
Cassandra sangat beruntung sekali dapat bertemu dengan Pamungkas tepat di depan gerbang rumah, Pamungkas mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan Luluk namun satpam mengatakan bahwa Pamungkas tidak dapat
melakukan itu. Pamungkas tidak ingin berdebat dengan satpam dan memilih untuk pergi saja dan ia mengajak Cassandra untuk ikut pergi bersamanya, tentu saja Cassandra sama sekali tidak keberatan dengan ajakan Pamungkas itu. Mereka berdua pergi ke sebuah restoran dan sudah memesan makan siang, di sana Pamungkas mulai bertanya pada Cassandra mengenai kenapa Cassandra datang ke rumah itu.
“Sejujurnya aku datang ke sana karena Boy, Om.”
“Apakah kamu mencintainya?”
“Iya Om, aku mencintainya akan tetapi tante Luluk tidak setuju dengan itu.”
“Oh benarkah? Aku baru dengar darimu soal Luluk yang tidak setuju dengan itu.”
Di depan Pamungkas, Cassandra mengungkapkan semuanya mengenai penolakan Luluk dan Boy mengenai dirinya padahal sebelumnya Luluk setuju-setuju saja mengenai perjodohan antara Boy dan Cassandra.
“Tidak salah juga kalau sekarang Luluk secara terang-terangan menolakmu Cassandra, dulu dia tunduk pada apa yang aku inginkan sekarang dia sudah bebas setelah bercerai dariku.”
“Lalu kenapa Om datang ke rumah tante Luluk? Apakah ada sesuatu hal yang penting?”
Pamungkas pun mengatakan pada Cassandra bahwa ia datang ke sana untuk membujuk supaya Luluk mau bicara pada Boy mengenai bekerja di perusahaan, tentu saja Cassandra terkejut dengan ucapan Pamungkas barusan.
“Bukankah Om sudah tahu kalau Boy sama sekali tidak tertarik bekerja di perusahaan?”
“Iya apa yang kamu katakan itu memang benar, akan tetapi Om yakin dia memiliki potensi untuk bekerja di perusahaan oleh sebab itu Om ingin dia bekerja di perusahaan.”
Cassandra tidak mendebat apa yang menjadi opini Pamungkas namun setelah ia coba pikir mungkin saja dengan cara ini maka ia dapat dukungan dari Pamungkas andai saja dia dapat membuat Boy bekerja di perusahaan.
“Ada apa Cassandra? Kok senyum-senyum begitu?”
“Oh bukan apa-apa Om.”
****
__ADS_1
Cassandra mengatakan pada Pamungkas bahwa ia akan bicara dengan Boy jadi Pamungkas tidak perlu repot-repot untuk bicara dengan Boy, tentu saja pria itu berterima kasih atas apa yang Cassandra coba lakukan untuknya. Mereka berdua berpisah di depan restoran yang mana Pamungkas pergi masuk menuju mobilnya untuk kembali ke kantor sementara Cassandra menuju mobilnya dan tujuannya adalah rumah Luluk. Akan tetapi sebelum itu Cassandra coba menelpon Boy terlebih dahulu dan sayangnya ponsel Boy sama sekali tidak aktif saat ini,
Cassandra menghela napasnya berat sebelum ia tahu bagaimana cara untuk mendapatkan perhatian dari Boy.
“Terpaksa aku harus melakukan cara konyol begini.”
Akhirnya Cassandra mengirimkan sebuah pesan pada Boy yang berisi ancaman pada pria itu kalau memang Boy tidak mau menjawab telepon darinya maka sesuatu hal yang buruk akan terjadi pada Ameena. Rupanya strategi
yang dilakukan oleh Cassandra barusan langsung membuahkan hasil karena Boy langsung mencoba menghubunginya dan tentu saja tanpa membuang waktu yang lama Cassandra langsung menjawab telepon tersebut.
“Kenapa aku harus menggunakan trik murahan begitu supaya kamu mau menjawab telepon dariku, Boy?”
