Cinta Ameena

Cinta Ameena
Tolong Hargai Keputusanku


__ADS_3

Nandhita sama sekali tidak menyangka akan bertemu lagi dengan pria itu lagi yang tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah Jose, sementara pria itu sendiri juga sama sekali tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Nandhita selepas apa yang pernah terjadi di antara mereka berdua. Nandhita sendiri nampak menatap Jose sekilas sebelum akhirnya ia memilih untuk segera pergi dari sana, Jose sendiri dapat melihat gelagat aneh yang Nandhita lakukan saat ini dengan segera berbalik badan menghindarinya. Jose nampak tidak membiarkan hal tersebut terjadi dan ia memegang tangan Nandhita yang hendak melarikan diri itu.


“Lama kita tidak berjumpa, ya?”


Nandhita masih diam dan tak menanggapi apa yang Jose katakan barusan, ia bingung apa yang harus dikatakan pada pria itu sementara Jose sendiri masih memegang tangan Nandhita yang membuat Nandhita tidak dapat


melarikan diri dari pria itu.


“Apa yang sedang kamu lakukan di kota ini?” tanya Nandhita akhirnya.


“Aku sedang liburan di sini,” jawab Jose.


Nandhita tidak bertanya lebih lanjut lagi dan ia melepaskan cengkraman tangan pria itu dan berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya, Jose sendiri mengekor di belakang Nandhita yang membuat wanita itu heran sebenarnya apa yang ingin Jose lakukan padanya saat ini. Selepas membayar semua belanjaannya kini Nandhita berjalan menuju mobilnya dan pria itu masih mengikutinya.


“Sebenarnya apa yang kamu ingin lakukan padaku?”


“Aku ingin bicara sebentar denganmu, boleh?”


Nandhita tidak langsung menjawab pertanyaan dari Jose, ia diam sejenak memikirkan hal tersebut sebelum akhirnya ia setuju untuk bicara dengan Jose. Mereka kemudian bicara di dalam mobil Nandhita, untuk beberapa


saat Jose tidak mengatakan apa pun hingga Nandhita pun menegur pria itu.


“Katanya ada sesuatu hal yang ingin kamu katakan padaku.”


“Aku ingin minta maaf padamu atas apa yang pernah aku lakukan padamu.”


Nandhita nampak terkejut dengan apa yang Jose katakan barusan, ia tak menyangka kalau pria itu akan meminta maaf padanya.


****


Nandhita baru mengetahui kalau pernikahan Jose dengan wanita itu batal karena wanita itu yang membatalkannya sepihak menjelang hari pernikahan mereka, rupanya wanita itu selama ini diam-diam menjalin hubungan dengan pria lain dan mendekati Jose kembali karena sekarang Jose sudah mendapatkan kekayaan yang diberikan oleh Nandhita dan Hanif.


“Aku terlalu naif ketika berpikir kalau dia akhirnya dapat membalas perasaanku selama ini namun ternyata aku salah ternyata dia tidak seperti itu, dia hanya ingin hartaku saja.”

__ADS_1


Nandhita tidak tahu harus merasa bahagia atau sedih selepas mendengar cerita Jose barusan, ia masih memiliki hati untuk tidak menertawai atau mensyukuri apa yang Jose alami saat ini hingga ia memilih untuk diam.


“Kamu pasti senang kan saat ini karena aku tidak jadi menikah dengannya?”


“Siapa yang mengatakan itu? Sejak tadi aku tidak mengatakan apa pun.”


“Kamu pasti masih belum dapat memaafkanku selepas apa yang sudah aku lakukan padamu di masa lalu kan, Nandhita?”


“Aku tidak tahu, aku tidak mau membahas mengenai hal tersebut.”


Jose nampak menghela napasnya, ia mengatakan pada Nandhita bahwa ia tidak ingin memaksa wanita itu untuk memaafkannya dan ia berharap kalau ia dapat dimaafkan oleh Nandhita walaupun rasanya psti berat untuk Nandhita melakukan itu.


“Itu saja yang ingin aku katakan padamu, terima kasih,” ujar Jose seraya keluar dari dalam mobil Nandhita.


