
Ameena tentu saja tak begitu suka dengan kehadiran Pamungkas di rumahnya, apalagi ia memiliki firasat buruk mengenai kedatangan pria ini ke rumahnya bertepatan dengan kedatangan Alysa. Ameena sendiri berusaha bersikap sopan di depan Pamungkas hingga pria itu kemudian menceritakan apa saja yang telah ia lakukan untuk menyelamatkan Alysa hingga akhirnya Ameena dapat menangkap maksud dari Pamungkas ini.
“Nak, bisakah tolong kamu pergi dulu sebentar? Ada sesuatu yang ingin kami bicarakan.”
Alysa pun kemudian pergi meninggalkan mereka berdua seperti apa yang diperintahkan oleh ibunya barusan, selepas Alysa pergi kini Ameena menghela napasnya panjang dan bertanya apa yang diinginkan oleh Pamungkas dan akhirnya pria itu pun tanpa membuang waktu lagi langsung mengatakan apa yang ia inginkan pada Ameena.
“Aku ingin kamu menikah denganku sebagai balas jasa apa yang aku lakukan padamu ini.”
“Apakah Tuan yang sudah merencanakan semua ini?”
“Aku tidak mengerti apa maksudmu, aku tidak merencanakan semua ini namun asal kamu tahu saja dalang di balik semua ini adalah Cassandra.”
Ameena terdiam mendengar ucapan Pamungkas barusan hingga akhirnya secara mengejutkan Pamungkas meraih tangannya dan meminta Ameena untuk mau menerima lamarannya ini, Ameena melepaskan tangan Pamungkas
dari tangannya dan mengatakan bahwa Pamungkas jangan melewati batas. Pamungkas meminta maaf pada Ameena karena ia tidak bermaksud untuk membuat Ameena merasa tidak nyaman dengan apa yang ia lakukan barusan.
“Tolong berikan saya waktu memikirkan semua ini.”
“Baiklah, aku akan memberikanmu waktu namun tidak banyak hanya 3 hari dari sekarang maka setelah itu aku akan menagih apa yang menjadi keputusanmu, akan tetapi tolong sebelum kamu mengambil keputusan pikirkan kembali apa yang telah aku lakukan padamu saat ini, Ameena.”
Selepas mengatakan itu Pamungkas langsung bergegas pergi meninggalkan rumah Ameena dan wanita itu pun dapat menghela napas lega untuk saat ini akan tetap sejujurnya Ameena tidak dapat lega saat ini selepas pembicaraannya dengan Pamungkas barusan.
****
Ameena terlihat tidak seperti biasanya ketika Boy datang ke rumah untuk melihat Ameena dan Alysa, Ameena berusaha menyembunyikan keadaannya yang sebenarnya dari Boy namun tentu saja sia-sia karena Boy tahu bahwa ada sesuatu hal yang coba untuk Ameena sembunyikan darinya.
“Kamu tak perlu sungkan untuk mengatakannya padaku Ameena.”
Walaupun Boy telah mengatakan itu pada Ameena namun wanita itu masih saja ragu dan tak mau mengatakan apa pun pada Boy, Ameena merasa bahwa kalau ia mengatakan pada Boy masalah yang tengah ia hadapi maka justru akan malah membuat masalah semakin runyam dan hubungan antara Boy dan Pamungkas akan makin jauh lebih buruk dibandingkan saat ini.
__ADS_1
“Kenapa Ameena? Kamu tak perlu ragu untuk mengatakannya padaku.”
“Tidak apa Tuan, saya baik-baik saja.”
Boy nampak sama sekali tidak puas dengan jawaban yang Ameena berikan barusan, Boy yakin sekali bahwa ada sesuatu hal yang coba Ameena tutupi darinya namun wanita ini tak mau mengatakannya, Boy jadi berpikir jangan-jangan ini ada kaitannya dengan sang papa yang belakangan ini sangat intens sekali dalam mencoba mendekati Ameena.
“Ameena, apakah semua ini ada hubungannya dengan papaku?”
Ameena terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Boy, Ameena menggelengkan kepalanya namun Boy yakin bahwa semua ini akibat dari papanya dengan melihat gelagat Ameena yang seperti ini.
