Cinta Ameena

Cinta Ameena
Aku dan Dia Saling Kenal


__ADS_3

Ameena datang dengan niat yang baik ke kantor polisi untuk menemui Richi namun sepertinya kedatangan Ameena ke kantor polisi ini justru disambut dengan dingin oleh Richi, suaminya itu nampak tidak suka saat tahu orang yang hendak menjenguknya adalah Ameena.


“Mau apa kamu datang ke sini?”


“Aku datang ke sini untuk menjengukmu Richi, aku penasaran bagaimana dengan kabarmu saat ini.”


Richi hanya tertawa mendengar jawaban Ameena barusan, Richi menuduh bahwa Ameena begitu bahagia saat ini selepas menjerumuskannya ke dalam penjara namun tentu saja Ameena tidak merasa seperti itu.


“Kamu sudah salah paham padaku, Richi.”


“Sudahlah Ameena, berhenti berpura-pura di depanku begini, kamu pikir aku akan percaya dengan tipu muslihatmu?!”


Ameena kemudian terdiam setelah mendapatkan bentakan dari Richi, Ameena pun kemudian pamit pada Richi untuk pulang namun sebelum Ameena benar-benar pulang maka Richi mengatakan sesuatu pada Ameena.


“Walaupun aku masih dipenjara namun aku tidak akan menceraikanmu Ameena, ingat baik-baik.”


Ameena hanya dapat menghela napasnya berat dan kemudian ia pun melangkahkan kakinya pergi dari tempat ini. Ameena benar-benar tak menyangka bahwa Richi masih menyimpan kekesalan padanya padahal niat Ameena


datang ke sana adalah menjelaskan semuanya pada Richi mengapa sampai suaminya itu ditahan oleh polisi akibat laporan KDRT namun sepertinya Richi masih dikuasai oleh emosi hingga pria itu tidak mau mendengarkan apa pun yang Ameena katakan padanya. Ameena pun tiba di rumah dan langsung disambut oleh Luluk yang bertanya apakah misi Ameena berhasil atau tidak dan Ameena pun mengatakan yang sejujurnya pada Luluk.


“Begitu rupanya, sudah sana kembali bekerja.”


“Baik Nyonya, saya permisi dulu.”


Ameena pun kemudian bergegas menuju dapur untuk bekerja kembali sementara tidak lama selepas Ameena pergi Boy tiba di rumah dan pria itu nampak heran ketika mendapati sang mama berdiri di teras rumah.


“Apa yang Mama lakukan di sini?”


“Baru saja Ameena pulang dari menjenguk suaminya dipenjara.”


“Oh benarkah?”


****


Boy yang penasaran dengan pembicaraan Ameena dan Richi pun segera mencari keberadaan Ameena yang saat ini tengah memasak makan malam untuk keluarga ini, kedatangan Boy yang tiba-tiba membuat Ameena terkejut bukan main.


“Tuan Boy membuat saya kaget saja.”


“Maaf kalau sudah membuatmu kaget, aku dengar dari mama bahwa tadi kamu pergi ke penjara untuk menemui Richi, apakah itu benar?”

__ADS_1


“Iya Tuan, saya memang barusan pergi untuk menemui Richi.”


“Dia tidak melakukan hal yang buruk padamu kan?”


“Tentu saja tidak Tuan, kan di sana banyak polisi yang menjaga.”


Boy menganggukan kepalanya karena memang yang Ameena katakan tadi benar akan tetapi bukan itu yang Boy ingin ketahui melainkan obrolan mereka berdua tapi Boy sendiri ragu apakah langsung saja menanyakan itu


pada Ameena atau tidak.


“Ada apa lagi Tuan?”


“Ameena, apakah kamu akan bercerai dengan Richi?” tanya Boy yang membuat Ameena terkejut dan terdiam untuk beberapa saat selepas mendengar pertanyaan Boy barusan.


“Apakah pertanyaanku barusan membuatmu terkejut?”


“Tidak Tuan, hanya saja….”


“Apakah kamu masih akan bertahan dengan pria kasar itu, Ameena? Bagaimana kalau selepas dia keluar penjara maka dia kembali berulah?”


