Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Zero Sakit


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yaa😘!!!


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_ 😘


Author sayang Readers🥰!!!


Happy Reading!!!


*****


Mobil Andra baru saja sampai di parkiran mall membuat jantung Arra berdegup kencang karena dia sangat takut keramaian terlebih bersama dengan Andra dan Zero karena Arra takut ada yang mendengar Andra bahkan takut bertemu dengan Bunda nya Zero


"Pak, kita serius kesini?" tanya Arra pelan


"Arra, kita bahkan sudah sampai di parkiran jadi kenapa kamu bertanya lagi?"


"Ta-tapi saya takut, Pak"


"Kenapa takut? Saya tidak mengajakmu ke rumah hantu"


"Bagaimana jika kita bertemu dengan orang yang mengenal Bapak atau kota bertemu Bunda nya Zero?" tanya Arra pelan


"Memangnya kenapa jika kita bertemu mereka?"


"Pak, nanti banyak orang berpikir yang tidak-tidak terhadap saya"


"Berpikir yang tidak-tidak seperti apa maksudmu?"


"Siapa tau mereka mengira saya pelakor" lirih Arra pelan yang membuat Andra tertawa seketika


"Bapak kenapa tertawa? Wajar jika saya khawatir untuk hal itu karena bisa merusak nama baik saya terlebih lagi nama baik Bapak"


"Dengar ya, Sayang. Tidak akan ada yang berani mengatakan bahwa kamu itu pelakor karena memang saya dan Bunda nya Zero sudah lama bercerai dan tidak ada alasan untuk orang lain mencampuri urusan pribadi saya"


"Tapi, Pak--"


"Saya berhak memilih pasangan untuk saya dan orang lain tidak berhak mengomentarinya" ucap Andra yang membuat Arra terdiam seketika


"Memangnya kita pasangan ya, Pak?" celetuk Arra menatap Andra dengan wajah polosnya


"Hahaha...Astaga, saya harus ekstra sabar menghadapi sikap polos kamu"


"Tapi saya bertanya serius, Pak. Kita kan bukan pasangan lalu kenapa Bapak menyebut saya pasangan Bapak?"


"Ya terserah saya dong"


"Tapi tidak bisa seperti itu, Pak. Pasangan kan hubungan percintaan yang harus disetujui oleh kedua belah pihak"


"Jadi kamu harus setuju untuk berpacaran dengan saya"


"Kenapa Bapak jadi ngebet pengen pacaran sama saya?"


"Karena saya ingin menikahi kamu"


"Saya tidak mau, Pak"


"Astaga, Arra. Coba kamu hitung sudah berapa kali kamu menolak saya"


"Memangnya berapa kali, Pak?"


"Ini sudah ketiga kalinya"


"Saya kan sudah bilang, Pak. Saya tidak mau jika Bapak hanya sekedar mencari Ibu sambung Zero. Kita juga belum kenal cukup jauh dan saja juga masih sekolah, jadi bagaimana bisa Bapak ingin menikahi saya?"


"Baiklah setelah lulus saya akan melamar kamu. Jadi kita berpacaran dulu"


"Bapak kenapa sih? Kelamaan jomblo ya, Pak?"


"Berhenti memanggil saya Bapak"

__ADS_1


"Lalu saya harus memanggil apa? Kakek?"


"Panggil Mas aja" ucap Andra menahan tawa melihat wajah terkejut Arra


"Mas? Mas Ojol, ya?"


"Astaga, Arra"


"Hahaha...Bercanda, Pak"


"Mulai sekarang panggil aku, Mas"


"Aku?"


"Berhenti berbicara formal"


"Bapak kemasukan setan, ya?"


"Arra, mulut kamu itu mau di lem?" ketus Andra yang membuat Arra tertawa seketika


"Mami...Papi cudah beltengkal nya?" celetuk Zero tiba-tiba membuat Andra dan Arra berbalik seketika


"Astaga, Papi lupa ada Zero"


"Zelo becal, Pi. Maca Papi da iyat Zelo?" gerutu bocah itu dengan wajah cemberutnya


"Maafin Papi, ya. Nanti Papi ajak ke timezone deh"


"Papi celius? Holeeee ke tamjon"


Andra pun keluar dari mobil dan menggendong bocah itu sedangkan Arra hanya diam tanpa berani keluar


Karena melihat Arra masih takut, akhirnya Andra membukakan pintu mobil dan mengajak Arra untuk masuk ke dalam mall


"Mami, thenapa takut?"


"Zero mau kemana?"


"Tamjon" teriak Zero bersemangat membuat Andra dan Arra tertawa melihatnya


"Jadi tidak marah lagi?"


