Cinta Ameena

Cinta Ameena
Bujuk Rayu Sang Suami


__ADS_3

Nandhita sangat yakin dengan keputusannya untuk tinggal di rumah lama mendiang kedua orang tuanya dan tentu saja sebagai tante Luluk tidak dapat memaksa Nandhita untuk tinggal di sini, ia mendukung keputusan Nandhita untuk tinggal di sana. Nandhita pun kemudian berpamitan pada Luluk selepas mengemasi sisa pakaiannya yang tertinggal di rumah ini dan saat ia hendak masuk ke dalam mobil nampak ia berpapasan dengan Ameena yang baru


saja pulang dari supermarket.


“Kamu kembali?” tanya Ameena saat melihat Nandhita di rumah ini.


“Aku tidak akan tinggal di rumah ini lagi,” jawab Nandhita singkat yang kemudian masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari rumah Luluk.


Nandhita melajukan mobilnya menuju kantor Hanif karena ada sesuatu yang perlu ia lakukan sebelum pergi ke rumah mendiang kedua orang tuanya, Nandhita tiba di sana namun ia dihadang oleh satpam yang berjaga di


depan pintu kantor.


“Maaf namun anda tidak boleh masuk oleh tuan Hanif.”


Nandhita nampak menghela napasnya dan kemudian mencoba menelpon Hanif untuk memberitahu bahwa dirinya ada di depan pintu lobi namun satpam menghadangnya untuk masuk ke dalam. Tidak lama kemudian Hanif menjawab telepon dari Nandhita dengan malas dengan mengatakan kalau ia tidak memiliki banyak waktu.


“Aku datang ke sini bukan untuk mencari keributan, aku datang ke sini untuk menyelesaikan masalah yang ada di antara kita berdua.”


Hanif pun kemudian meminta Nandhita untuk datang ke ruangan kerjanya sekarang juga dan tentu saja Nandhita langsung melakukan hal tersebut, ketika dirinya sudah tiba di ruangan itu nampak Hanif tak mau berbasa-basi dengan Nandhita dan langsung masuk pada inti pembicaraannya saja karena ia tidak punya banyak waktu.


“Baiklah, aku datang ke sini untuk menyerahkan surat ini,” ujar Nandhita yang menyerahkan surat yang sudah ia tanda tangani dan sepakat untuk mereka berdua bercerai.


Hanif sendiri nampak masih tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, selepas menyerahkan surat tersebut Nandhita langsung pergi dari ruangan kerja Hanif tanpa banyak berkata-kata.


****


Hanif pulang ke rumahnya dan disambut oleh Untari, Untari melihat kalau ada sesuatu hal yang nampak janggal dengan putranya saat tiba di rumah ini hingga membuatnya pun bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada Hanif.


“Tadi siang Nandhita datang ke kantor dan menyerahkan surat ini padaku,” jawab Hanif.


Untari pun melihat surat itu dan terkejut saat tahu bahwa Nandhita setuju untuk bercerai dengan Hanif, ia benar-benar tak percaya kalau Nandhita memilih menyerah dan tidak lagi berkeras kepala untuk memertahankan rumah tangganya dengan Hanif.


“Apakah kamu yakin dengan semua ini, Hanif?”

__ADS_1


“Aku sendiri masih belum memercayai semuanya, rasanya masih seperti sebuah mimpi karena aku dapat berpisah dengan Nandhita tanpa banyak drama.”


“Mama pikir wanita itu akan tetap ngotot untuk tidak berpisah denganmu namun melihat dia akhirnya merah begini membuat Mama menjadi tidak yakin dan curiga kalau ia menyiapkan rencana lain.”


“Aku juga berpikiran begitu, intinya kita jangan terlalu senang dengan hal ini karena kalau kita lengah bisa saja dia akan melakukan hal yang buruk pada kita.”


“Iya, Mama setuju dengan apa yang kamu katakan.”


Hanif kemudian melihat ke sekeliling rumah dan membuat Untari kembali bertanya apa yang terjadi lagi pada Hanif.


