
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Beberapa bulan kemudian
Pagi ini Arra bangun dari tidurnya dan menatap wajah tampan suaminya yang masih tertidur nyenyak. Arra tersenyum tipis lalu mengelus pelan pipi Andra.
"Selamat pagi Papi" ucap Arra pelan.
Ia pun segera beranjak dari tempat tidur untuk membuka tirai jendela dan ingin segera pergi ke kamar mandi. Semakin hari, Arra merasa semakin lelah untuk sekedar berjalan mengingat perutnya sudah semakin membesar. Kadang, ia bahkan harus berhenti untuk beristirahat sejenak saat turun dari tangga menuju ke lantai satu.
Tak butuh waktu lama untuk wanita hamil itu bergegas mandi. Ia ingat bahwa hari ini mereka akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan ulang tahun Zero dan bertepatan dengan tujuh bulanan kehamilan Arra.
Ia harus bangun lebih cepat karena harus mempersiapkan semuanya seperti mendekorasi ruangan, memasak, dan membuat beberapa camilan karena Andra mengundang semua anak-anak panti asuhan.
"Loh? Sudah bangun, Nak?" ucap Ibu Rina saat melihat Arra yang turun dari tangga.
Arra tersenyum tipis. "Kalau Arra nggak bangun pasti Zero marah" ucap Arra seraya terkekeh pelan.
"Hei, ibu hamil mengapa masuk dapur?" Nyonya Besar sedikit panik melihat Arra yang ingin membantu mereka mempersiapkan semuanya.
"Arra hanya ingin membantu, Bu."
"Tidak, jangan lakukan apapun. Kau pergi saja ke depan untuk melihat pekerjaan anak-anak."
Baik Ibu Dian, Ibu Rina, Ibu Leli, maupun Nyonya Besar melarang Arra untuk membantu mereka mempersiapkan segala hal.
Sebenarnya Andra bisa saja meminta pelayan untuk menyiapkannya, namun karena ini pertama kalinya Arra turut andil dalam acara ulang tahun Zero, ia tidak ingin melewatkan kesempatan seperti ini dan jadilah sekarang ia ikut membantu walaupun tidak terlalu ekstra karena perutnya yang membesar.
Zero yang sedang meniup balon pun segera berlari saat melihat Arra berjalan mendekat. "Molning, adik" ucap Zero seraya mencium perut buncit Arra.
"Hei, pagi sekali bangunnya" ucap Arra seraya mengelus pucuk kepala sang anak.
Zero terkekeh pelan. "Zelo kan mau tiup lilin" ucapnya bersemangat.
Tak lama kemudian, semuanya pun sudah siap dengan dekorasi yang dibuat langsung oleh anak-anak panti dan Zero, makanan dan camilan yang dibuat oleh para ibu-ibu di dapur, juga kue ulang tahun yang baru saja dibawa oleh Leo.
"Ish Untel Andle mana? Lama" gerutu Zero kesal karena memang hanya Andre yang belum hadir.
__ADS_1
Leo yang mendengarnya pun tertawa. "Papi saja pasti belum bangun."
"Sebentar, Mami akan bangunkan Papi ya."
Arra pun kembali ke lantai atas untuk membangunkan sang suami yang bisa dipastikan bahwa masih tetap terlelap.
Benar kan, Andra bahkan tidak bergeming saat Arra memanggilnya. Arra duduk di tepi tempat tidur dan mengelus pucuk kepala suaminya.
"Mas, ayo bangun. Sebentar lagi Zero tiup lilin" ucap Arra membangunkan sang suami.
Bukan Andra namanya kalau tidak bermanja-manja dulu dengan istrinya. Merasakan sentuhan sang istri membuat Andra langsung memeluk perut buncit itu.
"Selamat pagi anak Papi" ucapnya lalu mencium pelan perut Arra.
"Ayo, bangun dulu setelah itu mandi. Semuanya sudah berkumpul."
Cup.
"Selamat pagi, cantiknya Mas."
Walaupun sudah lama menikah, rasanya Arra masih sangat malu ketika Andra bersikap manis padanya. Lihatlah sekarang, ia sedang berusaha menahan malu dengan memaksa Andra untuk cepat-cepat mandi.
Andra tertawa. "Andre sudah ada?" tanyanya yang membuat Arra mengangguk pelan.
"Baiklah, Mas mandi dulu."
Cup.