****
Boy tentu saja tak terima kalau papanya membuat masalah lagi dengan Ameena, Boy menghampiri kantor papanya untuk bicara dengan papanya tersebut, Boy disambut ramah oleh Pamungkas di ruangan kerjanya dan papanya
itu mempersilakannya duduk.
“Aku datang ke sini bukan untuk itu, aku datang ke sini untuk mengatakan pada Papa jangan coba ganggu Ameena lagi.”
Pamungkas nampak tersenyum mendengar ucapan Boy barusan, Pamungkas mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mengganggu Ameena hanya saja ia mencoba menyelamatkan Alysa dari bahaya dan Boy tentu saja
berpikir bahwa semua ini sudah direncanakan oleh papanya dan Cassandra namun Pamungkas membantah tuduhan yang dilontarkan oleh Boy barusan dan mengatakan bahwa ia sama sekali tidak pernah melakukan kerja sama apa pun dengan Cassandra.
“Akan tetapi sejujurnya aku harus berterima kasih pada Cassaandra karena kalau bukan karena dia, maka kesempatan untuk mendapatkan Ameena tidak mungkin terbuka lebar seperti ini.”
Ucapan Pamungkas barusan makin membuat Boy geram, ia mengatakan pada sang papa bahwa sampai kapan pun, Ameena tidak akan pernah menikah dengan Pamungkas dan selepas mengatakan itu Boy pun pergi meninggalkan ruangan kerja papanya.
“Kita lihat saja nanti, Boy, apakah Ameena akan menikah denganku atau tidak.”
****
__ADS_1
Ameena merasa gelisah sekali karena waktu tiga hari yang diberikan oleh Pamungkas sudah tiba sementara dirinya belum juga mengambil keputusan, Pamungkas menagih janjinya pada Ameena untuk mengatakan apa yang
menjadi jawaban dari wanita itu.
“Kamu jawab saja Ameena.”
Ameena memberanikan diri untuk menjawab permintaan dari Pamungkas itu dan Ameena memilih untuk menolaknya, Pamungkas nampak tersenyum mendengar ucapan Ameena barusan dan kemudian Pamungkas pun mengancam akan melakukan hal yang buruk pada Boy dan Alysa jika Ameena tidak mengubah keputusannya saat ini juga.
“Kenapa Tuan Pamungkas malah mengancam saya? Bukankah saya sudah mengatakan apa yang menjadi keputusan saya?”
“Dan apakah kamu pikir saya akan menerima begitu saja keputusanmu yang konyol itu Ameena? Tentu saja tidak akan pernah, bukankah saya sudah pernah mengatakan jangan coba main-main dengan saya.”
Ameena meneguk ludahnya karena Pamungkas makin mendekatinya dan Ameena semakin berjalan mundur hingga menabrak dinding rumahnya, Pamungkas menahan Ameena dengan kedua tangannya untuk wanita itu
jangan coba melarikan diri darinya.
“Kamu tahu siapa aku kan Ameena? Jadi jangan coba main-main denganku karena aku akan melakukan apa pun yang aku inginkan supaya mendapatkanmu,” seringai pria itu.
Ameena mendorong tubuh Pamungkas untuk menjauh darinya dan kemudian mencoba melarikan diri namun Pamungkas menarik tangan Ameena hingga wanita itu jatuh ke sofa dan Pamungkas segera menahan Ameena.
****
Ameena tentu saja panik saat Pamungkas posisinya berada di atasnya dan mengunci tubuhnya, Pamungkas seperti hendak melakukan hal yang buruk padanya namun untungnya saja Boy datang tepat waktu dan mengagalkan rencana jahat papanya yang ingin membuat Ameena celaka barusan.
“Apa yang hendak Papa lakukan pada Ameena barusan?!”
Pamungkas nampak geram karena rencananya untuk membuat Ameena menjadi miliknya gagal akibat Boy, Pamungkas kemudian mengatakan pada Boy untuk jangan ikut campur dengan masalah ini namun Boy mengatakan bahwa ia tidak akan bisa untuk tidak ikut campur karena menyangkut Ameena.
“Ameena adalah orang yang aku cintai dan aku tidak akan pernah membiarkan papa melakukan hal yang buruk pada Ameena!”
__ADS_1