
Cassandra masih tak menyerah juga untuk mendekati Boy namun tentu saja sikap Boy masih sama seperti dulu, ia tidak melihat pada Cassandra hingga membuat Cassandra begitu frustasi. Akan tetapi jauh yang lebih membuat Cassandra jengkel adalah Boy malah begitu asyik bermain dengan anaknya Ameena. Cassandra pun mengungkap kejengkelannya itu pada Luluk, akan tetapi selepas ia menceritakan semua gundah gulananya akibat sikap Boy yang dingin padanya itu dan memilih untuk bermain dengan anaknya Ameena justru jawaban dari Luluk membuatnya terkejut setengah mati.
“Boy memang sepatutnya dekat dengan anaknya, Cassandra.”
“Apa maksud Tante? Anak itu bukan anaknya, Boy!”
Luluk nampak tersenyum dan kemudian ia memperlihatkan pada Cassandra hasil tes DNA yang sudah ia ambil beberapa waktu lalu saat bayi itu baru saja lahir ke dunia. Cassandra nampak terkejut saat melihat hasil tes DNA tersebut yang menyatakan bahwa Boy adalah ayah kandung dari bayi ini.
“Bagaimana bisa Boy yang menjadi ayah kandung bayi itu padahal dia dan Ameena kan tidak menikah?”
“Sudah aku bilang kan kalau banyak hal yang tidak kamu ketahui, Cassandra.”
“Jadi maksud Tante, Tante tahu akan hal ini?”
Luluk menganggukan kepalanya dan membuat Cassandra sampai tercengang menutup mulutnya saking tak percayanya dengan kenyataan gila yang harus ia terima saat ini.
“Ya ampun, apa-apaan ini? Kenapa semuanya menjadi seperti ini?”
“Aku tahu bahwa kamu pasti terkejut dengan kenyataan ini, akan tetapi aku tidak dapat menutupi semua ini darimu, Cassandra.”
“Lalu apakah Ameena sudah tahu kalau Boy adalah ayah kandung dari anaknya?”
“Ameena belum tahu akan hal itu dan jangan coba-coba kamu bocorkan rahasia ini padanya karena ini belum waktu yang tepat.”
Cassandra kemudian pergi begitu saja meninggalkan Luluk selepas perbincangan singkat mereka tadi, Luluk sendiri menghela napasnya dan menyeruput teh yang sudah disajikan oleh asisten rumah tangganya barusan.
“Semoga saja wanita itu tidak melakukan hal yang konyol,” gumamnya seraya memerhatikan langkah kaki Cassandra yang menjauhinya.
****
Cassandra begitu kecewa dan hancur saat tahu rupanya Boy sudah pernah melakukan hal itu dengan Ameena bahkan yang membuatnya lebih sakit adalah buah cinta dari hubungan itu sudah lahir ke dunia ini dengan selamat yang membuat kebahagiaan keduanya.
“Kenapa hidup ini begitu tidak adil padaku?!” jerit Cassandra yang berdiri di tepi jembatan.
Cassandra menangis dan mengeluarkan semua emosi yang ia rasakan saat ini hingga selepasnya ia pun kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut menuju sebuah hutan, di sana ia berjalan menuju sebuah
__ADS_1
danau dan duduk di pinggir danau tersebut dengan memeluk kedua kakinya.
“Aku begitu mencintaimu Boy, kenapa kamu melakukan hal ini padaku? Kenapa kamu tega sekali melakukannya/” isak Cassandra.
Cassandra kemudian mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang lewat ponselnya, Cassandra menunggu orang tersebut untuk menjawab telepon darinya namun teleponnya tidak kunjung dijawab juga.
“Kamu bahkan tak mau menjawab telepon dariku, Boy?”
Cassandra begitu sedih dengan sikap Boy yang seperti ini hingga tiba-tiba saja ia mencari kontak Richi di ponselnya, ia kemudian menghubungi nomor Richi dan tidak butuh waktu yang lama untuk Richi menjawab
telepon darinya.
“Mau apa kamu menelponku?”
