
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Hari ini adalah hari minggu pagi dimana Arra dan Novi sudah janjian untuk jalan bersama di taman yang berada tak jauh dari panti asuhan. Sebelumnya Arra sudah bercerita jika calon suaminya masih belum bisa ikut untuk bertemu Novi, namun gadis itu tetap bersemangat karena akan berkenalan dengan keponakannya. Ya, Zero akan ikut dalam kegiatan jalan-jalan ini
“Mami..Mami”
“Ya, Sayang?”
“Apa Onty nna cantik cepelti Mami?”
“Hahaha apa jika Aunty nya cantik, anak Mami akan menyukainya?” goda Arra yang membuat Zero malu
“Hei, kenapa bersembunyi? Hahaha, anak siapa ini?”
“Andla Dilgantala” ucap Zero bersemangat
“Ah pantas saja Zero seperti Papi yang menyukai wanita cantik”
“No, Papi da cuka olang lain. Papi cuka Mami”
ucap Zero dengan polosnya membuat Arra sedikit salah tingkah
“Zero berbohong ya?”
“Da, Papi pelnah bicala dennan Zelo kata Papi, Papi cuka Mami telus cetiap hali campai lagi bekelja aja Papi celalu memikilkan Mami” ucap Zero lalu mengedipkan matanya
Astaga, dia benar-benar Andra junior.-Arra
“Bagaimana ya? Sepertinya Mami kurang percaya”
“Mami..Mami itu halus pelcaya Zelo kalena Zelo da bohong”
“Arra”
Saat hendak menjawab ucapan sang anak, tiba-tiba ada suara yang memanggil Arra dari jauh yang bisa ditebak bahwa itu adalah suara milik Novi, sahabatnya
“Maaf menunggu lama, aku baru saja pulang lagi kerumah karena melupakan ponselku. Aku takut jika kau meneleponku dan aku nggak bisa angkat telpon nya”
“Aku juga baru aja sampai disini”
“Ini anakmu?”
“Ah, iya. Sayang, perkenalkan diri dulu ke Aunty”
“Hayyiee Onty, namaku Zelo Dilgantala. Aku anak nna Papi Andla Dilgantala dan Mami Alla”
“Astaga, dia lucu sekali haha belum terlalu bisa menyebut huruf R ya?”
“Iya, Vi. Dia masih belum bisa menguasai bahasa”
“Hai Zero, nama aku Novi. Kau bisa memanggilku Aunty Vivi”
“Onty Vivi?”
“Pintar sekali”
“Iya dong kan Zelo anak Mami”
“Saat dia perkenalan tadi, aku sedikit kurang mengerti dengan ucapannya tapi yang ku tau namanya Zero”
“Zelo Dilgantala” ucap Zero tiba-tiba
“Dirgantara?”
Mati aku.-Arra
“Ra, apa dia--“
“Vi, karena kita sudah disini bagaimana jika kita mencari makan? Aku benar-benar merindukan makanan dari para pedagang kaki lima yang ada di taman ini” ucap Arra bersemangat
“Hei, kau gila? Kau akan memberikan anakmu makanan kaki lima? Bagaimana jika ayah nya marah? Kulihat-lihat anak ini sepertinya anak orang kaya” ucap Novi seraya menatap Arra dengan kesal
__ADS_1
“Tenang, dia nggak akan marah”
Pikiran Arra kembali pada beberapa saat yang lalu dimana saat itu Zero tiba-tiba cerewet dan susah untuk dibujuk sehingga Arra berinisiatif untuk mengajaknya berjalan-jalan disekitar panti asuhan. Namun, tiba-tiba Zero menarik tangan Arra untuk berjalan mendekati taman dan membelikan beberapa makanan kaki lima.
Arra sebenarnya sangat takut memberikan makanan seperti ini pada Zero yang pastinya tidak pernah makan makanan yang ada dipinggir jalan. Namun, Zero bersikeras untuk membeli makanan-makanan itu sehingga Arra harus melapor dulu kepada Andra dan tentu saja tidak langsung di acc oleh sang Papi. Bahkan ia langsung menjalankan mobilnya menuju lokasi Arra untuk melihat langsung apakah tempatnya higenis dan bersih.
“Kau yakin?”
“Zero sudah pernah makan disini”
“Apa?! Benarkah?”
“Iya, dia yang meminta untuk makan disini”
“Apa ayahnya nggak marah?”
