Cinta Ameena

Cinta Ameena
Kecewa Akan Hasil


__ADS_3

Ameena terkejut ketika Richi melemparkan sebuah kertas padanya dan ketika Ameena meraih kertas tersebut rupanya kertas tersebut berisi sebuah surat hasil tes DNA.


“Kamu baca sendiri apa yang tertulis di sana.”


Ameena pun kemudian mengikuti apa yang diperintahkan oleh Richi barusan hingga akhirnya ia dibuat terkejut dengan hasil tes DNA tersebut yang mengatakan bahwa Alysa bukanlah anak kandung Richi.


“Tidak, ini semua tidak mungkin bagaimana hasil tesnya bisa seperti ini?”


“Katakan yang sejujurnya padaku Ameena, kalau memang kamu pernah melakukan itu selain denganku!”


“Aku sudah mengatakan yang sejujurnya padamu bahwa aku tidak pernah melakukan hal itu selain denganmu, Allah tahu itu!”


Richi terdiam mendengar ucapan Ameena barusan yang memang ia yakin bahwa Ameena sama sekali tidak berbohong mengenai apa yang dikatakannya barusan, Richi kemudian jadi bingung sekaligus frustasi kenapa hasil tes DNA yang ia dapatkan malah menjadi seperti ini sementara itu Ameena mengatakan pada Richi untuk percaya padanya.


“Tolong kamu percaya padaku Richi, aku mohon.”


“Aku percaya padamu.”


Ameena setidaknya dapat bernapas lega mendengar ucapan Richi barusan kini ia pun dilanda kebingungan yang hebat kenapa hasil tes Alysa tidaklah cocok dengan DNA Richi, ini sungguh sangat membingungkannya.


“Jangan-jangan Alysa bukanlah anak kandung kita.”


“Tidak mungkin, sebagai seorang ibu aku tidak mungkin salah dalam mengenali putriku.”


Namun Richi menyarankan supaya Ameena pun melakukan tes DNA pada Alysa supaya mereka yakin bahwa memang ada kesalahan atau Alysa memang benar bukan anak kandung mereka. Akhirnya untuk menghindari konflik yang jauh lebih besar lagi dengan sang suami, Ameena pun menuruti apa yang menjadi keinginan dari Richi.


“Kalian habis membicarakan apa?” tanya Boy yang tengah menggendong Alysa.


“Bukan urusanmu,” jawab Richi ketus yang langsung mengambil Alysa dari gendongan Boy.


“Kenapa kamu begitu marah padaku? Aku kan tadi bertanya baik-baik.”


“Maafkan suami saya Tuan Boy,” ujar Ameena yang berusaha menghentikan keributan ini.


“Ameena, tidak seharusnya kamu meminta maaf pada Boy.”


****


Ameena melakukan tes DNA pada Alysa walaupun berat hati melakukannya, akan tetapi ia terpaksa melakukan ini supaya membuktikan kalau Ameena memang darah dagingnya. Untuk melakukan tes DNA ini, mereka pergi


ke rumah sakit yang berbeda untuk membuktikan bahwa hasil tes rumah sakit di sana itu salah. Ameena tidak terlalu fokus bekerja karena memikirkan jika kemungkinan bahwa Alysa memang bukan anak kandungnya dan Richi benar-benar terjadi.

__ADS_1


“Kamu ini kenapa Ameena?” tanya Luluk yang membuat Ameena terkejut.


“Saya baik-baik saja Nyonya,” jawab Ameena.


“Kalau memang kamu baik-baik saja maka tidak mungkin kamu tidak fokus dalam bekerja.”


Ameena hanya diam mendengar apa yang Luluk katakan karena memang benar apa yang Luluk katakan barusan bahwa ia tidak fokus dalam bekerja, Luluk pun mendesak pada Ameena untuk mengatakan apa yang terjadi


padanya namun sayangnya Ameena tidak mau memberitahu Luluk mengenai apa yang terjadi sebenarnya.


“Kenapa kamu hanya diam saja?”


“Maaf Nyonya, akan tetapi saya tidak dapat mengatakannya.”


Ameena pun kemudian permisi pada Luluk tanpa menjawab pertanyaan dari wanita itu, Luluk benar-benar kesal dengan sikap Ameena yang menurutnya sangat tidak sopan begitu.


