Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Jangan Makan Mie


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Jantung Arra berdebar."


"Astaga, Sayang. Kau ini" ucap Andra yang sedang menahan emosi sedangkan sang istri sudah tertawa dengan senangnya.


"Serius, Mas. Jantung Arra berdebar setiap menatap pria tampan ini. Astaga, Arra harus menjaga baik-baik, jika tidak akan ada banyak perangkap di luar sana yang bisa membuat Mas terjebak" ucap Arra dengan wajah seriusnya membuat Andra tertawa.


"Ceh, kau ini bisa saja" ucap Andra disela-sela gelak tawanya.


Perlu dicatat juga bahwa akhir-akhir ini Arra selalu suka menggoda Andra dengan membuat sang suami malu seperti memuji ketampanan dan tubuhnya yang sempurna. Ia seolah sedang membalas dendam, karena Andra juga suka menggoda dan membuat wajahnya memerah karena malu.


******


Pagi ini seluruh keluarga besar sudah berkumpul bersama di restoran hotel untuk sarapan bersama sebelum kembali ke tempat mereka masing-masing termasuk kedua pasangan baru yang juga sudah ikut berkumpul bersama.


Sebenarnya, saat Andra dan Arra turun dan berjalan mendekat, baik Delon maupun Om Deddy juga Novi, Kelly, Andre, dan Leo menatap mereka dengan tatapan yang sama. Apalagi ketika melihat Arra yang berjalan dengan sangat hati-hati membuat semua orang tau apa yang terjadi malam kemarin.


Untung saja ketika Andre menyinggung topik tentang adik, Zero tidak pernah lagi bertanya tentang Mami dan Papi nya walaupun hal itu cukup membuat Andre sedikit stress.


Bagaimana tidak? Ada banyak sekali pertanyaan di luar akal sehat Andre yang keluar dari mulut bocah itu sehingga ia harus beberapa kali mengelus dada untuk bersabar menghadapi keponakannya.


Flashback on


"Untel, Zelo kemalen mam mie, apa adik akan tumbuh di pelut Zelo?" tanya bocah itu yang membuat Andre mengerutkan keningnya heran.


"Apa hubungannya?"


"Ish Untel da tau? Mie kan telbuat dali tepung. Jannan-jannan ada adik di pelut Zelo" ucapnya histeris.


Andre hanya bisa menggeleng pelan karena ia sungguh tidak mengerti bagaimana cara kerja otak keponakannya yang masih sangat kecil tersebut.


Flashback off.

__ADS_1


"Kakek!" teriak Zero yang membuat semua orang terkejut termasuk Ketua yang hendak meminum kopinya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Arra seraya menatap Zero dengan heran.


Saat ini memang Zero sudah kembali mengambil alih Arra dari Papi nya.


"Kakek, jannan mam mie, nanti tumbuh adik di pelut Kakek" ucap Zero yang membuat semuanya mengerutkan kening karena tidak mengerti apa yang dikatakan oleh bocah itu sedangkan Andre yang tau apa yang akan terjadi pun segera berdehem pelan.


"Apa kau mengajarinya yang aneh-aneh lagi?" tanya Andra ketika melihat gerak-gerik aneh dari sang adik.


"Mengapa Kakek tidak bisa memakan mie?"


Sebelum Andre membuka suara untuk menjawab pertanyaan Andra, Ketua sudah mengeluarkan suaranya.


"Kalena mie telbuat dali tepung. Kata Untel, jika kita mam tepung pasti akan tumbuh adik di pelut cepelti Mami dan Papi kemalen malam."


Dan, benar saja. Semua orang langsung menatap Andre seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup. Andre yang menjadi pusat perhatian pun hanya bisa terkekeh pelan seraya menggaruk tengkuknya.


"Apa yang kau ajarkan padanya?" ketus Andra dengan kesalnya.


Andre berdehem pelan sebelum membuka suara. "Dia bertanya apa yang Kak Andra lakukan bersama Arra malam kemarin dan aku mengatakan bahwa kalian sedang membuat adik, lalu Zero bertanya bagaimana cara membuatnya dan ku jawab saja membuatnya dengan tepung" jawab Andre menjelaskan dengan santai.


Delon yang mendengarnya pun ikut membuka suara. "Lalu, mie?"