“Awalnya sih dia sedikit cerewet bahkan langsung kemari saat aku meminta izin”
“Memangnya saat itu dia dimana?”
“Sedang bekerja”
“Wow. Dia pasti ayah yang baik” ucap Novi yang membuat Arra tersenyum tipis
“Ciapa?”
Tiba-tiba Zero ikut nimbrung
“Ayah Zero”
“Da, Papi da baik. Zelo yang baik”
“Hahaha..Dia benar-benar menggemaskan”
Tiba-tiba ponsel Arra berdering menandakan sebuah panggilan masuk
“Aku angkat sebentar ya, Vi”
“Baiklah”
“Halo?”
“Aku sedang di taman. Ada apa?”
“Wow, enak sekali hidupmu tanpa memikirkan aku yang benar-benar bosan dirumah”
“Siapa suruh kau berdiam diri dirumah saat akhir pekan seperti ini?”
“Kak Andra. Katanya aku harus tetap dirumah dan jangan pergi ke panti”
“Kenapa?”
“Astaga, lemot. Dia posesif denganmu”
“Jangan menyebutku lemot”
“Aku akan kesana”
“Bukannya kau dilarang kemari?”
“Anggap saja kau yang mengajakku hahaha”
“Benar-benar aneh”
“Ayo praktekkan”
“Mempraktekkan apa?” tanya Arra bingung
“Pura-pura memintaku kesana”
“Apa kau memiliki gangguan kejiwaan?”
“Hei, kau harus sopan dengan saudara ipar mu ini”
“Akan kupikirkan”
Dengan cepat Arra memutuskan panggilan sepihak agar Andre tidak begitu cerewet lagi
__ADS_1
“Siapa, Ra?”
“Adik Papi nya Zero”
“Wow, kau bahkan sudah sangat akrab dengan adiknya”
“Kita berteman sebelum aku bersama Papi Zero”
“Ini benar-benar hebat. Sahabatku sudah banyak berubah ya”
“Untel mau kecini?”
“Iya, Sayang”
Mereka pun melanjutkan kegiatan jalan-jalan menuju pedagang kaki lima
“Ra, apa Kelly sudah tau?”
“Hei, nanti saja setelah dia kemari. Aku bisa stress jika harus menceritakan kepadanya melalui ponsel”
“Hahaha anak itu akan selalu bertanya hal yang sama berpuluh-puluh kali”
“Aku jadi merindukannya”
“Sabarlah, mungkin beberapa minggu sebelum acara pernikahanmu dia akan kemari”
“Novi, kau sejak tadi membahas tentang pernikahan”
“Hahaha aku benar-benar antusias”
“Vi, apa Kelly akan memarahiku?”
“Mungkin dia akan membunuh calon suami mu”
Keduanya tertawa.
*****
“Mau beli apa lagi, Sayang?”
“Zelo mau mam ikim cama mimi cucu”
“No, ice cream untuk siang atau sore saja ya?”
“Tapi Zelo mau mam ikim, Mami”
“Ini masih pagi, ganteng. Nanti Zero bisa sakit perut kalau makan ice cream pagi-pagi”
“Huh”
“Sayang, masa Zero nggak mau dengerin Mami bicara? Nanti ya, nanti siang setelah makan anak Mami boleh makan ice cream 2”
“Celiyus??”
“Iya, Sayang”
“Hore, mam ikim banyak”
“Ra, kau sepertinya sudah cocok menjadi seorang ibu”
“Aku sudah menjadi seorang ibu sejak lama”
“Bukan, bukan saat menjaga anak-anak lain di panti. Tapi aura keibuan mu sungguh terlihat saat kau berusaha memberikan pengertian kepada Zero”
“Aku hanya mengajarkan apa yang baik saja”
“Aku bangga padamu. Di umur yang masih muda, kau bisa bertindak lebih dari pemikiran seumuran mu. Bisa dikatakan bahwa kau dewasa sebelum umur. Aku juga bangga karena kau akan segera mendapatkan keluarga kecil yang benar-benar mencintaimu dengan tulus. Aku yakin calon suami mu pasti akan menyayangimu selalu”
“Hei, kau terlalu memujiku, Vi”
“Kau ternyata masih Arra yang kukenal, yang akan marah ketika dipuji”
Ucapan Novi sukses membuat keduanya tertawa, bahkan Zero yang belum mengerti apa-apa pun hanya bisa ikut tertawa.
*
*
__ADS_1
*