“Mama kenapa? Nampaknya sedang kesal,” ujar Boy,


“Mama memang sedang kesal dan semua itu akibat Ameena,” jawab Luluk.


“Kenapa dengan Ameena?”


****


membuat Luluk curiga.


“Rumah sakit? Untuk apa ke sana?”


“Saya ingin menjenguk teman saya yang sakit, Nyonya.”


“Kamu kan bisa pergi ke sana selepas selesai bekerja di sini, kenapa harus sekarang?”


“Karena ….”


“Ma, sudahlah izinkan saja Ameena pergi,” ujar Boy.


“Tapi bisa saja ini hanya alasannya saja untuk pulang lebih awal kan?”


“Saya tidak mungkin begitu Nyonya, Alysa ada di sini dan tidak mungkin saya meninggalkannya.”


“Apa yang Ameena katakan benar Ma, Mama saja yang terlalu khawatir.”

__ADS_1


Luluk menghela napasnya kesal dan kemudian memberikan izin pada Ameena untuk pergi, tentu saja Ameena begitu bahagia dan langsung berterima kasih pada Luluk karena telah memberikannya izin namun kebahagiaan itu


langsung sirna karena Luluk mengatakan sesuatu padanya.


“Kamu tak boleh pergi sendirian, kamu akan diantarkan oleh Boy.”


“Apa? Tapi saya dapat pergi sendiri saja Nyonya.”


“Lakukan seperti apa yang aku perintahkan karena kalau tidak kamu tidak dapat pergi.”


Ameena pun akhirnya lagi-lagi harus akur dengan keputusan yang sudah dibuat oleh Luluk ini tanpa boleh melawan.


****


Akhirnya Ameena pergi ke rumah sakit bersama dengan Boy, sepanjang perjalanan menuju rumah sakit tidak ada pembicaraan apa pun di antara mereka hingga akhirnya Boy pun membuka percakapan dengan Ameena.


“Ameena, apakah kamu mau makan sesuatu sebelum kita ke rumah sakit?”


“Tidak Tuan, saya sama sekali tidak lapar.”


“Kalau begitu kamu nanti dari rumah sakit mau makan dulu?”


“Tidak Tuan, saya mau langsung kembali bekerja.”


Boy pun kemudian menyerah untuk mengajak Ameena bicara hingga akhirnya mereka tiba di rumah sakit dan Ameena langsung pergi menuju laboratorium dan Boy pun curiga dengan apa yang Ameena lakukan karena tadi Ameena memintanya untuk tidak turun dari dalam mobil namun karena curiga pada gerak gerik Ameena maka Boy pun mengikuti Ameena hingga ke sana dan Ameena masih belum menyadari kehadiran Boy. Ameena sudah mendapatkan surat yang ia inginkan dan kini dengan tangan yang bergetar ia nampak ingin sekali segera mencari tahu kebenaran mengenai Alysa.


“Kamu melakukan tes DNA?”


Sontak saja Ameena terkejut dengan suara Boy barusan hingga surat yang ada dalam genggamannya jatuh ke lantai, Boy pun segera meraih surat tersebut sebelum Ameena sempat mengambilnya dan ia sudah membacanya


terlebih dahulu.


“Tuan, tolong kembalikan itu pada saya.”


“Kamu meragukan kalau Alysa adalah anakmu?”


****


Ameena akhirnya bisa tahu bahwa Alysa adalah memang anak kandungnya dan Ameena sangat bersyukur karena Alysa memang anak kandungnya, akan tetapi hasil berbeda ia dapatkan dalam pemeriksaan laboratorium suaminya yang mana di sana mengatakan kalau Alysa bukanlah anak kandung Richi. Ameena sempat protes dengan hasil ini namun rumah sakit mengatakan bahwa uji laboratorium mereka tidak mungkin salah, Ameena pun akhirnya hanya dapat pasrah namun ia sama sekali tidak memercayai hasil tes ini.


“Tidak mungkin kalau hasil tes ini benar, pasti ada kesalahan di sini,” ujar Ameena yang nampak begitu gusar.

__ADS_1


“Ameena, kenapa kamu tidak menerima saja kenyataan bahwa Richi memang bukanlah ayah kandung Alysa.”


“Bagaimana bisa Tuan mengatakan itu?”


__ADS_2