“Ameena sudah tidak akan kembali ke sini, ya?”


****


Ameena dan Alysa tiba di rumah kontrakan baru mereka dan ia terkejut karena menemukan Richi di sana, Ameena tentu saja langsung melindungi Alysa supaya Richi tidak melakukan hal yang buruk pada Alysa.


“Jadi rupanya kamu tinggal di sini, Ameena?”


“Richi, tolong jangan buat keributan di sini.”


Ameena membuka pintu rumah dan meminta Alysa untuk masuk ke dalam rumah, Alysa tanpa banyak bertanya langsung masuk ke dalam rumah dan selepas anaknya masuk ke dalam rumah Ameena mengatakan pada Richi bahwa saat ini ia masih butuh waktu untuk memikirkan semua itu dan Richi masih saja mencoba membujuk Ameena untuk kembali padanya.


“Apakah kamu masih membenciku, Ameena?”


“Aku tidak membencimu Richi, hanya saja aku masih trauma dengan apa yang kamu lakukan padaku sebelumnya.”


Richi mendekati Ameena dan menyentuh istrinya itu, Richi meminta maaf pada Ameena karena pernah bersikap kasar pada Ameena dan ia berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi.


“Aku janji tidak akan pernah melakukan kekerasan apa pun lagi padamu, Ameena, tolong berikan aku kesempatan.”


Ameena nampak bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini, apakah ia harus memberikan Richi kesempatan lagi?


****

__ADS_1


Ameena belum memberikan jawaban atas permintaan Richi semalam dan hal tersebut cukup mengganggunya saat bekerja di rumah Luluk saat ini, Boy yang melihat sejak tadi pagi Ameena seperti ada masalah pun segera menghampiri Ameena dan bertanya apa yang terjadi pada wanita ini.


“Ameena, apakah ada masalah?”


Ameena nampak terkejut ketika mendapati Boy berada sangat dekat dengannya, Ameena mengatakan pada Boy bahwa ia baik-baik saja namun Boy seperti tidak percaya dengan apa yang Ameena katakan barusan padanya.


“Apakah kamu pikir aku akan memercayai apa yang kamu katakan, Ameena?”


“Tolong Tuan, saya benar-benar baik-baik saja.”


“Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk bercerita padaku kalau memang kamu tidak mau melakukannya namun bolehkah aku menebak sesuatu? Sepertinya kamu begini karena Richi, ya?”


Ameena tidak langsung menjawab pertanyaan dari Boy barusan dan membuat Boy semakin yakin bahwa apa yang barusan ia katakan itu memang benar, Boy pun menanyakan apa yang sudah Richi lakukan pada Ameena.


“Apakah dia melakukan kekerasan padamu, Ameena? Kalau memang iya, katakan padaku maka aku akan memberikan dia pelajaran,” ujar Boy.


“Sama sekali tidak Tuan, dia tidak melakukan kekerasan apa pun pada saya.”


“Lantas kalau memang begitu, apa masalahnya?”


****


Cassandra datang ke rumah Luluk untuk menemui Boy namun satpam tidak mengizinkan Cassandra untuk masuk, tentu saja penolakan ini membuat Cassandra murka dan ia meminta satpam ini untuk tidak menghalanginya karena ia ingin masuk ke dalam.


“Maaf namun saya hanya melakukan seperti apa yang


nyonya perintahkan.”


Cassandra nampak kesal sekali namun ia tetap tidak mau beranjak dari sini, ia memaksa supaya bisa masuk ke dalam namun satpam bergeming hingga sebuah mobil berhenti di depan pagar dan rupanya orang yang berada di dalam mobil itu adalah Pamungkas.


“Cassandra, lama tidak berjumpa, sayang.”


“Iya Om lama kita tidak berjumpa.”

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan di sini?”


“Aku datang ke sini ingin bertemu Boy, Om namun satpam ini tidak memberikanku izin untuk masuk ke dalam.”


__ADS_2