“Ada sesuatu yang perlu kamu ketahui soal anakmu, Richi.”
“Apa maksudmu mengatakan itu?”
****
Richi tidak suka ketika Boy sepertinya sering main ke rumahnya dan Ameena kemudian bermain dengan anaknya, ia sudah mengatakan pada Ameena bahwa lebih baik membatasi Boy untuk datang berkunjung ke rumah ketika
“Kenapa? Apa yang kamu ingin katakan mengenai anakku?”
Richi menunggu hingga beberapa saat untuk Cassandra mengatakan apa yang ingin wanita itu sampaikan padanya mengenai anaknya, akan tetapi selepas ia menanti hingga beberapa saat justru Cassandra tidak mengatakan apa pun padanya yang membuatnya kesal.
“Cassandra, apakah kamu masih di sana? Apakah kamu hanya coba mempermainkanku saja?”
“Maafkan aku Richi, akan tetapi sebaiknya kamu menyiapkan hatimu untuk menerima kenyataan pahit di kemudian hari.”
Selepas Cassandra mengatakan itu, wanita itu langsung menutup sambungan teleponnya dengan Richi. Tentu saja ucapan ambigu Cassandra itu membuat Richi bingung sekaligus penasaran sebenarnya apa yang hendak Cassandra katakan barusan.
“Wanita itu benar-benar tidak jelas sekali.”
****
__ADS_1
Boy baru saja tiba di rumah dan Luluk langsung memanggilnya untuk bicara sebentar, Boy tentu saja penasaran dengan apa yang akan Luluk katakan padanya hingga akhirnya Luluk pun bercerita mengenai Cassandra yang barusan datang ke sini dan Luluk menceritakan bahwa anak yang Ameena kandung itu adalah anaknya.
“Kenapa Mama menceritakan hal itu?”
“Tentu saja supaya dia mengetahui semuanya, Boy.”
“Lalu apa yang ia lakukan selepas tahu kalau anak dari Ameena itu adalah anak kandungku?”
“Dia sepertinya begitu marah dan kecewa sekali dengan kenyataan ini, Mama tidak tahu dia pergi ke mana akan tetapi tadi dia tidak terlihat di rumah Ameena kan?”
“Tidak, dia tidak terlihat di sekitaran rumah Ameena, semoga saja memang tidak ada hal buruk yang hendak dia lakukan pada Ameena dan anakku.”
“Mama khawatir sekali kalau dia melakukan hal yang buruk pada cucu Mama, kalau dia mau melakukan hal buruk pada Ameena sih biarkan saja.”
“Bagaimana bisa Mama mengatakan itu padahal Mama tahu bahwa Ameena adalah ibu kandung dari anakku?”
“Rupanya kamu memang benar-benar mencintai Ameena, ya?”
“Tentu saja aku benar-benar mencintai Ameena, Ma. Selama ini rupanya aku salah paham dengan menganggap bahwa Ameena dan Richi sengaja menikungku di hari itu akan tetapi rupanya Richi telah menipuku dengan
sandiwaranya dan aku akan memberikan perhitungan pada pria itu karena sudah menipuku kala itu.”
****
Ameena terkejut ketika membuka pintu rumah kontrakannya mendapatkan sosok Cassandra di sana yang penampilannya berantakan sekali, Ameena kemudian mempersilakan Cassandra untuk masuk ke dalam rumah itu.
“Mau minum apa?”
“Di mana anakmu?”
“Apa?”
“Kamu tidak tuli kan, Ameena? Aku tahu bahwa kamu mendengar dengan jelas apa yang aku ucapkan barusan.”
“Kenapa memangnya anda ingin menemui anak saya?”
__ADS_1
“Memangnya aku tidak boleh datang ke sini dan menemui anakmu setelah aku mendengar kalau kamu sudah lahiran?”
Ameena pun kemudian menunjukan di mana anaknya berada pada Cassandra, wanita itu memerhatikan sosok anak Ameena yang tengah tertidur di box bayi dan tiba-tiba saja Cassandra mengepalkan tangannya geram.