sama, yaitu kau. Hingga Mas dengan berani berjongkok dihadapan mu seperti ini untuk kembali memikat mu tanpa paksaan seperti sebelumnya”. Andra terkekeh pelan sebelum melanjutkan ucapannya


“Kata orang, cinta itu bisa membuatmu sulit, namun Mas merasa nggak masalah tentang kesulitan apapun asalkan Mas bisa bersama denganmu. Kau alasan Mas kembali menjadi diri Mas sendiri, kau alasan Mas bisa kembali merasakan jantung yang berdebar, kau alasan Mas bisa tersenyum lagi, dan kau alasan Mas berani melangkah jauh.”


Ada jeda sebentar sebelum Andra kembali melanjutkan ucapannya, sedangkan Arra hanya diam tanpa berani menjawab apa-apa namun air mata sudah menjadi jawaban bagaimana rasa harunya menatap Andra saat ini


“Mas berkali-kali ah bukan setiap detiknya selalu mencintai orang yang sama, dan itu kau. So, will you marry me, Arrabelle?”


Tiba-tiba lampu taman menyala diikuti oleh kembang api yang kembali memancar bertuliskan “Will you marry me?” menghiasi langit malam yang sangat indah.


Beberapa orang yang bersembunyi sejak tadi mulai keluar satu per satu membawa buket bunga dan balon membuat Arra benar-benar terkejut


“Kalian? Bagaimana bisa?”. Arra menatap tak percaya pada Novi, Andre, Zero, Leo, Ibu Dian, dan anak-anak panti asuhan yang berjalan mendekat


“Hei, jawab dulu kasihan kak Andra”. Ucapan Andre membuat Arra tersadar lalu kembali menatap Andra yang masih berjongkok dihadapannya bahkan tak melepaskan pandangannya dari Arra


“Mas, berdirilah”. Arra membantu Andra untuk berdiri namun Andra tetap kekeh untuk berjongkok sebelum Arra menjawab pernyataan cinta itu


“I will, Mas”


“Sayang, kau serius?!”. Seketika Andra berdiri dengan mata berbinar, memeluk Arra dengan sangat erat seraya sesekali mencium pucuk kepala sang kekasih yang benar-benar sudah akan menjadi istrinya hingga memasangkan cincin pada jari manis Arra


“Terima kasih, terima kasih Sayang”


“Cieee cieeeee”


“Selamat, Arra”


“Selamat, Nak”

__ADS_1


“Wow akan ada pesta besar”


"Congrats Kak Arra”


Semuanya berteriak untuk mengucapkan selamat kepada Andra dan Arra hingga tiba-tiba Zero berlari kearah mereka


“Mamiiii” teriak Zero minta digendong membuat Arra melepaskan pelukan Andra lalu menggendong anaknya itu


“Hei, Zero kemana saja? Kenapa sombong sekali dengan Mami?”


“Papi menyita iPad Zero” adu Zero yang membuat Arra menatap Andra seakan bertanya kenapa


“Hanya sebagian dari kejutan malam ini, Sayang”. Andra terkekeh pelan lalu membawa Arra dan Zero mendekati yang lain


“Ibu, kenapa Ibu nggak cerita ke Arra? Dan kalian berani ya berbohong ke kak Arra” ucap Arra mencubit pipi anak-anak panti


“Hehehe Kak Andra bilang jangan kasih tau Kak Arra”


“Novi?!”


“Ra, aku hanya iklan disini”


“Kau ini”


“O, sudah siap?”


“Sudah, Pak”


Setelah sampai, Arra mendudukkan diri disebelah Novi dengan Andra yang tiba-tiba duduk tepat disebelahnya membuat Zero mencubit tangan Andra karena kesal kalah cepat


“Mas, biarkan Zero disini, Arra juga kangen Zero”


“Nggak”


“Mas, anggap aja hukuman karena Mas menyita iPad Zero”


“Sayang”. Andra menampilkan wajah memelas namun Arra tidak peduli hingga membuat semua orang tertawa melihatnya


“Kak Andra itu bukan bayi” celetuk Andre yang sedang memakan makanannya


“Hei, diam saja bocah”


“Mas mau tetap duduk disini atau Arra yang pindah?”


“Mampus”


“Kau diam saja”. Andra menatap adiknya dengan kesal lalu dengan berat hati ia pindah duduk disebelah Leo karena hanya disitu kursi yang kosong


“Kenapa Kak Andra nggak bisa jauh dari Kak Arra?”. Dino membuka suara membuat Andra menoleh kearahnya


“Kalena Mami tantik”. Zero menjawab dengan sangat bersemangat membuat semua orang gemas terhadapnya


“Ra” bisik Novi pelan membuat Arra mendekat kearahnya. “Jahat sekali dirimu nggak cerita kalau kekasihmu itu Andra”

__ADS_1


“Hei, aku berniat akan menceritakannya saat mengenalkan mu padanya, tapi aku nggak tau dia tiba-tiba menyiapkan semuanya”


“Kau tau? Aku benar-benar seperti orang bodoh saat itu”


Flashback on


Saat hendak pulang dari supermarket, Novi dipanggil oleh seorang yang ia kenal yaitu Leo, asisten pribadi Andra. Saat itu Novi benar-benar takut karena dirinya tiba-tiba dipanggil oleh Leo yang dikenal sangat dingin terlebih saat Leo mengetahui namanya membuat Novi berpikir keras apa kesalahannya pada Andra atau Dirgantara Group sehingga sang asisten tiba-tiba memanggilnya


“Saya asisten pribadi Pak Andra, pemilik Dirgantara Group”


Hei, aku sudah mengenalnya.-Novi


“Pak Andra ingin meminta tolong”


Apa?!-Novi


“Maaf, Pak. Minta tolong apa ya?”


“Memberikan kejutan pada Arra”


Apa?! Aku nggak salah dengar, kan? Arra siapa? Sahabatku?-Novi


“Arra? Arra siapa ya, Pak”


“Arrabelle”


“Hah?”


“Pak Andra ingin melamar Arra”


“APA?!”. Novi berteriak histeris karena benar-benar terkejut mendengar berita itu hingga tak lama ia tak sadarkan diri


Flashback off


“Aku sungguh malu bertemu Pak Leo”


“Apa kau pingsan?” tebak Arra yang tau bagaimana reaksi Novi jika mendengar berita yang membuatnya terkejut


“Iya”


“Hahaha”


*


*


*


Halo readers, maaf banget mungkin author akhir akhir ini jarang up Arra dan Andra karena dua minggu ini jadwal padat banget apalagi tugas kuliah semakin numpuk. Tapi author tetap meluangkan waktu untuk up lagi walaupun jarang jarang. Terima kasih untuk yg selalu sabar menunggu Andra dan Arra🥰.


*


*

__ADS_1


__ADS_2