Andra segera berlari ke kamar mandi sebelum iatrinya kembali mengoceh sedangkan Arra juga segera beranjak menuju lemari pakaian untuk memilih pakaian sang suami.
Hari ini tema mereka adalah pakaian senada berwarna hijau tosca, warna pilihan Zero.
Arra menatap gaun yang ada dihadapannya. Gaun pemberian Andra khusus untuk merayakan ulang tahun sang anak.
"Sayang, gaun dari Papi bagus sekali ya" ucap Arra pelan seraya mengelus perutnya.
Dokter Maureen selalu mengingatkan Arra untuk mengajak anaknya berbicara karena walaupun bayi masih dalam kandungan, ia bisa mendengar suara ibunya sendiri sehingga ia bisa membedakan suara-suara.
Arra pun tak lupa untuk selalu melibatkan bayi nya ketika ia membacakan dongeng pengantar tidur kepada Zero. Hal itu yang menjadi kebiasaannya akhir-akhir ini.
Tak lama kemudian, pasangan suami istri ini pun turun ke lantai bawah dimana semua orang sudah berkumpul termasuk Mr.Eldo yang membawa beberapa anak didiknya.
"Mister, dia sangat pintar" ucap salah seorang anak didik Mr.Eldo ketika melihat Zero.
__ADS_1
Mr.Eldo selalu menceritakan tentang Zero kepada beberapa anak didiknya saat ia mengajar hingga membuat mereka penasaran bagaimana sosok bocah yang dibangga-banggakan oleh Mr.Eldo tersebut.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di rumah Andra, mereka langsung bisa menebak dengan benar yang mana Zero karena bocah itu menyambut mereka dengan sangat sopan.
"Apakah semuanya sudah siap?" Semuanya mengangguk mantap.
Acara pun dimulai dengan membuka doa memanjatkan puji dan syukur atas kehamilan Arra dan mendoakan semoga semua proses hingga persalinannya lancar. Doa yang dibawakan oleh seorang hamba Tuhan yang dipanggil Andra sekaligus untuk mendoakan Zero yang berulang tahun. Setelah doa bersama, para tetua pun bergantian mengelus perut Arra dan berdoa agar semua proses kehamilan hingga persalinan lancar.
Setelah selesai semuanya, acara pun dilanjutkan dengan tiup lilin dan potong kue. Zero benar-benar senang karena akhirnya ia bisa merasakan ulang tahun yang dirayakan dengan teman-teman dan seluruh keluarganya.
"Suapan pertama, silahkan dipilih mau diberikan untuk Mami atau Papi" ucap Andre yang juga ikut menjadi MC dalam acara itu.
Zero berjalan mendekati Arra dan menyuapinya. "Terima kasih, Sayang. Selamat ulang tahun ya, anak Mami."
Arra mencium kedua pipi Zero setelah mengucapkan selamat ulang tahun kepada sang anak.
Begitu pun seterusnya Zero menyuapi semua kelaurganya termasuk semua orang yang hadir. Katanya agar semua bisa mencicipi kue ulang tahunnya. Ah, anak itu benar-benar pintar.
Sampai lah pada acara terakhir dimana semua orang memberikan hadiah kepada Zero yang membuat bocah itu sangat senang karena kebanjiran hadiah.
"Maaf ya kalau hadiah dari Mami kecil" ucap Arra saat memberikan sebuah kotak kecil kepada Zero.
"No, Zelo cudah cenang dibelikan hadiah oleh Mami" ucap Zero senang.
Ketua dan Nyonya Besar berjalan mendekati Zero untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada bocah itu. Ketua mengeluarkan sebuah kunci dan memberikannya kepada Zero. Sedangkan Nyonya Besar memberikan sebuah lembaran kepada Zero.
Kalian tau apa? Ketua memberikan rumah untuk cucunya sedangkan Nyonya Besar memberikan seluruh sahamnya di perusahaan.
"Mas, apa orang kaya memang seperti itu menghabiskan uang?" bisik Arra pelan.
Andra hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan sang istri. Arra tidak tau saja Andra sudah mempersiapkan sesuatu yang tentu akan mengundang omelan dan ocehannya.
Tak lama kemudian, Le mengabari bahwa pesanan Andra sudah sampai di halaman rumah utama membuat semua orang pun keluar karena penasaran hadiah apa yang Andra berikan kepada sang anak.
"Mas?!"
Andra membelikan mobil. Tidak hanya satu, melainkan empat buah mobil yang sudah terparkir rapi di halaman.
*
*
*
__ADS_1