"Da, gala-gala Papi ajak Zelo ke tamjon"


"Hahaha pintar sekali"


"Iya dong pintal cepelti Papi" jawab Zero yang membuat Arra terkekeh mendengarnya


"Papi, pegang Mami nanti Mami hilang" celetuknya tiba-tiba yang membuat Andra tertawa


"Oke, kita gandeng Mami ya takut hilang soalnya badan Mami kan kecil jadi susah nyari kalau hilang" ucap Andra lalu menggenggam tangan Arra yang kesal karena disebut kecil


"Papi ini cuka bikin Mami malah" gerutu Zero dengan wajah kesalnya


"Papi kan cuma bercanda, Sayang"


"Minta maaf cama Mami cekalang"


"Ya udah iya, Mami maafin Papi ya" ucap Andra yang membuat Arra terkekeh geli mendengarnya


"Mami thenapa teltawa? Mami da mau maaf Papi, ya?"


"Iya, Sayang. Mami maafin kok"


"Holeee"


*****


Setelah selesai mengantarkan Zero bermain di timezone, Andra pun mengajak Arra dan Zero ke toko elektronik yang membuat mereka menatap Andra heran

__ADS_1


"Bapak, kita ngapain kesini?" bisik Arra pelan karena ada begitu banyak pasang mata yang melihat mereka


"Pak?" panggil Arra menarik-narik kemeja Andra


Astaga ini duda ngambek ya soalnya aku nggak manggil dia dengan panggilan Mas?-Arra


"Mas?"


Seketika Andra menoleh yang membuat Arra kelepasan tertawa


"Oh jadi tadi marah gara-gara tidak dipanggil Mas" ucap Arra terkekeh


"Kamu sih sudah dibilang panggil Mas malah tetap panggil Bapak"


"Iya iya deh Mas. Oh iya kita ngapain kesini?"


"Cari ponsel buat kamu"


"Hah? Buat aku? Tapi kan aku nggak butuh ponsel, Mas"


"Kamu butuh, Sayang. Nanti kalau Zero kangen kan bisa vc sama kamu" ucap Andra dengan menjual nama Zero padahal dirinya yang ingin selalu saling memberi kabar dengan Arra


"Tapi--"


"Nggak ada tapi-tapian"


"Duit aku nggak ada, Mas" bisik Arra pelan yang membuat tawa Andra pecah


"Astaga, ini pacar aku kok polos banget?" ucap Andra seraya mengelus pucuk kepala Arra sedangkan gadis itu hanya mendengus kesal


"Mas, kita kan nggak pacar--"


"Terserah aku dong. Ya udah ayo masuk, cari ponsel yang kamu mau"


"Kan aku nggak mau, Mas"


"Nanti aku yang cari"


Setelah berdebat cukup lama di depan rak ponsel dengan Zero yang masih anteng di gendongan Andra, akhirnya Arra mengalah dan menerima ponsel yang dibelikan Andra untuknya


Setelah keluar dari toko elektronik, Andra memutuskan untuk mengantar Arra pulang karena tiba-tiba Zero cerewet dan minta pulang, untung saja sebelum ke mall mereka sudah makan siang


Beberapa menit kemudian, mobil Andra sudah sampai didepan panti asuhan. Arra pun turun dari mobil dan berpamitan pada Zero namun bocah itu tiba-tiba menangis tidak mau melepas genggaman tangan Arra sehingga membuat Arra dan Andra bingung


Karena tak kunjung berhenti tangisannya, Arra pun membawa Zero ke pelukannya hingga Arra bisa merasakan bahwa badan Zero sangat panas dan bisa dipastikan bahwa bocah ini terkena demam


"Astaga, Zero demam, Mas" pekik Arra terkejut membuat Andra mendekati mereka


"Zero Sayang, kita pulang ya nanti Papi suruh Om Galuh ke rumah ya periksa Zero" pinta Andra namun bocah itu malah mengeratkan pelukannya pada Arra


"Zelo mau Mami" lirih Zero pelan


"Mas, aku pamit sama Ibu dulu nanti kita ke rumah Mas" ucap Arra lalu pergi masuk ke dalam panti bersama Zero yang ada di pelukannya


Sedangkan Andra langsung menelpon Galuh yang berprofesi sebagai dokter sekaligus sepupu Andra


Setelah beberapa menit kemudian, keluarlah Arra dan Zero yang masih ada di pelukannya lalu masuk ke dalam mobil bersamaan dengan Andra yang juga duduk di kursi kemudi


"Ibu bilang apa?"


"Kata Ibu cepat diperiksa Mas, kasihan Zero cerewet karena badannya panas banget" ucap Arra khawatir


"Iya Sayang, ini sebentar lagi sampai kok" ucap Andra menenangkan.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2