Cinta Ameena

Cinta Ameena
Laporan KDRT


__ADS_3

Ameena akhirnya pergi ke rumah Luluk untuk menjemput Alysa di sana namun satpam yang berjaga di depan pagar rumah tidak memberikan izin pada Ameena untuk masuk ke dalam.


“Tolong Pak, saya hanya ingin mengambil anak saya.”


“Saya tahu Ameena, akan tetapi ini adalah perintah dari nyonya, saya tidak mungkin melanggar perintahnya karena kalau sampai saya melakukan itu maka saya pasti akan dipecat oleh beliau.”


Ameena masih berusaha bernegosasi dengan satpam namun hasilnya sama sekali tidak ia harapkan karena satpam itu masih saja tidak mau melakukan seperti apa yang ia inginkan. Rupanya diam-diam dari dalam rumah


Luluk memantau Ameena dan ia sama sekali tidak berniat membukakan pintu pagarnya untuk wanita itu hingga Boy muncul dan menghampirinya.


“Mama sedang melihat siapa?”


“Ameena ada di depan pagar, dia ke sini psti karena ingin merebut Alysa dri kita.”


“Benarkah?”


Boy kemudian memerhatikan Ameena dari dalam rumah dan ia berniat untuk menemui Ameena di sana akan tetapi sebelum Boy sampai melakukan itu dirinya sudah ditahan oleh Luluk untuk jangan melakukannya.


“Mau ke mana kamu? Jangan pergi ke mana-mana.”


“Aku ingin menemui Ameena dan bicara dengannya, Ma.”


Selepas mengatakan itu Boy langsung pergi keluar rumah dan tidak mau mendengarkan lagi apa yang Luluk katakan, tentu saja perilaku Boy yang seperti barusan membuat Luluk menjadi kesal setengah mati.


“Anak itu benar-benar masih dalam pengaruh Ameena, menyebalkan sekali.”


Boy akhirnya tiba di depan pagar rumah untuk menemui Ameena namun ketika pertama kali melihat wajah Ameena ia terkejut karena rupanya Ameena mengalami luka lebam, sontak saja Boy pun bertanya pada Ameena apa yang terjadi padanya.


“Saya datang ke sini untuk menjemput Alysa, Tuan.”


“Kamu sama sekali belum menjawab pertanyaan dariku Ameena, katakan padaku sekarang juga.”


“Tolong bawa Alysa ke sini Tuan, saya harus membawanya pulang sekarang.”

__ADS_1


“Aku tidak akan mengabulkan apa yang menjadi permintaanmu sebelum kamu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padamu.”


****


Ameena awalnya tidak mau mengakui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya namun pada akhirnya secara tak sengaja Ameena bercerita bahwa semua luka yang ia terima ini adalah perbuatan dari Richi, sontak saja Boy terkejut bukan main dengan ucapan Ameena barusan.


“Jadi Richi yang sudah melakukan semua ini padamu?”


“Tidak Tuan, tolong anda jangan salah paham dulu pada suami saya.”


“Kamu jelas-jelas tadi mengatakan bahwa Richi adalah pelakunya Ameena, kenapa kamu tidak mau mengatakan yang sejujurnya saja?”


“Tuan, saya datang ke sini bukan untuk bercerita mengenai rumah tangga saya akan tetapi saya datang ke sini untuk mengambil anak saya jadi tolong Tuan jangan menghalangi saya melakukannya.”


Tentu saja Boy menghalangi Ameena dan mengatakan bahwa Ameena tidak boleh kembali ke rumah itu karena Boy khawatir kalau Richi akan melakukan hal yang buruk pada Ameena jika Ameena kembali ke rumah tanpa Alysa.


“Tolong izinkan saya mengambil Alysa Tuan, saya tidak mau masalah ini semakin rumit.”


“Kalau memang kamu tidak mau membuat masalah ini semakin rumit, maka kamu bisa laporkan suamimu itu ke polisi karena sudah melakukan KDRT.”


“Kenapa? Apakah kamu sudah tidak waras hingga mau saja diperlakukan buruk seperti ini oleh suamimu, Ameena?”


****


Luluk mendengar keributan dari luar rumah dan ia pun kemudian pergi keluar untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, rupanya ia melihat Ameena dan Boy tengah berbicara di sana namun ia melihat ada sesuatu hal yang aneh di wajah Ameena.