“Saya tidak tahu Tuan, saya tidak mau membahasnya.”


Boy menghela napasnya panjang, ia meminta maaf karena sudah mencoba membahas topik tersebut pada Ameena sebelum akhirnya ia pergi ke kamarnya.


****


“Bukannya ini mobilnya Hanif?”


Nandhita segera membuka sabuk pengaman dan turun dari dalam mobilnya untuk memastikan kalau saat ini dirinya memang tidak salah dalam mengenali mobil milik suaminya.


“Iya, aku yakin mobil ini milik Hanif.”


Nandhita pun kemudian pergi masuk ke dalam pekarangan rumah Jose namun sebelum ia masuk ke dalam rumah pria itu, ia sempat mencuri dengar pembicaraan antara Jose dan Hanif saat ini yang membuat Nandhita terkejut.


Hanif yang baru saja keluar dari rumah Jose ini nampak terkejut mendapati Nandhita ada di sini.


“Apa yang kamu lakukan di sini?”


Namun Nandhita tidak menggubris pertanyaan dari Hanif barusan, justru sebuah pertanyaan lain keluar dari mulutnya.

__ADS_1


“Apakah kamu dan Jose saling mengenal selama ini?”


Hanif tidak langsung menjawab pertanyaan dari Nandhita barusan yang membuat Nandhita tentu saja menjadi sangat penasaran, ia meminta Hanif mengatakan hal yang sejujurnya padanya saat ini juga.


“Kenapa kamu memaksaku untuk mengatakannya?”


“Karena aku ingin tahu kejujurannya jadi cepat katakan sekarang juga.”


****


Sayangnya Hanif tidak mau mengatakan apa pun pada Nandhita walaupun Nandhita sudah memohon dan mengemis pada suaminya itu akan tetapi Hanif tetap tak mau mengatakan apa pun pada Nandhita, Hanif segera masuk ke dalam mobilnya dan bergegas meninggalkan rumah ini. Sementara itu selepas Hanif pergi, Nandhita masuk ke dalam rumah untuk menemui Jose dan di sana ia menemukan Jose tengah duduk di sofa ruang tengah dan sedang memainkan ponselnya, Nandhita pun segera menghampiri pria itu dan bertanya kenapa Jose tidak mau menjawab telepon dan pesan darinya selama ini.


“Kenapa kamu datang ke rumahku tanpa permisi? Keluar dari rumah ini sekarang juga.”


“Berani sekali kamu mengusirku dari rumah ini padahal aku yang memberikan rumah ini padamu!”


“Kita sudah tidak memiliki hubungan apa pun lagi, silakan pergi karena aku tidak mau melihat wajahmu lagi.”


Nandhita nampak tak percaya dengan yang Jose katakan barusan, selepas apa yang mereka selama ini lalui justru sekarang pria itu seperti kacang yang lupa akan kulitnya dan tentu saja Nandhita tidak dapat menerima itu begitu


saja.


“Berani sekali kamu memerlakukanku begini, aku sungguh sangat tidak dapat menerimanya!”


Jose nampak menghela napasnya dan hendak pergi meninggalkan Nandhita namun tangannya diatahan oleh Nandhita karena ia belum selesai bicara.


****


Jose menghempaskan tangan Nandhita dan meminta wanita ini untuk keluar dari rumahnya sekarang juga namun Nandhita mengatakan bahwa ia tidak akan pergi dari rumah ini sebelum Jose menjawab pertanyaan darinya.


“Memangnya apa yang ingin kamu tanyakan padaku? Cepatlah katakan sekarang juga.”


“Apakah sebelumnya kamu dan suamiku sudah saling mengenal?”


“Kenapa kamu menanyakan itu?”


“Jawab saja pertanyaanku, apakah selama ini kalian sudah saling mengenal?”


“Kami memang sudah saling mengenal selama ini.”

__ADS_1


Nandhita nampak terkejut dengan jawaban yang Jose berikan barusan dan kini Jose mendorong Nandhita untuk keluar dari rumahnya sekarang juga.


“Aku sudah menjawab pertanyaanmu jadi aku berhak untuk mengusirmu dari rumah ini!”


__ADS_2