****


Ameena menghela napasnya dan keputusan sudah ia ambil saat ini, ia memberanikan diri untuk bertemu Luluk saat ini. Luluk sendiri nampak heran ketika Ameena mengatakan ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan dengan Luluk.


“Saya ingin mengatakan kalau tidak lama lagi saya tidak akan bekerja di rumah ini, Nyonya.”


Luluk yang mendengar ucapan Ameena barusan nampak heran bukan main, Luluk bertanya lebih lanjut apa maksud Ameena mengatakan hal seperti itu kepadanya barusan.


“Saya sudah memikirkan hal ini matang-matang jauh sebelum hari ini dan saya juga sudah yakin dengan keputusan yang sudah saya ambil ini, Nyonya. Saya memutuskan untuk tidak lagi bekerja di rumah ini dan saya harap Nyonya bisa memahaminya.”


Luluk nampak terkejut dengan apa yang Ameena katakan barusan, ia pun bertanya alasan kenapa Ameena memutuskan untuk bekerja di rumah ini namun Ameena tidak mau menjelaskan lebih detail pada Luluk mengenai apa yang membuatnya mengambil keputusan ini.


“Kamu tidak perlu mencoba untuk menipuku Ameena, aku tahu bahwa hal ini pasti ada kaitannya dengan Boy kan?”


Ameena tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Luluk barusan hingga membuat wanita itu menghela napasnya berat.


****


Boy yang baru tiba di rumah, tidak sengaja mendengar perbincangan antara mamanya dan Ameena, awalnya ia pikir Ameena hanya membicarakan hal-hal yang tidak terlalu penting namun ketika Boy menguping pembicaraan di

__ADS_1


antara mereka berdua, Boy dibuat terkejut saat mendengar bahwa Ameena ingin berhenti bekerja di sini. Boy pun segera menemui Ameena dan memberondong Ameena dengan pertanyaan seputar alasan apa yang membuat Ameena memutuskan untuk berhenti bekerja di sini.


“Katakan padaku apa alasan yang membuat kamu ingin berhenti bekerja di sini, Ameena.”


“Saya tidak dapat mengatakan itu Tuan, saya sudah memikirkan ini sejak jauh-jauh hari.”


“Namun tidak bisa begini Ameena, kamu harus memberitahuku alasannya terlebih dahulu supaya aku paham.”


“Apa yang Boy katakan itu benar Ameena, apakah kamu memutuskan untuk berhenti bekerja di sini karena Boy?” tanya Luluk.


Ameena tidak dapat menjawab pertanyaan keduanya karena ia merasa tidak enak ketika menjawab pertanyaan tersebut akan tetapi Boy terus saja memaksa Ameena untuk mengatakan apa alasan sebenarnya sampai Ameena nekat mengambil keputusan seperti ini.


“Baiklah, saya memang memutuskan untuk berhenti bekerja di rumah ini karena saya tidak suka kalau Tuan Boy terlalu ikut campur dalam masalah rumah tangga saya.”


Jawaban dari Ameena barusan membuat Boy tercengang dan ia tidak dapat menerima begitu saja alasan Ameena barusan.


****


Ameena sudah berpamitan pulang pada Luluk dan Boy namun Boy menahan Ameena untuk jangan pulang dulu karena ia masih ingin bicara dengan wanita itu namun Ameena mengatakan pada Boy untuk tidak menahannya lagi


di sini karena ia memiliki tugas untuk menyiapkan makan malam Alysa dan membereskan rumah.


“Kalau kamu berhenti bekerja di rumah ini lantas kamu akan bekerja di mana, Ameena?”


“Tuan Boy tidak perlu mengkhawatirkan itu.”


“Tapi Ameena …..”


“Saya menghargai Tuan Boy sebagai ayah kandung Alysa namun bukan berarti Tuan dapat masuk lebih jauh ke dalam masalah rumah tangga saya.”


“Aku hanya ingin supaya kamu bercerai dari Richi karena pria itu bukanlah pria yang baik, Ameena.”


“Tolong hargai keputusan saya, Tuan.”

__ADS_1


__ADS_2