“Hei, wajahmu kenapa?”


“Saya baik-baik saja, Nyonya.”


“Tidak Ma, dia mengalami kekerasan oleh suaminya sendiri.”


Luluk nampak terkejut mendengar ucapan Boy barusan namun Ameena nampak menampiknya, ia tak mau semakin banyak orang yang mengetahui soal masalah rumah tangganya ini namun Luluk tentu saja tak percaya dengan apa yang Ameena katakan barusan.

__ADS_1


“Aku memang membencimu Ameena namun kalau kamu diperlakukan buruk oleh suamimu maka tidak seharusnya kamu bertahan dengannya, kamu harus melaporkannya pada polisi.”


“Tidak Nyonya, saya tidak dapat melakukan hal tersebut.”


“Apakah karena dia mengancammu?” tanya Boy.


Ameena menggelengkan kepalanya, ia mengatakan pada Luluk serta Boy bahwa ia tidak mau membuat masalah ini semakin rumit, alasan kedatangannya ke sini adalah untuk mengambil kembali Alysa namun tentu saja Boy


dan Luluk sama sekali tidak mengizinkan Alysa dibawa pulang oleh Ameena.


“Aku tahu bahwa kamu adalah ibunya Ameena dan aku tidak berhak memisahkanmu dari anakmu namun melihat kelakuan Richi yang brutal bukan tidak mungkin cucuku akan terluka akibatnya.”


“Nyonya, tolong saya, tolong kembalikan anak saya,” pinta Ameena seraya bersujud di depan kaki Luluk.


****


Richi terkejut ketika tiba-tiba saja polisi datang menjemputnya paksa dan dimintanya untuk ikut ke kantor polisi sekarang juga setelah mereka memerlihatkan surat perintah penangkapan pada Richi karena pria ini sudah melakukan tindakan KDRT pada Ameena, tentu saja Richi nampak terkejut dan tak percaya kalau Ameena tega melaporkannya pada polisi. Richi akhirnya ditahan untuk beberapa hari ke depan sebelum kasusnya dimsukan ke pengadilan, sementara Richi mendekam di balik jeruji besi nampak Ameena diizinkan tinggal sementara di rumah Luluk. Awalnya Ameena menolak dan mengatakan bahwa ia ingin tinggal di rumah kontrakannya saja dengan Richi namun Boy tidak mengizinkannya.


“Aku tidak akan mengizinkanmu kembali ke rumah itu, rumah itu membuatmu trauma kan, Ameena?”


Ameena tak menjawab pertanyaan dari Boy barusan namun sejujurnya ia masih tak percaya dengan Richi yang ia pikir pria yang sabar dan baik hati berubah menjadi monster mengerikan yang dapat melakukan kekerasan


padanya.


“Ameena, kamu kenapa?” tanya Boy yang melihat Ameena mulai berkaca-kaca saat ini.


“Saya baik-baik saja, Tuan,” jawab Ameena sesak.


Boy kemudian memberikan waktu pada Ameena sendirian untuk meluapkan emosinya, selepas Boy pergi nampak Ameena menangis pilu meratapi nasibnya yang begitu malang.


“Maafkan aku Richi, aku tidak bermaksud melaporkanmu pada polisi.”


****

__ADS_1


Hanif turun dari dalam mobilnya di sebuah hotel bintang lima, ia masuk ke lobi dan sudah disambut oleh resepsionis yang langsung memberikannya sebuah kartu akses untuk menuju lantai 16 hotel ini. Hanif memasang wajah dingin selepas mendapatkan sebuah informasi dari orang kepercayaannya mengenai apa yang tengah terjadi di hotel ini. Selepas sampai di lantai 16 tanpa membuang waktu lagi ia langsung menuju kamar 1629 yang mana dengan kartu akses yang ia miliki maka Hanif bisa membuka pintu tersebut dan di sana ia melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri Nandhita dan Jose tengah tidak mengenakan pakaian apa pun di atas ranjang dan keduanya nampak terkejut saat aksi mereka dipergoki oleh Hanif.


“Hanif, apa yang kamu lakukan di sini?!” jerit Nandhita yang langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


__ADS_2