Tentu saja penjelasan Zero mengundang gelak tawa semua orang yang ada disana sedangkan Andra hanya menggeleng pelan karena tidak mengerti dengan jalan pikiran sang adik.


Jika dipikir-pikir, mereka terlihat sangat cocok seperti Andra yang tidak mengerti jalan pikiran adiknya sedangkan adiknya tidak mengerti jalan pikiran anaknya sendiri. Hahaha.


"Mami, apa adik cudah tumbuh?" tanya Zero seraya menatap Arra sedangkan yang ditatap hanya diam seraya menunduk malu dan bisa dipastikan bahwa wajahnya sudah memerah.


"Hei, tidak semudah itu. Papi Zero akan membuat kue yang banyak untuk Mami agar adik cepat tumbuh" celetuk Delon tiba-tiba dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan Zero.


Plak


Mendengar ucapan sang anak, Om Deddy memukul pelan kepalanya karena mengajari Zero hal yang aneh-aneh.


"Lalu, apa adik akan kelual banyak campai cepuluh?" tanya Zero bersemangat.


Hei, kau ingin membuat Mami mu menderita? Sepuluh? Terlalu banyak.-Andra.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, adik akan keluar satu-satu" jawab Delon dengan santainya.


Zero mendengus kesal. "Ish, adik cangat libet."


"Astaga, anak Arra sangat pintar" bisik Novi kepada Kelly.


Kelly yang mendengarnya pun ikut membuka suara. "Pintar membuat Mami nya malu" ucap Kelly yang membuat keduanya terkekeh pelan.


*****


Disebuah bar yang cukup terkenal, disaat jam sudah menunjukkan bahwa malam itu sudah sangat larut. Disinilah seorang wanita berada, meminum minuman keras yang sudah hampir lima botol membuatnya sudah sangat mabuk.


Wanita itu adalah Tania yang sudah berjam-jam duduk di ruang VIP dengan meminum banyak minuman keras sehingga membuatnya mabuk berat dan mulai meracau bahkan berteriak. Untung saja ia memesan ruang tersendiri sehingga teriakannya tidak terdengar dan tidak mengganggu pelanggan lain.


"Sial, bagaimana bisa Andra menikah lagi?" ucap Tania dengan nafas memburu.


Sebenarnya, bukan tanpa alasan ia mengetahui fakta pernikahan Andra. Saat itu ia sedang melewati hotel dimana tempat terlaksananya pernikahan kudus tersebut. Ada begitu banyak poster wajah pengantin yang terlihat sehingga membuatnya tak bisa menahan emosi ketika melihat raut wajah bahagia Andra di foto itu.


"Aku tidak akan membiarkannya bahagia. Jika aku tidak bisa memiliki Andra dan kekayaannya, siapapun juga tidak akan kubiarkan untuk memilikinya."


*****


"Mas, kita berhenti di panti asuhan dulu ya. Arra mau mengambil beberapa barang" ucap Arra ketika keduanya hendak pergi meninggalkan hotel.


"Barang-barang mu sudah ada di rumah" jawab Andra tersenyum tipis.


"Loh? Kok bisa, Mas?" tanya Arra terkejut.


Andra terkekeh pelan seraya mengelus pucuk kepala sang istri. "Panti asuhan sedang di renovasi karena akan memperluas gedung dan semuanya akan tinggal sementara di sini sampai semuanya selesai. Sebelum itu, Mas sudah mengambil barang-barang mu."


Arra benar-benar terkejut karena ia tidak tau bahwa Andra sungguh akan menyatukan panti asuhan milik Ibu Rina dan Ibu Dian. Sepertinya Arra lupa bahwa suaminya bisa melakukan apapun, tentu saja dengan bantuan Leo.


"Mas? Apa nggak terlalu berlebihan dengan menyatukan kedua panti asuhan? Bukan Arra menolak kebaikan Mas, namun itu semua membutuhkan banyak biaya, bukan?" tanya Arra pelan.


Arra sebenarnya tidak enak karena Andra sudah terlalu banyak mengeluarkan biaya untuknya dan anak-anak yang ada di panti asuhan.


"Kau habiskan saja waktu mu untuk Mas, dan biar Mas yang akan menghabiskan uang untuk mu."


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2