“Jadi kamu tidak bersungguh-sungguh? Baiklah, aku akan mematikan sambungan teleponnya.”
“Tentu saja tidak dapat seperti itu karena ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Aku tidak memiliki waktu.”
****
“Cepat katakan apa yang kamu inginkan karena aku tidak memiliki banyak waktu.”
“Ayolah jangan seperti ini, Boy.”
Namun tentu saja Boy hendak ingin pergi hingga membuat Cassandra akhirnya mengatakan bahwa ia mengundang Boy untuk datang ke sini karena ingin Boy bekerja di perusahaan Pamungkas. Tentu saja hal tersebut membuat Boy mengerutkan kening heran, ia tidak menyangka kalau Cassandra akan memintanya melakukan hal tersebut dan tentu saja Boy sangat tidak menyukai hal tersebut.
“Kenapa tiba-tiba kamu menyuruhku melakukan itu, Cassandra?”
“Sebab tadi aku bertemu dengan papamu dan papamu mengatakan ingin sekali supaya kamu bekerja di perusahaan itu, membantu dia.”
“Namun aku sudah mengatakan bahwa tidak tertarik bekerja di perusahaan, kenapa dia masih saja memaksaku untuk bekerja di sana? Menyebalkan sekali.”
__ADS_1
“Tidak ada salahnya untuk mendengarkan kata-kata orang tua kan, Boy? Papamu kan berniat baik.”
“Namun aku tidak tertarik bekerja di perusahaan, aku senang dengan kehidupanku saat ini, aku bisa bebas bermusik dan mendapatkan uang dari semua itu tanpa harus melakukan pekerjaan membosankan seperti yang dilakukan oleh papaku. Aku sudah mengerti apa yang ingin kamu bicarakan, Cassandra, aku pergi.”
Tanpa banyak berkata-kata Boy langsung pergi begitu saja tanpa menunggu Cassandra, tentu saja tindakan Boy tersebut membuat Cassandra kesal bukan main.
****
Richi bukanlah pria yang mudah pantang menyerah, ia kembali mencoba meluluhkan hati Ameena supaya wanita itu mau kembali padanya dengan menjemput Ameena dan Alysa pada sore hari ini di depan rumah. Tentu saja ada
penolakan di awal oleh satpam namun tidak menyurutkan niat Richi untuk menjemput Ameena dan Alysa pulang.
“Kalau kamu membuat onar lagi maka saya akan telepon polisi.”
“Saya tidak akan membuat onar, saya datang ke sini untuk menjemput istri dan anak saya.”
Ameena dan Alysa keluar dari dalam rumah Luluk dan terkejut mendapati Richi yang tengah bertengger di atas sepeda motornya, berbeda dengan Ameena yang terkejut dan raut wajahnya tegang justru Alysa begitu bahagia karena dapat bertemu dengan ayahnya. Anak itu langsung berlari dan menghampiri Richi seraya memeluknya.
“Aku rindu Ayah.”
“Ayah juga rindu Alysa.”
Ameena sendiri nampak masih diam di tempatnya, ia bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini hingga akhirnya Richi meminta Ameena untuk segera pulang karena hari sudah mau gelap dan tentu saja Ameena tidak memiliki pilihan lain selain naik ke boncengan motor Richi itu.
****
Richi membawa Ameena dan Alysa ke rumah kontrakan baru yang dihuni oleh keduanya dan tidak ke rumah mereka, Richi paham bahwa saat ini Ameena masih membutuhkan waktu untuk menerimanya lagi dan Richi sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ameena meminta anaknya untuk masuk ke dalam rumah dulu karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Richi, untungnya saja Alysa paham dengan yang dikatakan oleh Ameena hingga anak itu langsung masuk ke dalam rumah tanpa banyak bertanya.
“Aku sangat berterima kasih karena kamu sudah mengantarkan kami pulang.”
“Tidak masalah Ameena, aku senang melakukannya.”
__ADS_1
“Richi, mengenai permintaanmu kala itu….”
“Bagaimana Ameena? Apakah kamu setuju?”